alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Hidup Numpang di Lahan Jati, Rumah Rehana Dibedah

KALIPURO – Rehana duduk termangu di bawah pohon jati tak jauh dari rumahnya di Lingkungan Solong, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro kemarin (6/2). Perempuan berusia 60 tahun ini hanya dapat memandang beberapa pria yang sibuk membongkar rumah yang sejak enam tahun terakhir dia tempati seorang diri tersebut.

Matanya berkaca-kaca ketika satu per satu bagian rumah gedek (anyaman bambu, Red) yang dia tinggali itu dicopot. Namun begitu, sekali-kali Rehana tersenyum.

Rupanya, para pria yang beberapa di antaranya berseragam Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan Polri itu, bukan membongkar paksa rumah janda yang telah ditinggal suami dan dua anaknya meninggal dunia tersebut. Sebaliknya, mereka bahu-membahu merenovasi rumah tersebut.

Pembongkaran rumah Rehana merupakan tahap awal pelaksanaan program bedah rumah yang dilaksanakan komunitas Klatak Peduli Sosial (KPS). KPS merupakan komunitas yang anggotanya terdiri dari berbagai elemen warga Kelurahan Klatak yang concern terhadap penanganan permasalahan sosial masyarakat.

Baca Juga :  Rumah Dibedah, Terima Rantang Duafa

Sebagai wujud apresiasi terhadap sepak terjang KPS, Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko turut hadir menyaksikan proses bedah rumah tersebut. Begitu tiba di lokasi, Wabup Yusuf langsung ikut membantu warga yang siap membongkar rumah milik Rehana.

Yusuf juga ikut membongkar dinding bambu rumah yang sudah tampak rusak dan membongkar fondasi rumah awal. ”Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan warga Klatak ini. Ini sesuatu yang luar biasa dan patut di contoh warga lainnya. Kalau banyak pihak yang ikut peduli seperti ini maka kemiskinan di Banyuwangi bisa segera dituntaskan,” ujarnya.

Yusuf mengatakan, tangan pemerintah sangat terbatas untuk menjangkau semua warga miskin yang ada di daerah. Maka kepedulian dari warga mampu kepada warga yang membutuhkan sangatlah berarti. ”Karena tidak semua bisa dijangkau oleh pemerintah. Seperti bedah rumah nenek ini, tanahnya kan punya orang lain ini akan menabrak aturan kalau pemerintah yang membangun,” kata dia.

Baca Juga :  Laboratorium DLH Mampu Lakukan Uji Emas dan Perak

Karena itu, imbuh Yusuf, pihaknya berharap program yang dilakukan komunitas KPS harus ditiru oleh kelurahan lainnya. ”Ini layak dan harus ditiru kelurahan lain,” tuturnya usai menyerahkan bantuan uang tunai dari saku pribadinya kepada Rehana.

Sementara itu, Rehana yang hidup sebatang kara sangat terharu atas bantuan yang diterimanya. Dia berterima kasih kepada semua orang yang memberi kepedulian padanya. ”Alhamdulillah, saya senang rumah saya diperbaiki, baru diberi tahu kemarin (Minggu) dan sekarang (kemarin) langsung di kerjakan. Biasanya kalau hujan deras, airnya tampyas (masuk rumah,Red), mudah-mudahan habis ini tidak lagi,” kata dia. (sgt/afi/c1)

KALIPURO – Rehana duduk termangu di bawah pohon jati tak jauh dari rumahnya di Lingkungan Solong, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro kemarin (6/2). Perempuan berusia 60 tahun ini hanya dapat memandang beberapa pria yang sibuk membongkar rumah yang sejak enam tahun terakhir dia tempati seorang diri tersebut.

Matanya berkaca-kaca ketika satu per satu bagian rumah gedek (anyaman bambu, Red) yang dia tinggali itu dicopot. Namun begitu, sekali-kali Rehana tersenyum.

Rupanya, para pria yang beberapa di antaranya berseragam Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan Polri itu, bukan membongkar paksa rumah janda yang telah ditinggal suami dan dua anaknya meninggal dunia tersebut. Sebaliknya, mereka bahu-membahu merenovasi rumah tersebut.

Pembongkaran rumah Rehana merupakan tahap awal pelaksanaan program bedah rumah yang dilaksanakan komunitas Klatak Peduli Sosial (KPS). KPS merupakan komunitas yang anggotanya terdiri dari berbagai elemen warga Kelurahan Klatak yang concern terhadap penanganan permasalahan sosial masyarakat.

Baca Juga :  omen G20, GCRG, dan COP26, Indonesia Jadi Sentral Pengaturan Transisi Energi

Sebagai wujud apresiasi terhadap sepak terjang KPS, Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko turut hadir menyaksikan proses bedah rumah tersebut. Begitu tiba di lokasi, Wabup Yusuf langsung ikut membantu warga yang siap membongkar rumah milik Rehana.

Yusuf juga ikut membongkar dinding bambu rumah yang sudah tampak rusak dan membongkar fondasi rumah awal. ”Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan warga Klatak ini. Ini sesuatu yang luar biasa dan patut di contoh warga lainnya. Kalau banyak pihak yang ikut peduli seperti ini maka kemiskinan di Banyuwangi bisa segera dituntaskan,” ujarnya.

Yusuf mengatakan, tangan pemerintah sangat terbatas untuk menjangkau semua warga miskin yang ada di daerah. Maka kepedulian dari warga mampu kepada warga yang membutuhkan sangatlah berarti. ”Karena tidak semua bisa dijangkau oleh pemerintah. Seperti bedah rumah nenek ini, tanahnya kan punya orang lain ini akan menabrak aturan kalau pemerintah yang membangun,” kata dia.

Baca Juga :  Laboratorium DLH Mampu Lakukan Uji Emas dan Perak

Karena itu, imbuh Yusuf, pihaknya berharap program yang dilakukan komunitas KPS harus ditiru oleh kelurahan lainnya. ”Ini layak dan harus ditiru kelurahan lain,” tuturnya usai menyerahkan bantuan uang tunai dari saku pribadinya kepada Rehana.

Sementara itu, Rehana yang hidup sebatang kara sangat terharu atas bantuan yang diterimanya. Dia berterima kasih kepada semua orang yang memberi kepedulian padanya. ”Alhamdulillah, saya senang rumah saya diperbaiki, baru diberi tahu kemarin (Minggu) dan sekarang (kemarin) langsung di kerjakan. Biasanya kalau hujan deras, airnya tampyas (masuk rumah,Red), mudah-mudahan habis ini tidak lagi,” kata dia. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/