alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

THR dan Gaji ke-13 PNS Banyuwangi Rp 56 M Cair

BANYUWANGI – Kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi tengah semringah. Saat sejumlah daerah kesulitan membayar tunjangan hari raya (THR), Pemkab Banyuwangi sudah menggelontorkan dana sekitar Rp 56 miliar untuk ”sangu” Lebaran para abdi negara tersebut.

Sejumlah daerah mengalami kesulitan membayar gaji ke-14 ASN lantaran ada kebijakan pemerintah pusat yang mengamanatkan besaran gaji yang diterima meliputi komponen gaji pokok plus tunjangan. Sedangkan di sisi lain, pada saat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah hanya menganggarkan gaji ke-14 sebesar gaji pokok yang diterima masing-masing ASN.

Beruntung, kesulitan pembayaran ASN tersebut tidak terjadi di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Sebaliknya, THR bagi para abdi negara tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing PNS kemarin (5/6).

Sekretaris Kabupaten Djadjat Sudradjat mengatakan, berdasar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) maupun Peraturan Pemerintah (PP) tentang gaji pegawai negeri sipil (PNS), sebenarnya tidak ada istilah THR melainkan gaji ke-14. ”Terkait pembayaran gaji ke-14, Banyuwangi aman, lancar, dan normatif,” ujarnya kemarin (5/6).

Sebab, kata Sekkab, dana untuk pembayaran gaji ke-14 tersebut sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. Selain itu, pemkab juga telah menganggarkan acres (cadangan gaji pegawai) sebesar 2,5 persen dari komponen gaji pegawai. ”Pemkab ada acres 2,5 persen. Karena itu, saat ada instruksi tambahan, gaji ke-14 yang tadinya sebesar gaji pokok namun sekarang termasuk tunjangan, tinggal diambilkan dari anggaran acres tersebut. Jadi, tidak sampai menggeser belanja barang atau belanja pegawai,” papar mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Banyuwangi tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPKAD Samsudin menuturkan, kebutuhan pembayaran gaji ke-14 ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi relatif aman. ”Kami sudah mengantisipasi. Mengacu pedoman penyusunan anggaran tahun 2018, kami sudah menganggarkan gaji ke-13 dan ke-14 sesuai gaji pokok PNS,” tuturnya.

Namun, pada perkembangan selanjutnya, terbit aturan baru yang mengamanatkan gaji ke-14 ASN sebesar gaji pokok plus tunjangan jabatan dan tunjangan keluarga. Nah, kebutuhan untuk membayar tunjangan jabatan dan tunjangan keluarga pada gaji-14 tersebut berhasil dipenuhi. ”Kami punya spare gaji di rekening gaji. Spare gaji itu kami cadangkan untuk kenaikan gaji dan kenaikan pangkat. Dan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pembayaran gaji ke-14 ASN Pemkab Banyuwangi, sehingga tidak sampai menggeser anggaran pembangunan,” terangnya.

Saat ditanya total anggaran untuk membayar gaji ke-14 seluruh PNS se-Banyuwangi, Samsudin mengaku totalnya nyaris sama dengan pembayaran gaji PNS per bulan. ”Jumlahnya sekitar Rp 55 miliar sampai Rp 56 miliar,” akunya.

Sementara itu, salah satu PNS di lingkungan Pemkab Banyuwangi mengaku sudah menerima gaji ke-14 sore kemarin. ”Sudah ditransfer ke rekening. Sudah tanda tangan pula,” kata perempuan yang enggan namanya dikorankan tersebut sembari tersenyum.

BANYUWANGI – Kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi tengah semringah. Saat sejumlah daerah kesulitan membayar tunjangan hari raya (THR), Pemkab Banyuwangi sudah menggelontorkan dana sekitar Rp 56 miliar untuk ”sangu” Lebaran para abdi negara tersebut.

Sejumlah daerah mengalami kesulitan membayar gaji ke-14 ASN lantaran ada kebijakan pemerintah pusat yang mengamanatkan besaran gaji yang diterima meliputi komponen gaji pokok plus tunjangan. Sedangkan di sisi lain, pada saat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah hanya menganggarkan gaji ke-14 sebesar gaji pokok yang diterima masing-masing ASN.

Beruntung, kesulitan pembayaran ASN tersebut tidak terjadi di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Sebaliknya, THR bagi para abdi negara tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing PNS kemarin (5/6).

Sekretaris Kabupaten Djadjat Sudradjat mengatakan, berdasar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) maupun Peraturan Pemerintah (PP) tentang gaji pegawai negeri sipil (PNS), sebenarnya tidak ada istilah THR melainkan gaji ke-14. ”Terkait pembayaran gaji ke-14, Banyuwangi aman, lancar, dan normatif,” ujarnya kemarin (5/6).

Sebab, kata Sekkab, dana untuk pembayaran gaji ke-14 tersebut sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. Selain itu, pemkab juga telah menganggarkan acres (cadangan gaji pegawai) sebesar 2,5 persen dari komponen gaji pegawai. ”Pemkab ada acres 2,5 persen. Karena itu, saat ada instruksi tambahan, gaji ke-14 yang tadinya sebesar gaji pokok namun sekarang termasuk tunjangan, tinggal diambilkan dari anggaran acres tersebut. Jadi, tidak sampai menggeser belanja barang atau belanja pegawai,” papar mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Banyuwangi tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPKAD Samsudin menuturkan, kebutuhan pembayaran gaji ke-14 ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi relatif aman. ”Kami sudah mengantisipasi. Mengacu pedoman penyusunan anggaran tahun 2018, kami sudah menganggarkan gaji ke-13 dan ke-14 sesuai gaji pokok PNS,” tuturnya.

Namun, pada perkembangan selanjutnya, terbit aturan baru yang mengamanatkan gaji ke-14 ASN sebesar gaji pokok plus tunjangan jabatan dan tunjangan keluarga. Nah, kebutuhan untuk membayar tunjangan jabatan dan tunjangan keluarga pada gaji-14 tersebut berhasil dipenuhi. ”Kami punya spare gaji di rekening gaji. Spare gaji itu kami cadangkan untuk kenaikan gaji dan kenaikan pangkat. Dan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pembayaran gaji ke-14 ASN Pemkab Banyuwangi, sehingga tidak sampai menggeser anggaran pembangunan,” terangnya.

Saat ditanya total anggaran untuk membayar gaji ke-14 seluruh PNS se-Banyuwangi, Samsudin mengaku totalnya nyaris sama dengan pembayaran gaji PNS per bulan. ”Jumlahnya sekitar Rp 55 miliar sampai Rp 56 miliar,” akunya.

Sementara itu, salah satu PNS di lingkungan Pemkab Banyuwangi mengaku sudah menerima gaji ke-14 sore kemarin. ”Sudah ditransfer ke rekening. Sudah tanda tangan pula,” kata perempuan yang enggan namanya dikorankan tersebut sembari tersenyum.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/