alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Tahun Ini Targetkan Seribu Titik Pembangunan dan Perbaikan Jalan

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi tancap gas. Pembangunan jalan digeber sejak awal tahun. Tujuannya bukan semata memenuhi prasarana publik. Lebih dari itu, pembangunan jalan yang dilakukan dalam kerangka ”Banyuwangi Rebound” tersebut diharapkan memberikan dampak luas terhadap masyarakat, termasuk mengungkit perekonomian.

Hal itu disampaikan Bupati Ipuk Fiestiandani saat menghadiri tasyakuran pembangunan jalan paving di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Selasa (11/1). Dikatakan, pembangunan jalan ini tidak hanya sekadar memenuhi infrastruktur. Namun, harus memberi dampak turunan yang luas. ”Inilah semangat di balik Banyuwangi Rebound yang kita canangkan,” ujarnya didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU-CKPP) Danang Hartanto.

Dengan akses jalan yang baik, lanjut Ipuk, diharapkan bisa mengungkit roda perekonomian masyarakat. Sekaligus juga mampu memberikan aksesibilitas sosial lainnya. ”Jangan sampai karena jalannya sudah halus, kemudian hanya digunakan kebut-kebutan. Tidak ada perubahan apa-apa,” tegasnya.

Baca Juga :  Kalau Nama Beda, Harus Ada Penetapan PN

Ipuk menjelaskan, Banyuwangi Rebound memiliki sejumlah pilar ekosistem penunjang. Salah satunya adalah pemulihan ekonomi. ”Dalam pemulihan ekonomi ini, salah satu yang kami canangkan adalah pembangunan infrastruktur jalan,” terangnya.

Pada 2022 ini, ditargetkan akan ada seribu titik pembangunan maupun perbaikan jalan di seluruh Banyuwangi. ”Kami tidak hanya menargetkan adanya perbaikan jalan. Tapi, juga harus ada dampak ekonomi turunannya. Dari program padat karya ini, setidaknya ada 10 ribu orang yang turut bekerja,” jelas Ipuk.

Dengan akses jalan yang baik, imbuh Ipuk, secara bertahap akan dikembangkan potensi ekonomi setempat. Seperti halnya pembangunan jalan di Desa Jajag tersebut yang diiringi dengan penebaran benih ikan di sungai yang melintas di samping jalan. ”Ini adalah contoh yang baik. Dengan jalan yang telah diperbaiki, semangat masyarakat untuk turut membangun terpantik. Tak hanya jalannya, tapi irigasinya secara swadaya turut diperbaiki sehingga bisa untuk merawat ikan,” tutur Ipuk.

Baca Juga :  THR dan Gaji ke-13 PNS Banyuwangi Rp 56 M Cair

Kepala Desa Jajag Suparno mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ipuk atas pembangunan yang dilaksanakan di daerahnya. ”Atas nama masyarakat Jajag, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati. Semoga ini memberikan kemanfaatan yang seluas-luasnya bagi rakyat kami,” ungkapnya.

Selama ini, ungkap Suparno, ada sejumlah pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah di Desa Jajag. Mulai perbaikan jalan, pavingisasi, perbaikan irigasi, hingga penerangan jalan. ”Totalnya tidak kurang dari Rp 1,8 miliar,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi tancap gas. Pembangunan jalan digeber sejak awal tahun. Tujuannya bukan semata memenuhi prasarana publik. Lebih dari itu, pembangunan jalan yang dilakukan dalam kerangka ”Banyuwangi Rebound” tersebut diharapkan memberikan dampak luas terhadap masyarakat, termasuk mengungkit perekonomian.

Hal itu disampaikan Bupati Ipuk Fiestiandani saat menghadiri tasyakuran pembangunan jalan paving di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Selasa (11/1). Dikatakan, pembangunan jalan ini tidak hanya sekadar memenuhi infrastruktur. Namun, harus memberi dampak turunan yang luas. ”Inilah semangat di balik Banyuwangi Rebound yang kita canangkan,” ujarnya didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU-CKPP) Danang Hartanto.

Dengan akses jalan yang baik, lanjut Ipuk, diharapkan bisa mengungkit roda perekonomian masyarakat. Sekaligus juga mampu memberikan aksesibilitas sosial lainnya. ”Jangan sampai karena jalannya sudah halus, kemudian hanya digunakan kebut-kebutan. Tidak ada perubahan apa-apa,” tegasnya.

Baca Juga :  Jagoan Tani Kembali Digeber, Uang Pembinaan Sebesar Rp 125 Juta

Ipuk menjelaskan, Banyuwangi Rebound memiliki sejumlah pilar ekosistem penunjang. Salah satunya adalah pemulihan ekonomi. ”Dalam pemulihan ekonomi ini, salah satu yang kami canangkan adalah pembangunan infrastruktur jalan,” terangnya.

Pada 2022 ini, ditargetkan akan ada seribu titik pembangunan maupun perbaikan jalan di seluruh Banyuwangi. ”Kami tidak hanya menargetkan adanya perbaikan jalan. Tapi, juga harus ada dampak ekonomi turunannya. Dari program padat karya ini, setidaknya ada 10 ribu orang yang turut bekerja,” jelas Ipuk.

Dengan akses jalan yang baik, imbuh Ipuk, secara bertahap akan dikembangkan potensi ekonomi setempat. Seperti halnya pembangunan jalan di Desa Jajag tersebut yang diiringi dengan penebaran benih ikan di sungai yang melintas di samping jalan. ”Ini adalah contoh yang baik. Dengan jalan yang telah diperbaiki, semangat masyarakat untuk turut membangun terpantik. Tak hanya jalannya, tapi irigasinya secara swadaya turut diperbaiki sehingga bisa untuk merawat ikan,” tutur Ipuk.

Baca Juga :  DPC PKB Banyuwangi Bagi 2.000 Paket Sembako untuk Guru Ngaji dan Duafa

Kepala Desa Jajag Suparno mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ipuk atas pembangunan yang dilaksanakan di daerahnya. ”Atas nama masyarakat Jajag, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati. Semoga ini memberikan kemanfaatan yang seluas-luasnya bagi rakyat kami,” ungkapnya.

Selama ini, ungkap Suparno, ada sejumlah pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah di Desa Jajag. Mulai perbaikan jalan, pavingisasi, perbaikan irigasi, hingga penerangan jalan. ”Totalnya tidak kurang dari Rp 1,8 miliar,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/