alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

USAID Anugerahi Situbondo Kabupaten Terinklusif

SITUBONDO – United States Agency for International Development (USAID)  memilih Pemkab Situbondo sebagai Kabupaten Terinklusif  2021 di Jawa Timur. Ketua Pelopor Peduli Disabiltias Situbondo,  Luluk Ariantini, juga dinobatkan sebagai individu inspiratif. Penganugerahan predikat tersebut dilakukan secara virtual melalui acara Konferensi Nasional Sebuah Inisiatif Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Inklusif di ruang Intellegence Room Pemkab Situbondo, Kamis (07/10).

Informasi yang diterima koran ini, ada tujuh kabupaten/kota yang menjadi nominator kabupaten inklusif. Di antaranya Malang, Banyuwangi, Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, dan Jember. Dalam sambutannya, Bupati Situbondo, Drs. H. Karna Suswandi, M.M bersyukur karena daerah yang dipimpinnya terpilih menjadi Kabupaten Terinklusif dari USAID. Yaitu, sebuah badan pembangunan Internasional Amerika Serikat yang bergerak di bidang ekonomi, pembangunan dan kemanusiaan untuk negara negara lain di Dunia. Khususnya pada inisiatif ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang Inklusif.

“Ini berkat dukungan, partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo untuk bersama-sama tanpa membedakan, dengan kesetaraan yang ada, sehingga  kita terpilih sebagai Kabupaten  Terinklusif. Tak terkecuali berkat kerja keras dan komitmen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk mewujudkan kabupaten yang ramah disabilitas, termasuk menciptakan iklim kerja yang baik bagi disabilitas,” ujar bupati yang akrab disapa Bung Karna tersebut

Gelar ‘Kabupaten terinklusif’, kata Bupati, adalah bukti bahwa Pemkab Situbondo sudah melaksanakan pembangunan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Itu sebagai wujud kesetaraan dan inklusifitas Situbondo. Untuk memberikan dukungan terhadap kaum disabilitas, Pemkab Situbondo telah menerbitkan Perda Disabilitas, membangun aksesibilitas yang ramah disabilitas di berbagai tempat umum seperti, alun-alun kota, terminal, pasar, dan di perkantoran, khususnya yang memberikan pelayan.

“Jadi kita terus berusaha mengembangkan para difabel dan non difabel untuk terus berkarya di bidang  kewirausahaan dan ketenagakerjaan. Sehingga, mereka mendapatkan tempat baik di lingkungan pemerintah daerah, maupun di perusahaan-perusahaan, atau berkreasi sendiri dengan berwirausaha secara mandiri,” papar Bung Karna.

Ke depan, Pemkab Situbondo akan terus mensuport agar kreatifitas dan inovasi yang dilakukan oleh para kaum difabel dan non difabel bisa terus berkembang dengan baik. Sehingga, perekonomian masyarakat Situbondo akan lebih berkembang dengan lebih baik.

Bupati berharap, predikat ‘Kabupaten Terinklusif; bisa memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Situbondo, dalam mewujudkan perekonomian inklusif. Masyarakat sehat, ekonomi kuat, disabilitas berdaya dan Situbondo Berjaya (berakhlak, adil, sejahtera dan berdaya). (mg4/pri/adv)

SITUBONDO – United States Agency for International Development (USAID)  memilih Pemkab Situbondo sebagai Kabupaten Terinklusif  2021 di Jawa Timur. Ketua Pelopor Peduli Disabiltias Situbondo,  Luluk Ariantini, juga dinobatkan sebagai individu inspiratif. Penganugerahan predikat tersebut dilakukan secara virtual melalui acara Konferensi Nasional Sebuah Inisiatif Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Inklusif di ruang Intellegence Room Pemkab Situbondo, Kamis (07/10).

Informasi yang diterima koran ini, ada tujuh kabupaten/kota yang menjadi nominator kabupaten inklusif. Di antaranya Malang, Banyuwangi, Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, dan Jember. Dalam sambutannya, Bupati Situbondo, Drs. H. Karna Suswandi, M.M bersyukur karena daerah yang dipimpinnya terpilih menjadi Kabupaten Terinklusif dari USAID. Yaitu, sebuah badan pembangunan Internasional Amerika Serikat yang bergerak di bidang ekonomi, pembangunan dan kemanusiaan untuk negara negara lain di Dunia. Khususnya pada inisiatif ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang Inklusif.

“Ini berkat dukungan, partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo untuk bersama-sama tanpa membedakan, dengan kesetaraan yang ada, sehingga  kita terpilih sebagai Kabupaten  Terinklusif. Tak terkecuali berkat kerja keras dan komitmen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk mewujudkan kabupaten yang ramah disabilitas, termasuk menciptakan iklim kerja yang baik bagi disabilitas,” ujar bupati yang akrab disapa Bung Karna tersebut

Gelar ‘Kabupaten terinklusif’, kata Bupati, adalah bukti bahwa Pemkab Situbondo sudah melaksanakan pembangunan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Itu sebagai wujud kesetaraan dan inklusifitas Situbondo. Untuk memberikan dukungan terhadap kaum disabilitas, Pemkab Situbondo telah menerbitkan Perda Disabilitas, membangun aksesibilitas yang ramah disabilitas di berbagai tempat umum seperti, alun-alun kota, terminal, pasar, dan di perkantoran, khususnya yang memberikan pelayan.

“Jadi kita terus berusaha mengembangkan para difabel dan non difabel untuk terus berkarya di bidang  kewirausahaan dan ketenagakerjaan. Sehingga, mereka mendapatkan tempat baik di lingkungan pemerintah daerah, maupun di perusahaan-perusahaan, atau berkreasi sendiri dengan berwirausaha secara mandiri,” papar Bung Karna.

Ke depan, Pemkab Situbondo akan terus mensuport agar kreatifitas dan inovasi yang dilakukan oleh para kaum difabel dan non difabel bisa terus berkembang dengan baik. Sehingga, perekonomian masyarakat Situbondo akan lebih berkembang dengan lebih baik.

Bupati berharap, predikat ‘Kabupaten Terinklusif; bisa memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Situbondo, dalam mewujudkan perekonomian inklusif. Masyarakat sehat, ekonomi kuat, disabilitas berdaya dan Situbondo Berjaya (berakhlak, adil, sejahtera dan berdaya). (mg4/pri/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/