alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Pengentasan KemiskinanTerbantu Program Baznas

BANYUWANGI –  Camat Glagah Astorik mengaku program pengentasan kemiskinan di wilayahnya sangat terbantu dengan program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi.  Pria penerima penghargaan terbaik ketiga sebagai camat penggerak pertumbuhan kesadaran masyarakat dalam zakat, infak, dan sedekah tersebut mengatakan akan melakukan inovasi di tahun 2018 ini.

Astorik mengaku program sosial kemasyarakatan dan pengentasan kemiskinan di Kecamatan Glagah sangat terbantu dengan kehadiran Baznas. Apalagi, dalam pendistribusian zakat, infak dan sedekah kepada para mustahik tidak perlu dengan persyaratan yang rumit. ”Tugas kami di kecamatan semakin ringan bersinergi dengan Baznas. Pengentasan kemiskinan di desa-desa bisa cepat tertangani,” ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan, Astorik juga selalu ikut bersama unit pengumpul zakat (UPZ) baik dalam hal pengumpulan maupun pendistribusian ZIS kepada para mustahik. Dia justru banyak tahu langsung kondisi riil masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan dan butuh bantuan penanganan dengan segera. ”Saya berterima kasih pada Baznas yang telah memberikan penghargaan kepada kami. Ini sebagai pelecut semangat kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Selama tahun 2017 lalu, jelas Astorik, dia menggerakkan para dermawan yang ada di seluruh Kecamatan Glagah untuk bisa menyisihkan rezeki yang telah diterima untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah. Hasilnya juga luar biasa dan dirasakan manfaatkan oleh masyarakat. ”Dengan geropyokan bersama-sama dalam mengentaskan kemiskinan. Maka akan semakin ringan,” terangnya.

Pada tahun 2018 ini, lanjut Astorik, dia juga akan melakukan terobosan dan inovasi lainnya untuk kembali menggerakkan kesadaran masyarakat dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah. (ddy/afi/c1)

BANYUWANGI –  Camat Glagah Astorik mengaku program pengentasan kemiskinan di wilayahnya sangat terbantu dengan program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi.  Pria penerima penghargaan terbaik ketiga sebagai camat penggerak pertumbuhan kesadaran masyarakat dalam zakat, infak, dan sedekah tersebut mengatakan akan melakukan inovasi di tahun 2018 ini.

Astorik mengaku program sosial kemasyarakatan dan pengentasan kemiskinan di Kecamatan Glagah sangat terbantu dengan kehadiran Baznas. Apalagi, dalam pendistribusian zakat, infak dan sedekah kepada para mustahik tidak perlu dengan persyaratan yang rumit. ”Tugas kami di kecamatan semakin ringan bersinergi dengan Baznas. Pengentasan kemiskinan di desa-desa bisa cepat tertangani,” ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan, Astorik juga selalu ikut bersama unit pengumpul zakat (UPZ) baik dalam hal pengumpulan maupun pendistribusian ZIS kepada para mustahik. Dia justru banyak tahu langsung kondisi riil masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan dan butuh bantuan penanganan dengan segera. ”Saya berterima kasih pada Baznas yang telah memberikan penghargaan kepada kami. Ini sebagai pelecut semangat kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Selama tahun 2017 lalu, jelas Astorik, dia menggerakkan para dermawan yang ada di seluruh Kecamatan Glagah untuk bisa menyisihkan rezeki yang telah diterima untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah. Hasilnya juga luar biasa dan dirasakan manfaatkan oleh masyarakat. ”Dengan geropyokan bersama-sama dalam mengentaskan kemiskinan. Maka akan semakin ringan,” terangnya.

Pada tahun 2018 ini, lanjut Astorik, dia juga akan melakukan terobosan dan inovasi lainnya untuk kembali menggerakkan kesadaran masyarakat dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah. (ddy/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/