alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Inspirasi Gus Dur untuk Memimpin Pemkab Banyuwangi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan terinspirasi dari sosok presiden keempat RI, yakni KH. Abduraahman Wahid alias Gus Dur. Hal itu terungkap saat Ipuk membuka secara virtual Haul ke-12 Gus Dur digelar Barisan Kader (Barikade) Gus Dur Banyuwangi di pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (9/1).

        Menurut Ipuk, Gus Dur menjadi inspirasi dirinya dalam memimpin Pemkab Banyuwangi. Terutama di masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak hal menjadi serba sulit. Mulai dari sektor kesehatan sampai ekonomi.

        Dia mengaku, ada satu perkataan Gus Dur yang begitu kuat menginspirasi dirinya. “Beliau pernah berkata, “menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerja lah yang membuat kita berharga,” kata Ipuk.

        Pesan Presiden keempat RI tersebut, lanjut Ipuk, menguatkan dirinya. Pandemi Covid-19 melanda sejak awal dirinya menjabat sebagai bupati, bukanlah hal harus dirutuki. Tapi, harus dihadapi dengan karya-karya inovatif dan kreatif. “Alhamdulillah, meski penuh keterbatasan, Banyuwangi terhitung mencatatkan kinerja  cukup baik selama pandemi ini. Penanganan Covid-19 berjalan baik. Vaksinasi sudah melebihi ambang batas 70 persen dan terus kita pacu sampai semaksimal mungkin. Begitu pula dengan level PPKM kita yang konsisten di level 1,” tuturnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Karangharjo Dapat Vaksin Booster

        Selain itu, lanjut Ipuk, berbagai prestasi juga berhasil ditorehkan oleh Banyuwangi pada tahun kemarin. Mulai mendapatkan nilai SAKIP A, Kabupaten Terinovatif, sampai peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Segala prestasi ini, tidak terlepas dari kerja keras semua pihak serta doa seluruh rakyat Banyuwangi. Sehingga Banyuwangi dapat melalui tantangan ini dengan cukup baik,” ungkapnya.

        Haul ke-12 Gus Dur tersebut dihadiri oleh para tokoh. Mulai kalangan lintas agama, tokoh partai politik, tokoh masyarakat, aktivis hingga penggerak-penggerak di tingkat desa.

Ketua Barikade Gus Dur Banyuwangi Nur Azizah menyebutkan, bahwa hal tersebut didorong oleh rasa kecintaan kepada sosok Ketua Umum PBNU  dikenal humanis dan pluralis itu. “Ini semua tidak terlepas dari kiprah Gus Dur sepanjang hidupnya. Beliau sangat mencintai rakyat kecil, kaum minoritas dan terpinggirkan. Cinta itu pun terus tumbuh di hati rakyat sampai hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Berjuang Pulihkan Ekonomi, Pemkab Sosialisasi Aplikasi "Bela UMKM"

        Sejumlah tokoh yang hadir adalah KH. Ahmad Basuni Salim, Kiai Mudzakir, Kiai Musclih, Kiai Haris Thohir, Ketua Rijalul Ansor Banyuwangi Gus Anas, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi H. Astro Djunaidi, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi Suminto, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Eka Waluyo dan lain sebagainya. Mereka juga memberikan testimoni tentang kenangan dan kesannya terhadap sosok Gus Dur. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan terinspirasi dari sosok presiden keempat RI, yakni KH. Abduraahman Wahid alias Gus Dur. Hal itu terungkap saat Ipuk membuka secara virtual Haul ke-12 Gus Dur digelar Barisan Kader (Barikade) Gus Dur Banyuwangi di pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (9/1).

        Menurut Ipuk, Gus Dur menjadi inspirasi dirinya dalam memimpin Pemkab Banyuwangi. Terutama di masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak hal menjadi serba sulit. Mulai dari sektor kesehatan sampai ekonomi.

        Dia mengaku, ada satu perkataan Gus Dur yang begitu kuat menginspirasi dirinya. “Beliau pernah berkata, “menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerja lah yang membuat kita berharga,” kata Ipuk.

        Pesan Presiden keempat RI tersebut, lanjut Ipuk, menguatkan dirinya. Pandemi Covid-19 melanda sejak awal dirinya menjabat sebagai bupati, bukanlah hal harus dirutuki. Tapi, harus dihadapi dengan karya-karya inovatif dan kreatif. “Alhamdulillah, meski penuh keterbatasan, Banyuwangi terhitung mencatatkan kinerja  cukup baik selama pandemi ini. Penanganan Covid-19 berjalan baik. Vaksinasi sudah melebihi ambang batas 70 persen dan terus kita pacu sampai semaksimal mungkin. Begitu pula dengan level PPKM kita yang konsisten di level 1,” tuturnya.

Baca Juga :  Bertemu Masyarakat Lereng Ijen, Ipuk Paparkan Program Infrastruktur

        Selain itu, lanjut Ipuk, berbagai prestasi juga berhasil ditorehkan oleh Banyuwangi pada tahun kemarin. Mulai mendapatkan nilai SAKIP A, Kabupaten Terinovatif, sampai peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Segala prestasi ini, tidak terlepas dari kerja keras semua pihak serta doa seluruh rakyat Banyuwangi. Sehingga Banyuwangi dapat melalui tantangan ini dengan cukup baik,” ungkapnya.

        Haul ke-12 Gus Dur tersebut dihadiri oleh para tokoh. Mulai kalangan lintas agama, tokoh partai politik, tokoh masyarakat, aktivis hingga penggerak-penggerak di tingkat desa.

Ketua Barikade Gus Dur Banyuwangi Nur Azizah menyebutkan, bahwa hal tersebut didorong oleh rasa kecintaan kepada sosok Ketua Umum PBNU  dikenal humanis dan pluralis itu. “Ini semua tidak terlepas dari kiprah Gus Dur sepanjang hidupnya. Beliau sangat mencintai rakyat kecil, kaum minoritas dan terpinggirkan. Cinta itu pun terus tumbuh di hati rakyat sampai hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Dibekali Pelatihan Bakar Ikan dengan Sajian Bintang Lima

        Sejumlah tokoh yang hadir adalah KH. Ahmad Basuni Salim, Kiai Mudzakir, Kiai Musclih, Kiai Haris Thohir, Ketua Rijalul Ansor Banyuwangi Gus Anas, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi H. Astro Djunaidi, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi Suminto, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Eka Waluyo dan lain sebagainya. Mereka juga memberikan testimoni tentang kenangan dan kesannya terhadap sosok Gus Dur. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/