alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Hasil dari Hari Belanja Akan Didonasikan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hari belanja ke Pasar Rakyat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali digeber kemarin (8/8). Kali ini, gerakan tersebut difokuskan untuk membeli bahan kebutuhan pokok di pasar atau warung terdekat.

          Gerakan yang digeber setiap tanggal “cantik” ini menunjukkan bahwa semangat berbagai elemen masyarakat untuk bergotong royong menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM di Banyuwangi belum surut. Sebab, gerakan ini tidak hanya diikuti para aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga melibatkan karyawan badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), pegawai sektor swasta, dan berbagai komunitas di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

          Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, pada edisi bulan Agustus ini berbagai elemen masyarakat digerakkan untuk berbelanja di pasar maupun warung atau UMKM sekitar rumah masing-masing. “Mengingat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih berlangsung, maka ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, dan berbagai elemen masyarakat kita gerakkan untuk berbelanja di pasar maupun warung terdekat dengan kediaman masing-masing”, ujarnya.

          Ipuk mengungkapkan, selain menggerakkan ekonomi sektor pasar rakyat dan UMKM dari gerakan berbelanja, kegiatan ini juga dalam rangka membantu warga yang membutuhkan.  “Hasil belanja dari para ASN ini kita kumpulkan dan kita donasikan untuk warga yang membutuhkan,” tambahnya.

          Sementara itu, pagi kemarin Bupati Ipuk ikut berbelanja sembako di warung sekitar rumahnya di Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Sembari naik sepeda bareng keluarga, Ipuk berbelanja ke toko kelontong milik Ribut, salah satu tetangga orang nomor satu di lingkup Pemkab Banyuwangi tersebut. Ipuk berbelanja sejumlah sembako, seperti minyak goreng dan beras.

          Ribut menyambut baik gerakan belanja yang telah digeber sejak April lalu tersebut. Dia menyebut gerakan ini dapat menambah pendapatan para pelaku UMKM seperti dia. Terlebih di masa PPKM menyebabkan kemampuan belanja masyarakat menjadi menurun, sehingga pendapatannya pun berkurang. “Mudah-mudahan kegiatan ini barokah, hingga sembako ini sampai di tangan masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.

          Di tengah aktivitasnya berbelanja di sekitar rumahnya, Ipuk juga membeli roti di warung-warung kecil di sepanjang jalan untuk dibagikan kepada warga yang sedang bekerja bakti. “Ini rotinya dibagi-bagi sama yang lain, jangan lupa jaga protokol kesehatan (prokes), pakai masker,” kata Ipuk kepada warga yang sedang membersihkan lingkungan.

          Hari Belanja ke Pasar dan UMKM telah dilaksanakan sejak 4 April 2021. Setiap bulan, temanya berubah. Ada yang menyasar khusus usaha milik purna migran, perempuan kepala keluarga, dan sebagainya. Sejak Juli, gerakan ini difokuskan belanja sembako yang hasilnya kemudian didonasikan. Pada 7 Juli (7/7), lebih dari 51 ton beras didonasikan dari gerakan gotong royong ini.

          Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Banyuwangi Heny Sugiharti menambahkan, Pemkab Banyuwangi juga menggelar gerakan belanja ASN ke pedagang kaki lima (PKL) atau warung rakyat. ASN digerakkan untuk membeli makanan-minuman dan barang ke PKL selama pemberlakuan PPKM level 4. “Dengan gerakan ASN belanja ke PKL selama pemberlakuan PPKM, semoga bisa ikut membantu menggerakkan perekonomian,” pungkasnya

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hari belanja ke Pasar Rakyat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali digeber kemarin (8/8). Kali ini, gerakan tersebut difokuskan untuk membeli bahan kebutuhan pokok di pasar atau warung terdekat.

          Gerakan yang digeber setiap tanggal “cantik” ini menunjukkan bahwa semangat berbagai elemen masyarakat untuk bergotong royong menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM di Banyuwangi belum surut. Sebab, gerakan ini tidak hanya diikuti para aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga melibatkan karyawan badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), pegawai sektor swasta, dan berbagai komunitas di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

          Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, pada edisi bulan Agustus ini berbagai elemen masyarakat digerakkan untuk berbelanja di pasar maupun warung atau UMKM sekitar rumah masing-masing. “Mengingat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih berlangsung, maka ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, dan berbagai elemen masyarakat kita gerakkan untuk berbelanja di pasar maupun warung terdekat dengan kediaman masing-masing”, ujarnya.

          Ipuk mengungkapkan, selain menggerakkan ekonomi sektor pasar rakyat dan UMKM dari gerakan berbelanja, kegiatan ini juga dalam rangka membantu warga yang membutuhkan.  “Hasil belanja dari para ASN ini kita kumpulkan dan kita donasikan untuk warga yang membutuhkan,” tambahnya.

          Sementara itu, pagi kemarin Bupati Ipuk ikut berbelanja sembako di warung sekitar rumahnya di Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Sembari naik sepeda bareng keluarga, Ipuk berbelanja ke toko kelontong milik Ribut, salah satu tetangga orang nomor satu di lingkup Pemkab Banyuwangi tersebut. Ipuk berbelanja sejumlah sembako, seperti minyak goreng dan beras.

          Ribut menyambut baik gerakan belanja yang telah digeber sejak April lalu tersebut. Dia menyebut gerakan ini dapat menambah pendapatan para pelaku UMKM seperti dia. Terlebih di masa PPKM menyebabkan kemampuan belanja masyarakat menjadi menurun, sehingga pendapatannya pun berkurang. “Mudah-mudahan kegiatan ini barokah, hingga sembako ini sampai di tangan masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.

          Di tengah aktivitasnya berbelanja di sekitar rumahnya, Ipuk juga membeli roti di warung-warung kecil di sepanjang jalan untuk dibagikan kepada warga yang sedang bekerja bakti. “Ini rotinya dibagi-bagi sama yang lain, jangan lupa jaga protokol kesehatan (prokes), pakai masker,” kata Ipuk kepada warga yang sedang membersihkan lingkungan.

          Hari Belanja ke Pasar dan UMKM telah dilaksanakan sejak 4 April 2021. Setiap bulan, temanya berubah. Ada yang menyasar khusus usaha milik purna migran, perempuan kepala keluarga, dan sebagainya. Sejak Juli, gerakan ini difokuskan belanja sembako yang hasilnya kemudian didonasikan. Pada 7 Juli (7/7), lebih dari 51 ton beras didonasikan dari gerakan gotong royong ini.

          Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Banyuwangi Heny Sugiharti menambahkan, Pemkab Banyuwangi juga menggelar gerakan belanja ASN ke pedagang kaki lima (PKL) atau warung rakyat. ASN digerakkan untuk membeli makanan-minuman dan barang ke PKL selama pemberlakuan PPKM level 4. “Dengan gerakan ASN belanja ke PKL selama pemberlakuan PPKM, semoga bisa ikut membantu menggerakkan perekonomian,” pungkasnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/