alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Warga NU Doakan Keselamatan Bangsa

ROGOJAMPI – Memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU), ribuan umat muslim dari seluruh penjuru Banyuwangi mengikuti zikir dan doa bersama untuk keselamatan bangsa di lapangan Lugjag, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, kemarin (11/2).

Acara istigosah Dzikrusyafaah yang dilaksanakan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Rogojampi berlangsung khidmad. Kegiatan diawali dengan salat dhuha berjamaah, dilanjutkan pembacaan zikir istigosah.

Ketua MWCNU Rogojampi, H.Nanang Nur Achmadi mengatakan, kegiatan istigotsah tersebut merupakan puncak acara peringatan Harlah NU yang dilaksanakan MWCNU Rogojampi. “ Acara Harlah ini juga dirangkai dengan santunan yatim piatu, dan konser musik religi,” ungkapnya.

Kegiatan pengajian istigotsah zikir dan doa bersama untuk keselamatan bangsa itu dilakukan mengingat tahun 2018 adalah tahun politik. Konstelasi politik terutama di Jawa Timur pada tahun 2018 ini dinilai cukup ketat, dan panas karena ada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. “ Dengan doa bersama ini, semoga warga Banyuwangi diberikan keamanan, kedamaian, ketenteraman. Lebih dari itu para pemimpin yang terpilih pada Pilkada serentak di Indonesia juga bisa amanah, jujur dan membawa kemaslahatan umat,” ujar Nanang.

Baca Juga :  Dorong UI Lahirkan Insan Kesehatan yang Melek Digital

Hal senada juga diungkapkan Camat Rogojampi, Nanik Machrufi. Menurutnya istigosah, zikir dan doa bersama tersebut sangat bermanfaat untuk menjalin silaturahmi antar masyarakat, dan memumpuk persaudaraan. “ Banyuwangi maju seperti saat ini juga karena juga atas do’a kiai dan diamini ribuan masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa terus berlangsung dengan baik ,” cetusnya.

KH. Abdul Ghofar yang didapuk sebagai penceramah berhasil memikat ribuan jamaah yang memadati lapangan Desa Pengatigan. Dalam ceramahnya, KH.Ghofar berpesan agar warga nahdliyin memperbanyak zikir dan berdoa kepada Allah SWT, terutama ikut dalam kegiatan pengajian. “ Dengan memperbanyak memohon ampun, berzikir. Semoga dosa-dosa kita dilebur dan diampuni Allah SWT, dan dimasukkan ke dalam surga,” harapnya

Baca Juga :  Dewan Sahkan 2 Raperda, Tarif Swab PCR Disetujui Rp 275 Ribu

Acara ditutup dengan pelaksanaan salat dzuhur berjamaah di lapangan Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi. Puluhan kiai di Banyuwangi juga turut hadir dalam kegiatan istigosah Dzikrusyafaah tersebut. Tampak diantaranya, Rois Syuirah PCNU dan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagaug, KH.Ahmad Hisyam Syafaat, KH. Hasyim Syafaat, KH.Suyuti Toha, KH.Abdul Ghofar, KH. Burhan Albanani, dan sejumlah kiai lainnya ikut bersama-sama ribuan warga melantunkan zikir dan doa. (ddy/afi)

 

ROGOJAMPI – Memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU), ribuan umat muslim dari seluruh penjuru Banyuwangi mengikuti zikir dan doa bersama untuk keselamatan bangsa di lapangan Lugjag, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, kemarin (11/2).

Acara istigosah Dzikrusyafaah yang dilaksanakan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Rogojampi berlangsung khidmad. Kegiatan diawali dengan salat dhuha berjamaah, dilanjutkan pembacaan zikir istigosah.

Ketua MWCNU Rogojampi, H.Nanang Nur Achmadi mengatakan, kegiatan istigotsah tersebut merupakan puncak acara peringatan Harlah NU yang dilaksanakan MWCNU Rogojampi. “ Acara Harlah ini juga dirangkai dengan santunan yatim piatu, dan konser musik religi,” ungkapnya.

Kegiatan pengajian istigotsah zikir dan doa bersama untuk keselamatan bangsa itu dilakukan mengingat tahun 2018 adalah tahun politik. Konstelasi politik terutama di Jawa Timur pada tahun 2018 ini dinilai cukup ketat, dan panas karena ada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. “ Dengan doa bersama ini, semoga warga Banyuwangi diberikan keamanan, kedamaian, ketenteraman. Lebih dari itu para pemimpin yang terpilih pada Pilkada serentak di Indonesia juga bisa amanah, jujur dan membawa kemaslahatan umat,” ujar Nanang.

Baca Juga :  Estimasi Alokasi Kursi DPRD Banyuwangi, Satu Kursi Setara 36 Ribu Suara

Hal senada juga diungkapkan Camat Rogojampi, Nanik Machrufi. Menurutnya istigosah, zikir dan doa bersama tersebut sangat bermanfaat untuk menjalin silaturahmi antar masyarakat, dan memumpuk persaudaraan. “ Banyuwangi maju seperti saat ini juga karena juga atas do’a kiai dan diamini ribuan masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa terus berlangsung dengan baik ,” cetusnya.

KH. Abdul Ghofar yang didapuk sebagai penceramah berhasil memikat ribuan jamaah yang memadati lapangan Desa Pengatigan. Dalam ceramahnya, KH.Ghofar berpesan agar warga nahdliyin memperbanyak zikir dan berdoa kepada Allah SWT, terutama ikut dalam kegiatan pengajian. “ Dengan memperbanyak memohon ampun, berzikir. Semoga dosa-dosa kita dilebur dan diampuni Allah SWT, dan dimasukkan ke dalam surga,” harapnya

Baca Juga :  Ramai-ramai Belajar ESQ di Bali

Acara ditutup dengan pelaksanaan salat dzuhur berjamaah di lapangan Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi. Puluhan kiai di Banyuwangi juga turut hadir dalam kegiatan istigosah Dzikrusyafaah tersebut. Tampak diantaranya, Rois Syuirah PCNU dan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagaug, KH.Ahmad Hisyam Syafaat, KH. Hasyim Syafaat, KH.Suyuti Toha, KH.Abdul Ghofar, KH. Burhan Albanani, dan sejumlah kiai lainnya ikut bersama-sama ribuan warga melantunkan zikir dan doa. (ddy/afi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Warga Keluhkan Kandang Ayam

Jangan Ludahi Wajah Manusia

Artikel Terbaru

/