alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Lurah, Camat, hingga Kepala Dinas Bakal Kena Rotasi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Setelah sempat meredup, isu mutasi jabatan besar-besaran kembali merebak di internal Pemkab Banyuwangi. Bahkan, kali ini, sejumlah pejabat teras dikabarkan bakal ikut terkena ”gelombang” mutasi tahap pertama di era kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, mutasi kali ini bukan sekadar berupa pergeseran pejabat dari satu posisi ke posisi lain dalam jabatan yang setara. Lebih dari itu, ada pula pejabat yang promosi jabatan.

Kabarnya, Bupati Ipuk bakal melantik sejumlah pejabat pada posisi anyar dalam pekan ini. ”Peresmian” mutasi jabatan tersebut bakal dilakukan bersamaan dengan pelantikan pejabat hasil lelang jabatan tiga kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang digeber sejak awal Oktober lalu. Hal ini sejalan dengan pengumuman pihak Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemkab Banyuwangi bahwa penetapan atau pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka tersebut bakal digeber pekan ini.

Sementara itu, salah satu pejabat yang dikabarkan bakal terkena gelombang mutasi kali ini adalah Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan ini dikabarkan bakal menempati pos baru sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Selain itu, tak sedikit kepala kelurahan, camat, hingga kepala dinas bakal masuk daftar mutasi.

Di sisi lain, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono yang juga anggota Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkab Banyuwangi mengaku, pihaknya belum bisa memastikan kapan mutasi jabatan akan dilakukan. ”Sampai detik ini belum ada perintah untuk melaksanakan kegiatan mutasi. Kami saat ini masih melakukan rapat-rapat Baperjakat,” ujarnya dikonfirmasi sekitar pukul 13.00 kemarin (4/11).

Mujiono menuturkan, pihaknya tengah mengidentifikasi semua karyawan dan karyawati pemkab, mulai staf, pegawai eselon IV, eselon III, maupun eselon II. ”Pegawai yang sudah memasuki purnatugas berapa orang, jabatan kosong berapa SKPD, pejabat yang menduduki satu posisi dalam waktu yang cukup lama, kinerjanya seperti apa, termasuk kinerja pegawai yang ditugaskan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala SKPD, kami evaluasi satu per satu,” bebernya.

Jika memenuhi syarat kepangkatan, imbuh Mujiono, maka bukan tidak mungkin seorang pegawai mengalami promosi atau pergeseran jabatan dari satu posisi ke posisi yang lain. ”Misalnya, seorang staf bisa menjadi pegawai eselon IV, yang eselon IV bergeser ke kedudukan eselon IV yang lain yang sesuai dengan bidangnya. Bisa juga promosi dari eselon IV ke eselon III karena dinilai layak menduduki jabatan eselon III. Bisa juga pejabat eselon III b ke eselon III a, misalnya dari Kabid menjadi Sekretaris Dinas,” terangnya.

Mujiono kembali menegaskan, hingga kemarin pihaknya masih melakukan identifikasi dan evaluasi. ”Intinya, hasil identifikasi dan evaluasi secara komprehensif, mulai kompetensi, dedikasi, loyalitas, kinerja, pendidikan formal dan nonformal, serta pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dijalani, juga mejadi pertimbangan dan kami laporkan kepada pimpinan (bupati, Red),” kata dia.

Saat disinggung mengenai jadwal pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka JPT Pratama yang diumumkan bakal berlangsung hari ini, Sekkab Mujiono menegaskan bahwa jadwal tersebut ”hanya” bersifat rencana. ”Sampai detik ini kami masih mengusulkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Rekomendasi dari KASN belum turun. Namun sekali lagi, saya bicara saat ini. Tidak menutup kemungkinan rekomendasi dari KASN segera turun,” ujarnya.

Seperti diberitakan, seleksi terbuka JPT Pratama Pemkab Banyuwangi selangkah lagi mencapai finis. Panitia seleksi (pansel) telah berhasil menjaring tiga besar pelamar di masing-masing posisi kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lelang pada edisi perdana di era kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani.

Peringkat tiga besar pelamar lelang jabatan tersebut diperoleh berdasar hasil seleksi kompetensi manajerial (asesmen) dan seleksi kompetensi bidang (wawancara) yang digeber pada 22 dan 29 Oktober lalu. Rangkaian seleksi itu digeber Pansel JPT Pratama Pemkab Banyuwangi dengan melibatkan unsur Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim, dan akademisi.

Seleksi terbuka kali ini dilakukan untuk menjaring pegawai negeri sipil (PNS) yang bakal menempati posisi kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP); kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB). Selain itu, lelang jabatan juga dilakukan untuk menjaring calon kepala Dinas Pendidikan (Dispendik). 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Setelah sempat meredup, isu mutasi jabatan besar-besaran kembali merebak di internal Pemkab Banyuwangi. Bahkan, kali ini, sejumlah pejabat teras dikabarkan bakal ikut terkena ”gelombang” mutasi tahap pertama di era kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, mutasi kali ini bukan sekadar berupa pergeseran pejabat dari satu posisi ke posisi lain dalam jabatan yang setara. Lebih dari itu, ada pula pejabat yang promosi jabatan.

Kabarnya, Bupati Ipuk bakal melantik sejumlah pejabat pada posisi anyar dalam pekan ini. ”Peresmian” mutasi jabatan tersebut bakal dilakukan bersamaan dengan pelantikan pejabat hasil lelang jabatan tiga kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang digeber sejak awal Oktober lalu. Hal ini sejalan dengan pengumuman pihak Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemkab Banyuwangi bahwa penetapan atau pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka tersebut bakal digeber pekan ini.

Sementara itu, salah satu pejabat yang dikabarkan bakal terkena gelombang mutasi kali ini adalah Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan ini dikabarkan bakal menempati pos baru sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Selain itu, tak sedikit kepala kelurahan, camat, hingga kepala dinas bakal masuk daftar mutasi.

Di sisi lain, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono yang juga anggota Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkab Banyuwangi mengaku, pihaknya belum bisa memastikan kapan mutasi jabatan akan dilakukan. ”Sampai detik ini belum ada perintah untuk melaksanakan kegiatan mutasi. Kami saat ini masih melakukan rapat-rapat Baperjakat,” ujarnya dikonfirmasi sekitar pukul 13.00 kemarin (4/11).

Mujiono menuturkan, pihaknya tengah mengidentifikasi semua karyawan dan karyawati pemkab, mulai staf, pegawai eselon IV, eselon III, maupun eselon II. ”Pegawai yang sudah memasuki purnatugas berapa orang, jabatan kosong berapa SKPD, pejabat yang menduduki satu posisi dalam waktu yang cukup lama, kinerjanya seperti apa, termasuk kinerja pegawai yang ditugaskan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala SKPD, kami evaluasi satu per satu,” bebernya.

Jika memenuhi syarat kepangkatan, imbuh Mujiono, maka bukan tidak mungkin seorang pegawai mengalami promosi atau pergeseran jabatan dari satu posisi ke posisi yang lain. ”Misalnya, seorang staf bisa menjadi pegawai eselon IV, yang eselon IV bergeser ke kedudukan eselon IV yang lain yang sesuai dengan bidangnya. Bisa juga promosi dari eselon IV ke eselon III karena dinilai layak menduduki jabatan eselon III. Bisa juga pejabat eselon III b ke eselon III a, misalnya dari Kabid menjadi Sekretaris Dinas,” terangnya.

Mujiono kembali menegaskan, hingga kemarin pihaknya masih melakukan identifikasi dan evaluasi. ”Intinya, hasil identifikasi dan evaluasi secara komprehensif, mulai kompetensi, dedikasi, loyalitas, kinerja, pendidikan formal dan nonformal, serta pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dijalani, juga mejadi pertimbangan dan kami laporkan kepada pimpinan (bupati, Red),” kata dia.

Saat disinggung mengenai jadwal pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka JPT Pratama yang diumumkan bakal berlangsung hari ini, Sekkab Mujiono menegaskan bahwa jadwal tersebut ”hanya” bersifat rencana. ”Sampai detik ini kami masih mengusulkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Rekomendasi dari KASN belum turun. Namun sekali lagi, saya bicara saat ini. Tidak menutup kemungkinan rekomendasi dari KASN segera turun,” ujarnya.

Seperti diberitakan, seleksi terbuka JPT Pratama Pemkab Banyuwangi selangkah lagi mencapai finis. Panitia seleksi (pansel) telah berhasil menjaring tiga besar pelamar di masing-masing posisi kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lelang pada edisi perdana di era kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani.

Peringkat tiga besar pelamar lelang jabatan tersebut diperoleh berdasar hasil seleksi kompetensi manajerial (asesmen) dan seleksi kompetensi bidang (wawancara) yang digeber pada 22 dan 29 Oktober lalu. Rangkaian seleksi itu digeber Pansel JPT Pratama Pemkab Banyuwangi dengan melibatkan unsur Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim, dan akademisi.

Seleksi terbuka kali ini dilakukan untuk menjaring pegawai negeri sipil (PNS) yang bakal menempati posisi kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP); kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB). Selain itu, lelang jabatan juga dilakukan untuk menjaring calon kepala Dinas Pendidikan (Dispendik). 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/