alexametrics
26.1 C
Banyuwangi
Tuesday, August 16, 2022

Pemkab Banyuwangi Gelontor Bantuan Asuransi Gratis untuk 5 Ribu Nelayan 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program bantuan asuransi gratis bagi para nelayan. Tidak tanggung-tanggung, tahun ini bantuan digelontorkan kepada 5 ribu nelayan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Jumlah penerima bantuan premi asuransi tersebut mencapai dua kali lipat dibanding tahun lalu. Pada 2021, pemkab memberikan bantuan premi asuransi untuk memberikan perlindungan kepada 2.500 nelayan kecil dan tradisional di Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani berharap, bantuan premi asuransi tersebut bisa memberikan jaminan perlindungan bagi nelayan. Selain itu, bantuan tersebut juga dapat menumbuhkan kesadaran bagi nelayan terhadap pentingnya berasuransi dan membangun keinginan nelayan untuk ikut serta berasuransi secara mandiri. ”Masa pertanggungan program ini berlaku terbatas. Setelah itu, nelayan kita dorong tetap berasuransi dengan asuransi nelayan mandiri mengingat manfaatnya yang begitu besar,” ujarnya saat menyerahkan bantuan secara simbolis dalam rangkaian sosialisasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, beberapa waktu lalu (27/6).

Baca Juga :  Realisasi PAD Baru Rp 190 Miliar dari target Rp 460 miliar

Lebih jauh Ipuk menuturkan, asuransi ini sebagai stimulus dengan harapan para nelayan memiliki kesadaran berasuransi dengan premi sebesar Rp16.800 per bulan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. ”Nelayan merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko besar. Program asuransi ini akan menjamin perlindungan para nelayan terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi saat mereka bekerja,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Alief Rachman Kartiono menambahkan, sasaran program asuransi tersebut adalah para nelayan kecil, yakni nelayan yang memiliki kapal di bawah 5 GT. Syaratnya, nelayan memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) dan telah mengantongi Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). ”Kusuka ini membuktikan bahwa mereka benar-benar nelayan. Di data kami, ada sekitar 6.450 nelayan yang terdaftar di Kusuka. Kami harapkan program ini tepat sasaran,” tuturnya.

Baca Juga :  Majelis Hakim PTUN Akan Turun ke Pakel

Alief mengaku pihaknya terus mendorong agar nelayan bisa ikut asuransi. Pertanggungan yang dijamin berupa kecelakaan yang menyebabkan kematian atau cacat tetap serta jaminan biaya pengobatan. Antara lain bila terjadi kematian karena kecelakaan kerja mendapat pertanggungan Rp 70 juta, ditambah beasiswa anak 2 juta. Bila terjadi kematian bukan karena kecelakaan kerja mendapat uang pertanggungan Rp 42 juta. ”Kami terus melakukan sosialisasi kepada nelayan karena besarnya manfaat ikut asuransi ini. Kami membuka layanan di gerai perizinan nelayan di Grajagan, Kecamatan Purwoharjo untuk pengurusan kartu Kusuka maupun fasilitasi asuransi. Juga door to door saat pendampingan kelompok untuk asuransi,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program bantuan asuransi gratis bagi para nelayan. Tidak tanggung-tanggung, tahun ini bantuan digelontorkan kepada 5 ribu nelayan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Jumlah penerima bantuan premi asuransi tersebut mencapai dua kali lipat dibanding tahun lalu. Pada 2021, pemkab memberikan bantuan premi asuransi untuk memberikan perlindungan kepada 2.500 nelayan kecil dan tradisional di Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani berharap, bantuan premi asuransi tersebut bisa memberikan jaminan perlindungan bagi nelayan. Selain itu, bantuan tersebut juga dapat menumbuhkan kesadaran bagi nelayan terhadap pentingnya berasuransi dan membangun keinginan nelayan untuk ikut serta berasuransi secara mandiri. ”Masa pertanggungan program ini berlaku terbatas. Setelah itu, nelayan kita dorong tetap berasuransi dengan asuransi nelayan mandiri mengingat manfaatnya yang begitu besar,” ujarnya saat menyerahkan bantuan secara simbolis dalam rangkaian sosialisasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, beberapa waktu lalu (27/6).

Baca Juga :  Anggota PPK Dipangkas Jadi Tiga

Lebih jauh Ipuk menuturkan, asuransi ini sebagai stimulus dengan harapan para nelayan memiliki kesadaran berasuransi dengan premi sebesar Rp16.800 per bulan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. ”Nelayan merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko besar. Program asuransi ini akan menjamin perlindungan para nelayan terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi saat mereka bekerja,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Alief Rachman Kartiono menambahkan, sasaran program asuransi tersebut adalah para nelayan kecil, yakni nelayan yang memiliki kapal di bawah 5 GT. Syaratnya, nelayan memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) dan telah mengantongi Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). ”Kusuka ini membuktikan bahwa mereka benar-benar nelayan. Di data kami, ada sekitar 6.450 nelayan yang terdaftar di Kusuka. Kami harapkan program ini tepat sasaran,” tuturnya.

Baca Juga :  Dilelang Jabatan Kepala SKPD BWI ini Tidak Ada yang Daftar

Alief mengaku pihaknya terus mendorong agar nelayan bisa ikut asuransi. Pertanggungan yang dijamin berupa kecelakaan yang menyebabkan kematian atau cacat tetap serta jaminan biaya pengobatan. Antara lain bila terjadi kematian karena kecelakaan kerja mendapat pertanggungan Rp 70 juta, ditambah beasiswa anak 2 juta. Bila terjadi kematian bukan karena kecelakaan kerja mendapat uang pertanggungan Rp 42 juta. ”Kami terus melakukan sosialisasi kepada nelayan karena besarnya manfaat ikut asuransi ini. Kami membuka layanan di gerai perizinan nelayan di Grajagan, Kecamatan Purwoharjo untuk pengurusan kartu Kusuka maupun fasilitasi asuransi. Juga door to door saat pendampingan kelompok untuk asuransi,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/