alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Dewan Tagih Kejelasan ”Nasib” THL

RadarBanyuwangi.id – DPRD Banyuwangi mendesak eksekutif segera memberikan kejelasan ”nasib” ratusan mantan tenaga harian lepas (THL) yang kontraknya habis dan tidak diperpanjang pada awal tahun ini. Dewan menagih janji eksekutif yang telah berkomitmen membuka rekrutmen serta memprioritaskan para mantan THL yang telah mengabdi di pemkab tersebut.

Seperti diketahui, pemkab tidak memperpanjang kontrak kerja 331 THL yang bekerja di sejumlah SKPD pada awal tahun ini. Sontak, hal itu menuai polemik di masyarakat. Bahkan, sedikitnya dua kali dewan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) khusus membahas persoalan tersebut.

Namun, polemik berangsur mereda setelah Bupati Ipuk Fiestiandani menemui langsung para mantan THL di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Kala itu, Ipuk menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para mantan THL yang telah mengabdi pada pemkab. ”Nama Bapak dan Ibu sekalian tetap kami catat dan akan mendapat prioritas pada rekrutmen THL yang akan dibuka pemkab,” ujar Ipuk kala itu.

Sebagai tindak lanjut komitmen Bupati Ipuk tersebut, pemkab lantas menggelar pembinaan dan pelatihan computer assisted test (CAT) kepada para mantan TNL yang kontrak kerjanya sudah berakhir tersebut pada awal April lalu (8/4). Namun, setelah pembinaan dan pelatihan digelar, hingga kemarin (3/5) belum ada perkembangan berarti terkait rencana rekrutmen THL tersebut.

Baca Juga :  Cegah PMK, Golkar Bagikan Langsung 93 Sapi dan 48 Kambing Kurban

Tak ayal, hal itu memantik reaksi dewan. Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara mendesak eksekutif segera memberikan kejelasan nasib para mantan THL tersebut. ”Sampai saat ini (kemarin) sikap pemkab belum jelas, apakah mereka kembali dipekerjakan, ada rekrutmen ulang, atau bagaimana? Kami berharap segera diperjelas,” ujarnya.

Menurut Made, sebelumnya pihak eksekutif menyampaikan segera membuka rekrutmen THL setelah peraturan bupati (perbup) yang akan dijadikan payung hukum rekrutmen tenaga harian lepas itu selesai disusun dan diundangkan. ”Kami bertanya apakah sampai saat ini perbup itu sudah rampung atau belum. Kami juga bertanya, apakah para THL itu direkrut semua, seleksi ulang, atau bagaimana. Sampai saat ini kami belum tahu kejelasannya. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, kasihan para mantan THL tersebut,” kata dia.

Apalagi, imbuh Made, beberapa waktu lalu pihak eksekutif menyampaikan rekrutmen THL tahun ini akan tuntas digelar sebelum Lebaran. ”Namun, faktanya hingga beberapa hari jelang Idul Fitri, belum ada kejelasan kapan rekrutmen THL dibuka,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Pemkab Banyuwangi mulai mewujudkan komitmen untuk memprioritaskan 331 mantan personel tenaga harian lepas (THL) dalam rekrutmen yang bakal digeber dalam waktu dekat. Buktinya, pemkab menggelar pembinaan dan pelatihan computer assisted test (CAT) kepada para mantan TNL yang kontrak kerjanya sudah berakhir tersebut sejak Kamis (8/4).

Baca Juga :  Transaksi Elektronik untuk Meminimalkan Kebocoran PAD

Ratusan mantan THL mendapat pembekalan di aula Minakjinggo kantor Pemkab Banyuwangi. Pembekalan diberikan oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi Choirul Ustadi dan Kepala Inspektorat Pudjo Hartanto.

Belum cukup sampai di situ, usai mendapat pembekalan, mereka langsung diarahkan menuju kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP). Di kantor yang berlokasi di Jalan Agus Salim, Banyuwangi tersebut, mereka difasilitasi menjalani latihan mengerjakan soal-soal seleksi kompetensi berbasis komputer alias computer assisted test (CAT).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, pembinaan, pembekalan, sekaligus pelatihan CAT tersebut merupakan perwujudan komitmen pemkab untuk memprioritaskan para mantan THL yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang pada awal tahun ini. ”Materi pembinaan terkait kepegawaian, keuangan, juga terkait kedisiplinan dan etika kepegawaian. Selain itu, mereka juga mendapat pelatihan CAT di kantor BKPP supaya saat pelaksanaan seleksi, mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Mujiono menuturkan, pembinaan dan pelatihan digelar dua hari, yakni sejak Kamis dan Jumat (9/4). ”Karena lokasinya tidak mencukupi untuk menampung 331 THL. Selain itu, karena saat ini pandemi masih terjadi, maka kita harus menjaga jarak,” kata dia. (sgt/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – DPRD Banyuwangi mendesak eksekutif segera memberikan kejelasan ”nasib” ratusan mantan tenaga harian lepas (THL) yang kontraknya habis dan tidak diperpanjang pada awal tahun ini. Dewan menagih janji eksekutif yang telah berkomitmen membuka rekrutmen serta memprioritaskan para mantan THL yang telah mengabdi di pemkab tersebut.

Seperti diketahui, pemkab tidak memperpanjang kontrak kerja 331 THL yang bekerja di sejumlah SKPD pada awal tahun ini. Sontak, hal itu menuai polemik di masyarakat. Bahkan, sedikitnya dua kali dewan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) khusus membahas persoalan tersebut.

Namun, polemik berangsur mereda setelah Bupati Ipuk Fiestiandani menemui langsung para mantan THL di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Kala itu, Ipuk menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para mantan THL yang telah mengabdi pada pemkab. ”Nama Bapak dan Ibu sekalian tetap kami catat dan akan mendapat prioritas pada rekrutmen THL yang akan dibuka pemkab,” ujar Ipuk kala itu.

Sebagai tindak lanjut komitmen Bupati Ipuk tersebut, pemkab lantas menggelar pembinaan dan pelatihan computer assisted test (CAT) kepada para mantan TNL yang kontrak kerjanya sudah berakhir tersebut pada awal April lalu (8/4). Namun, setelah pembinaan dan pelatihan digelar, hingga kemarin (3/5) belum ada perkembangan berarti terkait rencana rekrutmen THL tersebut.

Baca Juga :  Dibutuhkan Mendukung Kebijakan Pemerintah saat Pandemi secara Luas

Tak ayal, hal itu memantik reaksi dewan. Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara mendesak eksekutif segera memberikan kejelasan nasib para mantan THL tersebut. ”Sampai saat ini (kemarin) sikap pemkab belum jelas, apakah mereka kembali dipekerjakan, ada rekrutmen ulang, atau bagaimana? Kami berharap segera diperjelas,” ujarnya.

Menurut Made, sebelumnya pihak eksekutif menyampaikan segera membuka rekrutmen THL setelah peraturan bupati (perbup) yang akan dijadikan payung hukum rekrutmen tenaga harian lepas itu selesai disusun dan diundangkan. ”Kami bertanya apakah sampai saat ini perbup itu sudah rampung atau belum. Kami juga bertanya, apakah para THL itu direkrut semua, seleksi ulang, atau bagaimana. Sampai saat ini kami belum tahu kejelasannya. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, kasihan para mantan THL tersebut,” kata dia.

Apalagi, imbuh Made, beberapa waktu lalu pihak eksekutif menyampaikan rekrutmen THL tahun ini akan tuntas digelar sebelum Lebaran. ”Namun, faktanya hingga beberapa hari jelang Idul Fitri, belum ada kejelasan kapan rekrutmen THL dibuka,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Pemkab Banyuwangi mulai mewujudkan komitmen untuk memprioritaskan 331 mantan personel tenaga harian lepas (THL) dalam rekrutmen yang bakal digeber dalam waktu dekat. Buktinya, pemkab menggelar pembinaan dan pelatihan computer assisted test (CAT) kepada para mantan TNL yang kontrak kerjanya sudah berakhir tersebut sejak Kamis (8/4).

Baca Juga :  Komisi III Dorong Aset PDAU Dimanfaatkan Optimal

Ratusan mantan THL mendapat pembekalan di aula Minakjinggo kantor Pemkab Banyuwangi. Pembekalan diberikan oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi Choirul Ustadi dan Kepala Inspektorat Pudjo Hartanto.

Belum cukup sampai di situ, usai mendapat pembekalan, mereka langsung diarahkan menuju kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP). Di kantor yang berlokasi di Jalan Agus Salim, Banyuwangi tersebut, mereka difasilitasi menjalani latihan mengerjakan soal-soal seleksi kompetensi berbasis komputer alias computer assisted test (CAT).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, pembinaan, pembekalan, sekaligus pelatihan CAT tersebut merupakan perwujudan komitmen pemkab untuk memprioritaskan para mantan THL yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang pada awal tahun ini. ”Materi pembinaan terkait kepegawaian, keuangan, juga terkait kedisiplinan dan etika kepegawaian. Selain itu, mereka juga mendapat pelatihan CAT di kantor BKPP supaya saat pelaksanaan seleksi, mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Mujiono menuturkan, pembinaan dan pelatihan digelar dua hari, yakni sejak Kamis dan Jumat (9/4). ”Karena lokasinya tidak mencukupi untuk menampung 331 THL. Selain itu, karena saat ini pandemi masih terjadi, maka kita harus menjaga jarak,” kata dia. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/