alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kemkominfo Terapkan Digitalisasi Panen Udang

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan diskusi hasil panen petambak digital di Banyuwangi. Kegiatan tersebut merupakan evaluasi program digitalisasi budi daya tambak yang telah berlangsung selama delapan bulan.

Koordinator Strategis Sektor 1 Ditjen Aptika Kemkominfo Wijayanto menjelaskan, sektor maritim merupakan salah satu sektor yang sangat penting dan strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Saat ini perikanan 4.0 terus digalakkan. Hal ini sejalan dengan era digitalisasi yang memfasilitasi pengintegrasian informasi untuk tujuan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kualitas layanan.

 ”Transformasi digital sektoral adalah agenda utama dari Kemkominfo saat ini. Ini merupakan bagian dari program yang memanfaatkan teknologi 4.0 untuk mendukung iklim ekonomi dan bisnis, khususnya sektor budi daya,” ujar Wijayanto kemarin (11/11).

Penggunaan teknologi atau digitalisasi diharapkan mempermudah para petambak dan bukannya mempersulit. Sinergi yang terjadi pada tiga unsur, yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan menghasilkan sebuah inovasi baru. Lewat program ini, tahun ini ditargetkan petambak di seluruh Indonesia bisa memperoleh hasil panen 2 juta ton udang. ”Diharapkan dengan adanya transformasi digital di sektor budi daya dapat meningkatkan produktivitas hasil tambak,” ungkap Wijayanto.

Dalam kesempatan itu, para petambak di Banyuwangi disediakan waktu untuk berdiskusi mengenai hasil tambak, problematika selama pengukuran, memaparkan manfaat dan saran, serta kesan selama program berlangsung. Para petambak yang hadir adalah kelompok petambak udang kawasan Keramat, Karangrejo, dan Sobo.

Penggunaan gawai dengan teknologi mampu memprediksi dan memantau pH (derajat keasaman), cuaca, dan penyakit di air. Gawai disebut JALA Baruno dan juga aplikasi JALA (Jalaapps), sebuah aplikasi yang bisa memfasilitasi penjualan udang dengan harga terbaik.  Aplikasi ini juga berfungsi sebagai monitoring saat masa pembibitan hingga panen. Termasuk perawatan dan tindakan yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi air di tambak.

Menggunakan aplikasi ini, memungkinkan petambak bisa melakukan monitoring tambak meskipun tidak langsung mendatangi tambak. Di sini, dengan jelas ada catatan mengenai data pakan, kualitas air, hasil sampling pertumbuhan hasil panen dan juga perlakuan. Semuanya disajikan dalam bentuk grafis lengkap.

Para petambak digital ini juga diunggulkan dengan tiga keuntungan yang ditawarkan. Yakni, petambak bisa memantau tambak udang secara online, analisis jalannya budi daya, dan sistem yang mendukung pengambilan keputusan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakilkan Kepala Diskominfo Banyuwangi Budi Santoso berharap sektor perikanan dan budi daya di Banyuwangi bisa terus berkembang. Menurutnya, potensi perikanan di Banyuwangi sangat menjanjikan, karena kabupaten ini memiliki garis pantai sepanjang 175,8 kilometer yang membentang dari utara hingga selatan. Dengan metode perkawinan antara teknologi dengan usaha perikanan ini menjadi bisnis yang sangat strategis. ”Ayo anak muda di Banyuwangi, jangan sampai takut untuk budi daya udang tambak,” ajak Budi. (*)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan diskusi hasil panen petambak digital di Banyuwangi. Kegiatan tersebut merupakan evaluasi program digitalisasi budi daya tambak yang telah berlangsung selama delapan bulan.

Koordinator Strategis Sektor 1 Ditjen Aptika Kemkominfo Wijayanto menjelaskan, sektor maritim merupakan salah satu sektor yang sangat penting dan strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Saat ini perikanan 4.0 terus digalakkan. Hal ini sejalan dengan era digitalisasi yang memfasilitasi pengintegrasian informasi untuk tujuan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kualitas layanan.

 ”Transformasi digital sektoral adalah agenda utama dari Kemkominfo saat ini. Ini merupakan bagian dari program yang memanfaatkan teknologi 4.0 untuk mendukung iklim ekonomi dan bisnis, khususnya sektor budi daya,” ujar Wijayanto kemarin (11/11).

Penggunaan teknologi atau digitalisasi diharapkan mempermudah para petambak dan bukannya mempersulit. Sinergi yang terjadi pada tiga unsur, yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan menghasilkan sebuah inovasi baru. Lewat program ini, tahun ini ditargetkan petambak di seluruh Indonesia bisa memperoleh hasil panen 2 juta ton udang. ”Diharapkan dengan adanya transformasi digital di sektor budi daya dapat meningkatkan produktivitas hasil tambak,” ungkap Wijayanto.

Dalam kesempatan itu, para petambak di Banyuwangi disediakan waktu untuk berdiskusi mengenai hasil tambak, problematika selama pengukuran, memaparkan manfaat dan saran, serta kesan selama program berlangsung. Para petambak yang hadir adalah kelompok petambak udang kawasan Keramat, Karangrejo, dan Sobo.

Penggunaan gawai dengan teknologi mampu memprediksi dan memantau pH (derajat keasaman), cuaca, dan penyakit di air. Gawai disebut JALA Baruno dan juga aplikasi JALA (Jalaapps), sebuah aplikasi yang bisa memfasilitasi penjualan udang dengan harga terbaik.  Aplikasi ini juga berfungsi sebagai monitoring saat masa pembibitan hingga panen. Termasuk perawatan dan tindakan yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi air di tambak.

Menggunakan aplikasi ini, memungkinkan petambak bisa melakukan monitoring tambak meskipun tidak langsung mendatangi tambak. Di sini, dengan jelas ada catatan mengenai data pakan, kualitas air, hasil sampling pertumbuhan hasil panen dan juga perlakuan. Semuanya disajikan dalam bentuk grafis lengkap.

Para petambak digital ini juga diunggulkan dengan tiga keuntungan yang ditawarkan. Yakni, petambak bisa memantau tambak udang secara online, analisis jalannya budi daya, dan sistem yang mendukung pengambilan keputusan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakilkan Kepala Diskominfo Banyuwangi Budi Santoso berharap sektor perikanan dan budi daya di Banyuwangi bisa terus berkembang. Menurutnya, potensi perikanan di Banyuwangi sangat menjanjikan, karena kabupaten ini memiliki garis pantai sepanjang 175,8 kilometer yang membentang dari utara hingga selatan. Dengan metode perkawinan antara teknologi dengan usaha perikanan ini menjadi bisnis yang sangat strategis. ”Ayo anak muda di Banyuwangi, jangan sampai takut untuk budi daya udang tambak,” ajak Budi. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/