alexametrics
32.1 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Realisasi PAD Banyuwangi Tembus 102 Persen

BANYUWANGI – Kerja keras jajaran Pemkab Banyuwangi mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) berbuah manis. Setidaknya itu terbukti dari realisasi PAD pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Ya, meskipun pandemi Covid-19 masih mendera Banyuwangi sepanjang tahun lalu, namun realisasi PAD periode 1 Januari sampai 31 Desember berhasil melampaui target. Tepatnya sebesar Rp 519 miliar atau setara 102,79 dari target yang ditetapkan dalam APBD 2021 sebesar Rp 518 miliar.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi Emy Wahyuni Dwi Lestari usai menggelar rapat kerja dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Senin sore (10/1).

Emy mengatakan, realisasi PAD tahun 2021 sangat baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dikatakan, pada 2020, realisasi PAD ”hanya” sebesar 83,6 persen. ”Sedangkan di tahun 2021, realisasi PAD kita melampaui target, yakni sebesar 102,79 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  Mampir di RSNU, Cagub Jatim Gus Ipul Berbincang dengan Pasien

Emy menuturkan, penerimaan pajak menjadi ”lokomotif” utama dengan kontribusi sebesar 113,6 persen dari target. Realisasi pajak daerah tahun lalu sebesar 206,7 miliar. Padahal, target pajak daerah pada APBD 2021 sebesar 181,3 miliar. ”Penerimaan pajak daerah berkontribusi besar terhadap PAD 2021. Ada 6 komponen pajak daerah yang realisasinya di atas 100 persen, sedangkan 4 komponen pajak daerah lainnya realisasinya rata-rata di atas 90 persen,” tuturnya.

Sebaliknya, hasil retribusi daerah tahun lalu masih di bawah target, yakni sebesar 72,48 persen. ”Ini menjadi evaluasi kita bersama. Eksekutif harus melakukan mapping potensi-potensi retribusi daerah yang bisa dioptimalkan,” kata Emy.

Sementara itu, berdasar laporan BPKAD, imbuh Emy, penerimaan bagi hasil pajak yang diterima Pemkab Banyuwangi tahun lalu juga melampaui target. Yakni sebesar 174 persen. Dia mengaku pihaknya akan berkonsultasi ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengetahui persentase penerimaan bagi hasil pajak yang bersumber dari perusahaan yang beroperasi di kabupaten the Sunrise of Java. Salah satunya PT Bumi Suksesindo (BSI). ”Kami akan ke Kemenkeu untuk mengetahui kontribusi BSI dalam hal bagi hasil pajak terhadap penerimaan daerah yang hasilnya digunakan untuk kepentingan masyarakat Banyuwangi,” kata dia.

Baca Juga :  Kampanyekan Ciri Toilet Bersih Selama Penilaian

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bapenda Sih Wahyudi membenarkan realisasi PAD Banyuwangi tahun 2021 melampaui target yang ditetapkan dalam APBD. ”Alhamdulillah, berkat kerja keras segenap stakeholder, realisasi PAD tahun 2021 melampaui target, yakni mencapai 102,79 persen,” tuturnya.

Namun demikian, Sih Wahyudi mengakui penerimaan retribusi daerah tahun lalu masih belum mencapai target. Untuk itu, upaya-upaya untuk memacu penerimaan retribusi daerah perlu segera dilakukan. ”Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penghasil terus kita pacu dan monitor agar memacu retribusi daerah,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Kerja keras jajaran Pemkab Banyuwangi mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) berbuah manis. Setidaknya itu terbukti dari realisasi PAD pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Ya, meskipun pandemi Covid-19 masih mendera Banyuwangi sepanjang tahun lalu, namun realisasi PAD periode 1 Januari sampai 31 Desember berhasil melampaui target. Tepatnya sebesar Rp 519 miliar atau setara 102,79 dari target yang ditetapkan dalam APBD 2021 sebesar Rp 518 miliar.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi Emy Wahyuni Dwi Lestari usai menggelar rapat kerja dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Senin sore (10/1).

Emy mengatakan, realisasi PAD tahun 2021 sangat baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dikatakan, pada 2020, realisasi PAD ”hanya” sebesar 83,6 persen. ”Sedangkan di tahun 2021, realisasi PAD kita melampaui target, yakni sebesar 102,79 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  Mampir di RSNU, Cagub Jatim Gus Ipul Berbincang dengan Pasien

Emy menuturkan, penerimaan pajak menjadi ”lokomotif” utama dengan kontribusi sebesar 113,6 persen dari target. Realisasi pajak daerah tahun lalu sebesar 206,7 miliar. Padahal, target pajak daerah pada APBD 2021 sebesar 181,3 miliar. ”Penerimaan pajak daerah berkontribusi besar terhadap PAD 2021. Ada 6 komponen pajak daerah yang realisasinya di atas 100 persen, sedangkan 4 komponen pajak daerah lainnya realisasinya rata-rata di atas 90 persen,” tuturnya.

Sebaliknya, hasil retribusi daerah tahun lalu masih di bawah target, yakni sebesar 72,48 persen. ”Ini menjadi evaluasi kita bersama. Eksekutif harus melakukan mapping potensi-potensi retribusi daerah yang bisa dioptimalkan,” kata Emy.

Sementara itu, berdasar laporan BPKAD, imbuh Emy, penerimaan bagi hasil pajak yang diterima Pemkab Banyuwangi tahun lalu juga melampaui target. Yakni sebesar 174 persen. Dia mengaku pihaknya akan berkonsultasi ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengetahui persentase penerimaan bagi hasil pajak yang bersumber dari perusahaan yang beroperasi di kabupaten the Sunrise of Java. Salah satunya PT Bumi Suksesindo (BSI). ”Kami akan ke Kemenkeu untuk mengetahui kontribusi BSI dalam hal bagi hasil pajak terhadap penerimaan daerah yang hasilnya digunakan untuk kepentingan masyarakat Banyuwangi,” kata dia.

Baca Juga :  Banyuwangi Raih Penghargaan ASEAN Tourism Standard Award

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bapenda Sih Wahyudi membenarkan realisasi PAD Banyuwangi tahun 2021 melampaui target yang ditetapkan dalam APBD. ”Alhamdulillah, berkat kerja keras segenap stakeholder, realisasi PAD tahun 2021 melampaui target, yakni mencapai 102,79 persen,” tuturnya.

Namun demikian, Sih Wahyudi mengakui penerimaan retribusi daerah tahun lalu masih belum mencapai target. Untuk itu, upaya-upaya untuk memacu penerimaan retribusi daerah perlu segera dilakukan. ”Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penghasil terus kita pacu dan monitor agar memacu retribusi daerah,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/