alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Para Mantan THL Dapat Pembekalan dan Pelatihan CAT

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi mulai mewujudkan komitmen untuk memprioritaskan 331 mantan personel tenaga harian lepas (THL) dalam rekrutmen yang bakal digeber dalam waktu dekat. Buktinya, sejak kemarin (8/4) pemkab menggelar pembinaan dan pelatihan computer assisted test (CAT) kepada para mantan THL yang kontrak kerjanya sudah berakhir tersebut.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, ratusan mantan THL mendapat pembekalan di aula Minakjinggo kantor Pemkab Banyuwangi kemarin. Pembekalan diberikan oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi Choirul Ustadi dan Kepala Inspektorat Pudjo Hartanto.

Belum cukup sampai di situ, usai mendapat pembekalan mereka langsung diarahkan menuju kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP). Di kantor yang berlokasi di Jalan Agus Salim, Banyuwangi tersebut, mereka difasilitasi menjalani latihan mengerjakan soal-soal seleksi kompetensi berbasis komputer alias computer assisted test (CAT).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, pembinaan, pembekalan, sekaligus pelatihan CAT tersebut merupakan perwujudan komitmen pemkab untuk memprioritaskan para mantan THL yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang pada awal tahun ini. ”Materi pembinaan terkait kepegawaian, keuangan, juga terkait kedisiplinan, etika kepegawaian. Selain itu, mereka juga mendapat pelatihan CAT di kantor BKPP supaya saat pelaksanaan seleksi, mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Mujiono menuturkan, pembinaan dan pelatihan digelar dua hari, yakni sejak kemarin dan hari ini (9/4). ”Karena lokasinya tidak mencukupi untuk menampung 331 THL. Selain itu, karena saat ini pandemi masih terjadi, maka kita harus menjaga jarak,” kata dia.

Di sisi lain, Mujiono menyatakan pemkab segera membuka rekrutmen THL. Rencananya, rekrutmen dibuka mulai pekan depan. ”Rencana awal, rekrutmen kali ini dibuka untuk 375 Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja (PTT-PK) atau THL,” kata dia.

Sebelumnya, pihak pemkab menyatakan rekrutmen THL akan dibuka pada akhir Maret lalu. Namun, pada perkembangan berikutnya, rekrutmen tersebut diundur. Mujiono menegaskan, pengunduran jadwal seleksi THL itu dilakukan bukan untuk mengulur-ulur waktu. Sebaliknya, dia menyatakan pemkab butuh waktu untuk menyusun regulasi supaya rekrutmen THL kali ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

”Karena kami harus menyusun regulasi supaya tidak salah. Setelah regulasi kita susun, kita sampaikan kepada kepala SKPD agar punya pandangan yang sama, bagaimana tata cara melakukan rekrutmen tenaga yang dibutuhkan, fungsi-fungsi evaluasi yang telah dilakukan juga dijadikan dasar rekrutmen. Selain itu, juga agar tidak terjadi multitafsir di semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD),” beber Mujiono.

Seperti diketahui, kebijakan Pemkab Banyuwangi tidak memperpanjang kontrak kerja 331 THL yang bekerja di sejumlah SKPD sempat menuai polemik. Bahkan, sedikitnya dua kali dewan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) khusus untuk membahas persoalan tersebut.

Namun, polemik berangsur mereda setelah Bupati Ipuk Fiestiandani menemui langsung para mantan THL di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Kala itu, Ipuk menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para mantan THL yang telah mengabdi pada pemkab. ”Nama Bapak dan Ibu sekalian tetap kami catat dan akan mendapat prioritas pada rekrutmen THL yang akan dibuka pemkab,” ujar Ipuk kala itu. (sgt/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi mulai mewujudkan komitmen untuk memprioritaskan 331 mantan personel tenaga harian lepas (THL) dalam rekrutmen yang bakal digeber dalam waktu dekat. Buktinya, sejak kemarin (8/4) pemkab menggelar pembinaan dan pelatihan computer assisted test (CAT) kepada para mantan THL yang kontrak kerjanya sudah berakhir tersebut.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, ratusan mantan THL mendapat pembekalan di aula Minakjinggo kantor Pemkab Banyuwangi kemarin. Pembekalan diberikan oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi Choirul Ustadi dan Kepala Inspektorat Pudjo Hartanto.

Belum cukup sampai di situ, usai mendapat pembekalan mereka langsung diarahkan menuju kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP). Di kantor yang berlokasi di Jalan Agus Salim, Banyuwangi tersebut, mereka difasilitasi menjalani latihan mengerjakan soal-soal seleksi kompetensi berbasis komputer alias computer assisted test (CAT).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, pembinaan, pembekalan, sekaligus pelatihan CAT tersebut merupakan perwujudan komitmen pemkab untuk memprioritaskan para mantan THL yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang pada awal tahun ini. ”Materi pembinaan terkait kepegawaian, keuangan, juga terkait kedisiplinan, etika kepegawaian. Selain itu, mereka juga mendapat pelatihan CAT di kantor BKPP supaya saat pelaksanaan seleksi, mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Mujiono menuturkan, pembinaan dan pelatihan digelar dua hari, yakni sejak kemarin dan hari ini (9/4). ”Karena lokasinya tidak mencukupi untuk menampung 331 THL. Selain itu, karena saat ini pandemi masih terjadi, maka kita harus menjaga jarak,” kata dia.

Di sisi lain, Mujiono menyatakan pemkab segera membuka rekrutmen THL. Rencananya, rekrutmen dibuka mulai pekan depan. ”Rencana awal, rekrutmen kali ini dibuka untuk 375 Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja (PTT-PK) atau THL,” kata dia.

Sebelumnya, pihak pemkab menyatakan rekrutmen THL akan dibuka pada akhir Maret lalu. Namun, pada perkembangan berikutnya, rekrutmen tersebut diundur. Mujiono menegaskan, pengunduran jadwal seleksi THL itu dilakukan bukan untuk mengulur-ulur waktu. Sebaliknya, dia menyatakan pemkab butuh waktu untuk menyusun regulasi supaya rekrutmen THL kali ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

”Karena kami harus menyusun regulasi supaya tidak salah. Setelah regulasi kita susun, kita sampaikan kepada kepala SKPD agar punya pandangan yang sama, bagaimana tata cara melakukan rekrutmen tenaga yang dibutuhkan, fungsi-fungsi evaluasi yang telah dilakukan juga dijadikan dasar rekrutmen. Selain itu, juga agar tidak terjadi multitafsir di semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD),” beber Mujiono.

Seperti diketahui, kebijakan Pemkab Banyuwangi tidak memperpanjang kontrak kerja 331 THL yang bekerja di sejumlah SKPD sempat menuai polemik. Bahkan, sedikitnya dua kali dewan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) khusus untuk membahas persoalan tersebut.

Namun, polemik berangsur mereda setelah Bupati Ipuk Fiestiandani menemui langsung para mantan THL di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Kala itu, Ipuk menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para mantan THL yang telah mengabdi pada pemkab. ”Nama Bapak dan Ibu sekalian tetap kami catat dan akan mendapat prioritas pada rekrutmen THL yang akan dibuka pemkab,” ujar Ipuk kala itu. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/