alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Ipuk Optimistis Banyuwangi Segera Masuk Zona Hijau

BANYUWANGI Para kepala sekolah (kasek), kepala pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), kalangan ”agen” bantuan sosial, personel kepolisian dan TNI, hingga sejumlah lurah se-Kecamatan Banyuwangi berbaris rapi di halaman SDN 4 Penganjuran, pagi kemarin (4/3). Mereka tengah mengikuti  apel kader penegak disiplin protokol kesehatan (prokes).

Apel tersebut dipimpin langsung Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Hadir juga Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno dan Kepala Cabang (Kacab) Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono. Ipuk menyampaikan selamat kepada jajaran pemerintah Kecamatan Banyuwangi yang telah memiliki kader penegak disiplin prokes. ”Ini penting sebagai upaya akselerasi pengendalian penyebaran penularan Covid-19,” ujarnya.

Ipuk mengingatkan, Covid-19 menginfeksi semua kalangan. Tidak terkecuali kalangan nelayan, petani, aparatur sipil negara (ASN), hingga pejabat Pemkab Banyuwangi. Bahkan, hingga Kamis kemarin (4/3) kasus terkonfimasi Covid-19 di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sudah mencapai 5.425 orang dengan persentase kesembuhan sebesar 88,3 persen dan angka kematian 9,5 persen.

Bukan itu saja, rata-rata kejadian harian dalam sebulan terakhir juga masih tinggi, yakni 20 kasus positif. Selain itu, angka kematian di Banyuwangi lebih tinggi dibandingkan Jatim yang ”hanya” 7,05 persen. ”Untuk itu kami meminta semua pihak untuk tidak lelah menegakkan prokes, meningkatkan disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan protokol kesehatan dan pencegahan pengendalian Covid-19,” kata dia.

Baca Juga :  Bakar Semangat Atlet Porprov, Ipuk Nyanyikan Lagu Umbul-Umbul Blambangan

Ipuk menambahkan, berdasar hasil survei Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada 2020 menunjukkan bahwa seratus persen warga Banyuwangi mengetahui kebijakan penerapan prokes. Kebijakan itu telah diikuti sebagian besar warga, tepatnya 76,2 persen. ”Namun sayangnya, belum seratus persen, masih ada sebagian warga yang tidak mengikuti prokes. Alasannya beragam, antara lain, karena mereka tidak peduli, kurang memahami, serta tidak sempat atau lupa memakai masker,” jelasnya.

”Untuk itu, kami minta semua yang hadir, khususnya para kader penegak disiplin prokes menjadi ujung tombak dalam pengawasan, menegur, dan mengingatkan jika ada warga yang tidak menggunakan masker dan aktivitasnya berpotensi menimbulkan kerumunan,” pinta Ipuk.

Baca Juga :  Kunci Memutus Penyebaran Covid-19 adalah Disiplin Terapkan Prokes

Usai memberikan pengarahan, Ipuk lantas memakaikan rompi terhadap dua kader penegak disiplin prokes. Prosesi pemakaian rompi itu diikuti secara serentak oleh seluruh kader yang mengikuti apel.

Sementara itu, Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih mengatakan, para kader penegak disiplin prokes yang dimiliki SDN 4 Penganjuran bertugas mengawal penerapan prokes di sekolah yang dikenal dengan sebutan SD Brawijaya tersebut. Mulai kedatangan, selama proses belajar mengajar, hingga kepulangan siswa. ”Mereka juga harus berani menegur jika ada siswa atau tamu yang tidak menggunakan masker secara benar,” ujarnya.

Setyaningsih mengatakan, jika penerapan prokes di sekolah dilakukan secara ketat dan hal serupa juga dilakukan segenap elemen masyarakat, maka dirinya optimistis angka penyebaran Covid-19 di Banyuwangi bisa segera ditekan. ”Insya Allah sepekan ke depan Banyuwangi bisa masuk zona kuning atau bahkan zona hijau,” harapnya. (sgt/aif/c1)

BANYUWANGI Para kepala sekolah (kasek), kepala pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), kalangan ”agen” bantuan sosial, personel kepolisian dan TNI, hingga sejumlah lurah se-Kecamatan Banyuwangi berbaris rapi di halaman SDN 4 Penganjuran, pagi kemarin (4/3). Mereka tengah mengikuti  apel kader penegak disiplin protokol kesehatan (prokes).

Apel tersebut dipimpin langsung Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Hadir juga Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno dan Kepala Cabang (Kacab) Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono. Ipuk menyampaikan selamat kepada jajaran pemerintah Kecamatan Banyuwangi yang telah memiliki kader penegak disiplin prokes. ”Ini penting sebagai upaya akselerasi pengendalian penyebaran penularan Covid-19,” ujarnya.

Ipuk mengingatkan, Covid-19 menginfeksi semua kalangan. Tidak terkecuali kalangan nelayan, petani, aparatur sipil negara (ASN), hingga pejabat Pemkab Banyuwangi. Bahkan, hingga Kamis kemarin (4/3) kasus terkonfimasi Covid-19 di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sudah mencapai 5.425 orang dengan persentase kesembuhan sebesar 88,3 persen dan angka kematian 9,5 persen.

Bukan itu saja, rata-rata kejadian harian dalam sebulan terakhir juga masih tinggi, yakni 20 kasus positif. Selain itu, angka kematian di Banyuwangi lebih tinggi dibandingkan Jatim yang ”hanya” 7,05 persen. ”Untuk itu kami meminta semua pihak untuk tidak lelah menegakkan prokes, meningkatkan disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan protokol kesehatan dan pencegahan pengendalian Covid-19,” kata dia.

Baca Juga :  Bakar Semangat Atlet Porprov, Ipuk Nyanyikan Lagu Umbul-Umbul Blambangan

Ipuk menambahkan, berdasar hasil survei Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada 2020 menunjukkan bahwa seratus persen warga Banyuwangi mengetahui kebijakan penerapan prokes. Kebijakan itu telah diikuti sebagian besar warga, tepatnya 76,2 persen. ”Namun sayangnya, belum seratus persen, masih ada sebagian warga yang tidak mengikuti prokes. Alasannya beragam, antara lain, karena mereka tidak peduli, kurang memahami, serta tidak sempat atau lupa memakai masker,” jelasnya.

”Untuk itu, kami minta semua yang hadir, khususnya para kader penegak disiplin prokes menjadi ujung tombak dalam pengawasan, menegur, dan mengingatkan jika ada warga yang tidak menggunakan masker dan aktivitasnya berpotensi menimbulkan kerumunan,” pinta Ipuk.

Baca Juga :  Belum Genap 100 Hari Jabat, Raih Penghargaan MURI

Usai memberikan pengarahan, Ipuk lantas memakaikan rompi terhadap dua kader penegak disiplin prokes. Prosesi pemakaian rompi itu diikuti secara serentak oleh seluruh kader yang mengikuti apel.

Sementara itu, Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih mengatakan, para kader penegak disiplin prokes yang dimiliki SDN 4 Penganjuran bertugas mengawal penerapan prokes di sekolah yang dikenal dengan sebutan SD Brawijaya tersebut. Mulai kedatangan, selama proses belajar mengajar, hingga kepulangan siswa. ”Mereka juga harus berani menegur jika ada siswa atau tamu yang tidak menggunakan masker secara benar,” ujarnya.

Setyaningsih mengatakan, jika penerapan prokes di sekolah dilakukan secara ketat dan hal serupa juga dilakukan segenap elemen masyarakat, maka dirinya optimistis angka penyebaran Covid-19 di Banyuwangi bisa segera ditekan. ”Insya Allah sepekan ke depan Banyuwangi bisa masuk zona kuning atau bahkan zona hijau,” harapnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/