alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Kepemimpinan Anas Tuai Apresiasi Akademisi dan Politisi

JawaPos.com – Model kepemimpinan yang dijalankan Bupati Abdullah Azwar Anas di lingkup Pemkab Banyuwangi selama dua periode dipotret positif berbagai kalangan. Termasuk dari para akademisi maupun kalangan politisi.

Hal itu tergambar pada forum virtual yang digelar Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair). Forum tersebut dihadiri Wakil Direktur Pascasarjana Unair Prof Suparto Wijoyo, serta anggota DPRD Provinsi Jatim, yakni Basuki Babussalam dan Ahmad Hadinudin.

Direktur Sekolah Pascasarjana Unair Prof Badri Munir Sukoco mengatakan, sebuah daerah bisa berkembang atau tidak sangat bergantung kepada pemimpinnya. Menurutnya, hanya pemimpin yang mampu mengorkestrasi bawahannya yang bakal mampu memberikan perubahan positif bagi daerah.

Badri lantas mencontohkan Banyuwangi. Menurut dia, Bupati Anas mampu mengorkestrasi seluruh ekosistem yang ada untuk bergerak bersama memajukan kabupaten ujung timur Pulau Jawa. ”Ini adalah contoh pemimpin transformatif yang sangat menginspirasi,” ujarnya.

Badri berharap, kiprah Anas ditiru para pemimpin daerah yang lain. ”Sehingga terinspirasi menjadi pemimpin yang transformatif dan bisa melakukan transformasi ekonomi di daerahnya, seperti yang dilakukan Banyuwangi,” imbuhnya.

Badri pun mengapresiasi Banyuwangi yang dinilai tepat memilih pariwisata sebagai lokomotif penggerak pembangunan daerah. Pariwisata terbukti mampu mendongkrak sosial perekonomian masyarakat Banyuwangi. ”Transformasi ekonomi membutuhkan industri strategis yang memiliki total linkage terbesar. Banyuwangi jeli memilih pariwisata sebagai industri strategis untuk mengubah sosial ekonomi warganya. Hasilnya angka kemiskinan turun dari 20,09 persen tahun 2010 menjadi 8,06 persen (di tahun 2020),” tuturnya.

Baca Juga :  Dampingi Gus Ipul Kampanye Pilgub, Bupati Anas Cuti Dua Hari

Apresiasi juga disampaikan anggota DPRD Provinsi Jatim Basuki Babussalam. Menurutnya, dengan transformasi kepemimpinan Banyuwangi saat ini seluruh potensi daerah bisa tergali maksimal. ”Banyuwangi punya potensi besar, namun belum tergali optimal pada kepemimpinan sebelumnya. Dengan kreativitas dan inovasi pemimpin saat ini, akselerasi Banyuwangi begitu terlihat. Bagi kami ini sebuah keajaiban kepemimpinan. Pemimpin tidak hanya hadir tapi mampu mengubah paradigma daerahnya,” kata dia.

Sebelumnya Bupati Anas membeber strategi kepemimpinannya selama memimpin Banyuwangi. Salah satunya, terus berinovasi. ”Salah satu kunci sukses kepemimpinan adalah tak pernah puas berinovasi. Pemimpin harus kreatif melahirkan ide-ide baru untuk menembus segala keterbatasan daerah,” kata Anas.

Anas mengaku, inovasi yang dikembangkan Banyuwangi sebenarnya berangkat dari keterbatasan yang ada. Misalnya, untuk efektivitas pelayanan publik hingga ke pelosok desa, Banyuwangi membuat program ”Smart Kampung” yang mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI). Saat ini, 189 desa di Banyuwangi telah teraliri serat optik (fiber optic).

”Program ini bisa melipat waktu dan jarak. Dengan Smart Kampung, secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Saat pandemi Covid-19, Smart Kampung juga memudahkan pendataan penerima bansos. Sistem akan otomatis menolak data warga yang telah ter-cover skema bantuan, sehingga menghindari adanya tumpang tindih penerima,” terang Anas.

Baca Juga :  LaNyalla Mattalitti: Banyuwangi Siap Masuki Kebiayaan Anyar

Sama halnya di bidang pariwisata, khusus di masa adaptasi baru ini Banyuwangi menyusun skema protokol kesehatan dan menerapkannya secara ketat di sejumlah destinasi wisata. ”Kami melakukan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 untuk seluruh destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat. Semua yang telah lulus uji protokol ketat yang dijalankan dan disupervisi para ahli Dinas Kesehatan diberi sertifikat dan disajikan di aplikasi Banyuwangi Tourism. Sertifikasi serupa juga kami lakukan kepada para pemandu wisata. Hal ini untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bersama,” beber Anas.

Selanjutnya, Anas mengatakan bahwa pemimpin harus bisa menyamakan frekuensi dengan para stafnya. Kebijakan pimpinan harus detail sehingga bisa dieksekusi dengan tepat hingga di tingkat bawah. ”Ini kami siasati dengan selalu berkomunikasi dengan para birokrat. Saya rutin menggelar rapat secara langsung maupun virtual. Sehingga ide-ide yang muncul bisa segera dieksekusi,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

JawaPos.com – Model kepemimpinan yang dijalankan Bupati Abdullah Azwar Anas di lingkup Pemkab Banyuwangi selama dua periode dipotret positif berbagai kalangan. Termasuk dari para akademisi maupun kalangan politisi.

Hal itu tergambar pada forum virtual yang digelar Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair). Forum tersebut dihadiri Wakil Direktur Pascasarjana Unair Prof Suparto Wijoyo, serta anggota DPRD Provinsi Jatim, yakni Basuki Babussalam dan Ahmad Hadinudin.

Direktur Sekolah Pascasarjana Unair Prof Badri Munir Sukoco mengatakan, sebuah daerah bisa berkembang atau tidak sangat bergantung kepada pemimpinnya. Menurutnya, hanya pemimpin yang mampu mengorkestrasi bawahannya yang bakal mampu memberikan perubahan positif bagi daerah.

Badri lantas mencontohkan Banyuwangi. Menurut dia, Bupati Anas mampu mengorkestrasi seluruh ekosistem yang ada untuk bergerak bersama memajukan kabupaten ujung timur Pulau Jawa. ”Ini adalah contoh pemimpin transformatif yang sangat menginspirasi,” ujarnya.

Badri berharap, kiprah Anas ditiru para pemimpin daerah yang lain. ”Sehingga terinspirasi menjadi pemimpin yang transformatif dan bisa melakukan transformasi ekonomi di daerahnya, seperti yang dilakukan Banyuwangi,” imbuhnya.

Badri pun mengapresiasi Banyuwangi yang dinilai tepat memilih pariwisata sebagai lokomotif penggerak pembangunan daerah. Pariwisata terbukti mampu mendongkrak sosial perekonomian masyarakat Banyuwangi. ”Transformasi ekonomi membutuhkan industri strategis yang memiliki total linkage terbesar. Banyuwangi jeli memilih pariwisata sebagai industri strategis untuk mengubah sosial ekonomi warganya. Hasilnya angka kemiskinan turun dari 20,09 persen tahun 2010 menjadi 8,06 persen (di tahun 2020),” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Siapkan Tes Antigen Gratis bagi Peserta SKD

Apresiasi juga disampaikan anggota DPRD Provinsi Jatim Basuki Babussalam. Menurutnya, dengan transformasi kepemimpinan Banyuwangi saat ini seluruh potensi daerah bisa tergali maksimal. ”Banyuwangi punya potensi besar, namun belum tergali optimal pada kepemimpinan sebelumnya. Dengan kreativitas dan inovasi pemimpin saat ini, akselerasi Banyuwangi begitu terlihat. Bagi kami ini sebuah keajaiban kepemimpinan. Pemimpin tidak hanya hadir tapi mampu mengubah paradigma daerahnya,” kata dia.

Sebelumnya Bupati Anas membeber strategi kepemimpinannya selama memimpin Banyuwangi. Salah satunya, terus berinovasi. ”Salah satu kunci sukses kepemimpinan adalah tak pernah puas berinovasi. Pemimpin harus kreatif melahirkan ide-ide baru untuk menembus segala keterbatasan daerah,” kata Anas.

Anas mengaku, inovasi yang dikembangkan Banyuwangi sebenarnya berangkat dari keterbatasan yang ada. Misalnya, untuk efektivitas pelayanan publik hingga ke pelosok desa, Banyuwangi membuat program ”Smart Kampung” yang mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI). Saat ini, 189 desa di Banyuwangi telah teraliri serat optik (fiber optic).

”Program ini bisa melipat waktu dan jarak. Dengan Smart Kampung, secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Saat pandemi Covid-19, Smart Kampung juga memudahkan pendataan penerima bansos. Sistem akan otomatis menolak data warga yang telah ter-cover skema bantuan, sehingga menghindari adanya tumpang tindih penerima,” terang Anas.

Baca Juga :  2.100 Aset Pemkab Banyuwangi Sudah Tersertifikasi

Sama halnya di bidang pariwisata, khusus di masa adaptasi baru ini Banyuwangi menyusun skema protokol kesehatan dan menerapkannya secara ketat di sejumlah destinasi wisata. ”Kami melakukan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 untuk seluruh destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat. Semua yang telah lulus uji protokol ketat yang dijalankan dan disupervisi para ahli Dinas Kesehatan diberi sertifikat dan disajikan di aplikasi Banyuwangi Tourism. Sertifikasi serupa juga kami lakukan kepada para pemandu wisata. Hal ini untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bersama,” beber Anas.

Selanjutnya, Anas mengatakan bahwa pemimpin harus bisa menyamakan frekuensi dengan para stafnya. Kebijakan pimpinan harus detail sehingga bisa dieksekusi dengan tepat hingga di tingkat bawah. ”Ini kami siasati dengan selalu berkomunikasi dengan para birokrat. Saya rutin menggelar rapat secara langsung maupun virtual. Sehingga ide-ide yang muncul bisa segera dieksekusi,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/