alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Bupati Sabu Raijua NTT Kunjungi MPP

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Berbagai inovasi pelayanan publik digeber Pemkab Banyuwangi agar menarik sejumlah kabupaten untuk bertandang ke Banyuwangi. Salah satunya, Bupati Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nikodemus N. Rihi Heke yang datang khusus untuk melihat penerapan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Banyuwangi.

Bupati Nikodemus yang membawa jajarannya di lingkup Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian, dan Perdagangan, diterima oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pemkab Banyuwangi kemarin (5/11). 

Bupati Nikodemus mengapresiasi penerapan Mal Pelayanan Publik di Banyuwangi. Menurutnya, mal ini mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. ”Ini akan menjadi sarana meningkatkan pelayanan kepada publik. Dan menariknya, di Banyuwangi ini seluruh pihak, baik DPRD maupun organisasi perangkat daerah (OPD) kompak dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” kata Nikodemus. 

 

Dia juga mengungkapkan, kedatangannya ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang nantinya akan diterapkan di Sabu Raijua. ”Dari kunjungan ini, kami akan membuat kerja sama, bila perlu akan ditindaklanjuti dengan MoU,” kata Nikodemus.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menjelaskan bahwa MPP Banyuwangi merupakan pusat layanan di Banyuwangi yang berdiri sejak 2017, tercatat sebagai MPP pertama di Indonesia yang diinisiasi pemerintah kabupaten.

Saat ini MPP telah mengintegrasikan 233 layanan dari 24 instansi. Di antaranya layanan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), administrasi kependudukan, paspor, layanan Kementerian Agama, kepolisian, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan sebagainya. Di sana juga terdapat berbagai fasilitas pendukung bagi pengunjung agar nyaman selama mengakses layanan, seperti sudut baca, ruang laktasi, playground, dan musala. 

”Kami juga memiliki Pasar Pelayanan Publik yang merupakan pengembangan dari MPP. Hal tersebut bertujuan untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat. Saat ini, Pasar Pelayanan Publik itu terletak di Pasar Rogojampi guna menjangkau kawasan tengah Banyuwangi. Juga di Pasar Genteng guna menjangkau kawasan selatan Banyuwangi,” kata Ipuk.

Dia menambahkan, pemkab juga membuka layanan di perkampungan nelayan, yaitu Gerai Perizinan Pelayanan Terpadu untuk nelayan, yaitu di Pelabuhan Muncar dan Grajagan. Ditambahkan Ipuk, untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, pemkab melakukan terobosan dengan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). 

”Setiap ngantor di desa kami membawa pelayanan publik ke desa. Mulai dari layanan izin usaha mikro secara OSS hingga pengurusan dokumen kependudukan. Bahkan, sampai ke perkebunan yang jauh dan layanan dibuka pada malam hari, kami menyebutnya Camping Embun,” terang Ipuk.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Berbagai inovasi pelayanan publik digeber Pemkab Banyuwangi agar menarik sejumlah kabupaten untuk bertandang ke Banyuwangi. Salah satunya, Bupati Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nikodemus N. Rihi Heke yang datang khusus untuk melihat penerapan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Banyuwangi.

Bupati Nikodemus yang membawa jajarannya di lingkup Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian, dan Perdagangan, diterima oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pemkab Banyuwangi kemarin (5/11). 

Bupati Nikodemus mengapresiasi penerapan Mal Pelayanan Publik di Banyuwangi. Menurutnya, mal ini mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. ”Ini akan menjadi sarana meningkatkan pelayanan kepada publik. Dan menariknya, di Banyuwangi ini seluruh pihak, baik DPRD maupun organisasi perangkat daerah (OPD) kompak dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” kata Nikodemus. 

 

Dia juga mengungkapkan, kedatangannya ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang nantinya akan diterapkan di Sabu Raijua. ”Dari kunjungan ini, kami akan membuat kerja sama, bila perlu akan ditindaklanjuti dengan MoU,” kata Nikodemus.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menjelaskan bahwa MPP Banyuwangi merupakan pusat layanan di Banyuwangi yang berdiri sejak 2017, tercatat sebagai MPP pertama di Indonesia yang diinisiasi pemerintah kabupaten.

Saat ini MPP telah mengintegrasikan 233 layanan dari 24 instansi. Di antaranya layanan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), administrasi kependudukan, paspor, layanan Kementerian Agama, kepolisian, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan sebagainya. Di sana juga terdapat berbagai fasilitas pendukung bagi pengunjung agar nyaman selama mengakses layanan, seperti sudut baca, ruang laktasi, playground, dan musala. 

”Kami juga memiliki Pasar Pelayanan Publik yang merupakan pengembangan dari MPP. Hal tersebut bertujuan untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat. Saat ini, Pasar Pelayanan Publik itu terletak di Pasar Rogojampi guna menjangkau kawasan tengah Banyuwangi. Juga di Pasar Genteng guna menjangkau kawasan selatan Banyuwangi,” kata Ipuk.

Dia menambahkan, pemkab juga membuka layanan di perkampungan nelayan, yaitu Gerai Perizinan Pelayanan Terpadu untuk nelayan, yaitu di Pelabuhan Muncar dan Grajagan. Ditambahkan Ipuk, untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, pemkab melakukan terobosan dengan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). 

”Setiap ngantor di desa kami membawa pelayanan publik ke desa. Mulai dari layanan izin usaha mikro secara OSS hingga pengurusan dokumen kependudukan. Bahkan, sampai ke perkebunan yang jauh dan layanan dibuka pada malam hari, kami menyebutnya Camping Embun,” terang Ipuk.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/