alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Sembilan Orang Daftar Lelang Jabatan

BANYUWANGI – Lelang jabatan tiga kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Banyuwangi segera memasuki babak baru. Setelah tahap pendaftaran ditutup pukul 13.59 tadi malam (8/10), rangkaian seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tersebut bakal dilanjutkan dengan seleksi administrasi yang dilakukan mulai besok (10/10).

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, hingga beberapa jam sebelum pendaftaran ditutup, tepatnya pukul 17.45 kemarin, sedikitnya sudah sembilan pegawai negeri sipil (PNS) yang meramaikan bursa calon kepala 3 SKPD tersebut. Masing-masing empat orang melamar posisi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB). Sedangkan satu PNS lain melamar posisi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi.

Tiga pejabat yang kini mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SKPD ikut ambil bagian dalam lelang jabatan kali ini. Nanin Oktaviantie yang kini bertugas sebagai Plt Kepala Diskop-UMP melamar posisi kepala instansi yang membidangi koperasi, usaha mikro, serta perdagangan tersebut.

Pun demikian dengan Henik Setyorini. Perempuan yang kini dipercaya sebagai Plt Kepala Dinsos-PPKB itu juga mengikuti seleksi terbuka pada posisi kepala dinas yang kantornya berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Banyuwangi tersebut.

Yang menarik, salah satu Plt kepala instansi lain, yakni Danang Hartanto melamar posisi kepala SKPD di luar instansi tempatnya berdinas saat ini. Danang yang notabene merupakan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU-CKPP) melamar sebagai kepala Dinsos-PPKB.

Selain tiga Plt kepala SKPD tersebut, lelang jabatan kali ini juga diramaikan sejumlah sekretaris dinas, kepala bidang (kabid), hingga camat di Banyuwangi. Mereka antara lain, Sekretaris Dinas PU Pengairan Riza Al Fahroby, Kabid Usaha Mikro pada Diskop-UMP Budi Priambodo, dan Camat Singojuruh Trisetia Supriyanto.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama Pemkab Banyuwangi Prof Dr Jusuf Irianto melalui Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi Nafiul Huda membenarkan hingga kemarin sore sudah sembilan orang yang mendaftarkan diri mengikuti lelang jabatan. Huda menyebut, jumlah pendaftar kemungkinan masih bisa bertambah lantaran tahap pendaftaran baru ditutup pukul 23.59 tadi malam. ”Kemungkinan teman-teman memilih mendaftar jelang akhir masa pendaftaran,” ujarnya.

Seperti diberitakan, sinyal perombakan jabatan kepala SKPD yang dikirimkan Bupati Ipuk Fiestiandani semakin mendekati realisasi. Kabar terbaru, Pemkab Banyuwangi melakukan ”lelang jabatan” untuk mengisi pos tiga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Ya, mengacu surat pengumuman panitia seleksi jabatan tinggi pratama Nomor: 01./PANSEL-JPTP/BWI/II/2021 tanggal 1 Oktober, tiga kepala SKPD tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP); serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB). Tahap seleksi dibuka mulai Selasa (5/10).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, lelang jabatan tersebut terbuka bagi siapa saja sesuai persyaratan yang telah ditentukan dalam aturan kepegawaian negara. ”Semuanya dilakukan terbuka dan tanpa dipungut biaya apa pun,” ujarnya Senin (4/10).

Mujiono menuturkan, pemkab menggandeng akademisi serta unsur Badan Kepegawaian Provinsi Jatim dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam seleksi kali ini. ”Akademisi yang dilibatkan berasal dari Universitas Airlangga (Unair),” kata dia.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani kembali menegaskan bahwa semua proses seleksi terbuka JPT Pratama kali ini tidak dipungut biaya alias gratis. Hal serupa juga berlaku pada kenaikan pangkat, rotasi, mutasi, promosi, hingga pengurusan pensiun ASN. ”Kami juga mengimbau kepada calon peserta seleksi untuk tidak mempercayai siapa pun yang memberikan janji manis atau mengaku dapat menjamin seseorang akan terpilih pada posisi kepala SKPD yang dilamar,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Lelang jabatan tiga kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Banyuwangi segera memasuki babak baru. Setelah tahap pendaftaran ditutup pukul 13.59 tadi malam (8/10), rangkaian seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tersebut bakal dilanjutkan dengan seleksi administrasi yang dilakukan mulai besok (10/10).

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, hingga beberapa jam sebelum pendaftaran ditutup, tepatnya pukul 17.45 kemarin, sedikitnya sudah sembilan pegawai negeri sipil (PNS) yang meramaikan bursa calon kepala 3 SKPD tersebut. Masing-masing empat orang melamar posisi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB). Sedangkan satu PNS lain melamar posisi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi.

Tiga pejabat yang kini mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SKPD ikut ambil bagian dalam lelang jabatan kali ini. Nanin Oktaviantie yang kini bertugas sebagai Plt Kepala Diskop-UMP melamar posisi kepala instansi yang membidangi koperasi, usaha mikro, serta perdagangan tersebut.

Pun demikian dengan Henik Setyorini. Perempuan yang kini dipercaya sebagai Plt Kepala Dinsos-PPKB itu juga mengikuti seleksi terbuka pada posisi kepala dinas yang kantornya berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Banyuwangi tersebut.

Yang menarik, salah satu Plt kepala instansi lain, yakni Danang Hartanto melamar posisi kepala SKPD di luar instansi tempatnya berdinas saat ini. Danang yang notabene merupakan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU-CKPP) melamar sebagai kepala Dinsos-PPKB.

Selain tiga Plt kepala SKPD tersebut, lelang jabatan kali ini juga diramaikan sejumlah sekretaris dinas, kepala bidang (kabid), hingga camat di Banyuwangi. Mereka antara lain, Sekretaris Dinas PU Pengairan Riza Al Fahroby, Kabid Usaha Mikro pada Diskop-UMP Budi Priambodo, dan Camat Singojuruh Trisetia Supriyanto.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama Pemkab Banyuwangi Prof Dr Jusuf Irianto melalui Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi Nafiul Huda membenarkan hingga kemarin sore sudah sembilan orang yang mendaftarkan diri mengikuti lelang jabatan. Huda menyebut, jumlah pendaftar kemungkinan masih bisa bertambah lantaran tahap pendaftaran baru ditutup pukul 23.59 tadi malam. ”Kemungkinan teman-teman memilih mendaftar jelang akhir masa pendaftaran,” ujarnya.

Seperti diberitakan, sinyal perombakan jabatan kepala SKPD yang dikirimkan Bupati Ipuk Fiestiandani semakin mendekati realisasi. Kabar terbaru, Pemkab Banyuwangi melakukan ”lelang jabatan” untuk mengisi pos tiga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Ya, mengacu surat pengumuman panitia seleksi jabatan tinggi pratama Nomor: 01./PANSEL-JPTP/BWI/II/2021 tanggal 1 Oktober, tiga kepala SKPD tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP); serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB). Tahap seleksi dibuka mulai Selasa (5/10).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, lelang jabatan tersebut terbuka bagi siapa saja sesuai persyaratan yang telah ditentukan dalam aturan kepegawaian negara. ”Semuanya dilakukan terbuka dan tanpa dipungut biaya apa pun,” ujarnya Senin (4/10).

Mujiono menuturkan, pemkab menggandeng akademisi serta unsur Badan Kepegawaian Provinsi Jatim dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam seleksi kali ini. ”Akademisi yang dilibatkan berasal dari Universitas Airlangga (Unair),” kata dia.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani kembali menegaskan bahwa semua proses seleksi terbuka JPT Pratama kali ini tidak dipungut biaya alias gratis. Hal serupa juga berlaku pada kenaikan pangkat, rotasi, mutasi, promosi, hingga pengurusan pensiun ASN. ”Kami juga mengimbau kepada calon peserta seleksi untuk tidak mempercayai siapa pun yang memberikan janji manis atau mengaku dapat menjamin seseorang akan terpilih pada posisi kepala SKPD yang dilamar,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/