alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Pembahasan Tiga Raperda Inisiatif Ditarget Tuntas 40 Hari

BANYUWANGI – Rapat paripurna internal DPRD memutuskan untuk membagi pembahasan tiga raperda inisiatif kepada tiga komisi. Komisi I (Bidang Pemerintahan dan Hukum) ditugaskan untuk membahas raperda perlindungan pasar rakyat.

Komisi II (Bidang Perekonomian) ditugaskan untuk membahas raperda pengembangan pertanian organik. Sedangkan Komisi III (Bidang Keuangan dan Anggaran) mendapat mandat untuk membahas raperda penyelenggaraan kabupaten layak anak.

Selain itu, rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ismoko itu juga memutuskan pembentukan tiga Panitia Khusus (Pansus) dan pimpinan Pansus. Pansus raperda perlindungan pasar rakyat dipimpin Ali Mustofa dari Fraksi Hanura-Nasdem dan Atiqoh asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai ketua dan wakil ketua.

Pansus Raperda Pengembangan Pertanian Organik diberikan pada Andik Purwanto asal Fraksi Gerindra-Sejahtera dan Siti Mafrochatin Ni’mah asal Fraksi PKB sebagai ketua dan wakil ketua. Sementara raperda perlindungan kabupaten layak anak langsung dipimpin inisiator raperda, Neni Viantin Diyah Martiva dan Sri Utami Faktuningsih asal Fraksi Partai Demokrat sebagai wakil ketua pansus.

Ismoko mengatakan, setelah pansus terbentuk, diharapkan segera membahas rancangan produk hukum daerah tersebut bersama tim eksekutif. ”Pembahasan raperda ditarget tuntas dalam waktu 40 hari,” ujarnya.

Sebelum menggelar paripurna internal, DPRD menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan tanggapan fraksi terhadap pendapat bupati atas diajukannya tiga raperda inisiatif. Tiga raperda itu adalah raperda tentang pengembangan pertanian organik, raperda tentang penyelenggaraan kabupaten layak anak, dan raperda tentang perlindungan pasar rakyat.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Yusieni. Pandangan masing-masing fraksi lantas diberikan kepada Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Djadjat Sudradjat yang hadir mewakili Bupati Abdullah Azwar Anas.(sgt/afi)

BANYUWANGI – Rapat paripurna internal DPRD memutuskan untuk membagi pembahasan tiga raperda inisiatif kepada tiga komisi. Komisi I (Bidang Pemerintahan dan Hukum) ditugaskan untuk membahas raperda perlindungan pasar rakyat.

Komisi II (Bidang Perekonomian) ditugaskan untuk membahas raperda pengembangan pertanian organik. Sedangkan Komisi III (Bidang Keuangan dan Anggaran) mendapat mandat untuk membahas raperda penyelenggaraan kabupaten layak anak.

Selain itu, rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ismoko itu juga memutuskan pembentukan tiga Panitia Khusus (Pansus) dan pimpinan Pansus. Pansus raperda perlindungan pasar rakyat dipimpin Ali Mustofa dari Fraksi Hanura-Nasdem dan Atiqoh asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai ketua dan wakil ketua.

Pansus Raperda Pengembangan Pertanian Organik diberikan pada Andik Purwanto asal Fraksi Gerindra-Sejahtera dan Siti Mafrochatin Ni’mah asal Fraksi PKB sebagai ketua dan wakil ketua. Sementara raperda perlindungan kabupaten layak anak langsung dipimpin inisiator raperda, Neni Viantin Diyah Martiva dan Sri Utami Faktuningsih asal Fraksi Partai Demokrat sebagai wakil ketua pansus.

Ismoko mengatakan, setelah pansus terbentuk, diharapkan segera membahas rancangan produk hukum daerah tersebut bersama tim eksekutif. ”Pembahasan raperda ditarget tuntas dalam waktu 40 hari,” ujarnya.

Sebelum menggelar paripurna internal, DPRD menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan tanggapan fraksi terhadap pendapat bupati atas diajukannya tiga raperda inisiatif. Tiga raperda itu adalah raperda tentang pengembangan pertanian organik, raperda tentang penyelenggaraan kabupaten layak anak, dan raperda tentang perlindungan pasar rakyat.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Yusieni. Pandangan masing-masing fraksi lantas diberikan kepada Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Djadjat Sudradjat yang hadir mewakili Bupati Abdullah Azwar Anas.(sgt/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/