alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Pemkab Banyuwangi Luncurkan Program Simpling dan Green Living

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi kembali mewujudkan upaya terus mempermudah pelayanan kepada publik. Kali ini, Bupati Ipuk Fiestiandani meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan (Simpling) dan Green Living.

Green Living merupakan program edukasi untuk menumbuhkan gaya hidup bersih dan sehat di kalangan warga. Program ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan untuk menanamkan budaya dan kepedulian terhadap lingkungan. Seperti Green to School (sekolah adiwiyata), Green to Village (Desa/Kelurahan Berseri), dan Green Islamic Boarding School (Ekopesantren).

Peluncuran dilakukan Bupati Ipuk pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2021 di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi kemarin (1/7). Dikatakan. “Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat ikut memiliki tanggung jawab besar dalam upaya pelestarian lingkungan dan menuju pembangunan berkelanjutan,” ujar Ipuk kepada RadarBanyuwangi.id.

Selain itu, kata Ipuk, edukasi Green Living juga diwujudkan lewat layanan Bank Sampah Giat Keliling (Bagiak). Layanan mobile (keliling) Bank Sampah mendatangi permukiman sehingga memudahkan warga dalam menabung sampah. Pemkab Banyuwangi juga menggeber program menjaga mata air (Mentari). Program ini dilakukan lewat penanaman pohon berdaya serap air tinggi di wilayah bantaran sungai. “Alhamdulillah, laporan dari DLH menyebutkan total saat ini ada 8 juta pohon yang telah kita tanam,” kata dia.

Baca Juga :  Halalbihalal, Para Pendiri PD Doakan Ani Yudhoyono

Sementara itu, terkait aplikasi Simpling, Kepala DLH Banyuwangi Husnul Chotimah kepada RadarBanyuwangi.id menjelaskan, aplikasi itu merupakan layanan jasa pengujian kualitas lingkungan yang berbasis digital. “Ini cara kami menyiasati pandemi Covid-19 dengan melakukan pelayanan digital. Mereka yang ingin melakukan uji terkait kualitas lingkungan bisa melakukan pendaftaran lewat web dan mengirimkan samplingnya via jasa pengiriman,” tuturnya.

Simpling adalah aplikasi pelayanan laboratorium telah berbasis internet. Perusahaan yang ingin melakukan uji kualitas lingkungan cukup melakukan pendaftaran dan mengisi datanya lewat aplikasi. “Tidak hanya itu, para pengguna jasa juga bisa melihat sejauh mana proses pengujian sampling-nya berdasar time line yang ada dalam fitur. Misalnya, hari ini sudah sejauh apa prosesnya. Hasilnya nanti akan kami kirimkan via email,” terang Husnul.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Dispertapangan Keluarkan Panduan Potong Hewan Kurban

Husnul menambahkan, dengan inovasi Simpling tersebut, Laboratorium DLH Banyuwangi menjadi laboratorium DLH pertama di Jawa Timur yang telah menerapkan laboratory Information Management System (LIMS). “Se-Indonesia, baru tiga laboratorium yang sudah menerapkan LIMS ini. Yakni laboratorium Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan; Kabupaten Bandung, Jawa Barat; dan Banyuwangi,” ungkapnya.

Husnul menyebut, selain melayani perusahaan di Banyuwangi, laboratorium DLH Banyuwangi juga melayani beberapa perusahaan beberapa daerah di eks karesidenan Besuki. “Layanan kami juga menyasar hingga Bali,” pungkasnya. (sgt/afi)

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi kembali mewujudkan upaya terus mempermudah pelayanan kepada publik. Kali ini, Bupati Ipuk Fiestiandani meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan (Simpling) dan Green Living.

Green Living merupakan program edukasi untuk menumbuhkan gaya hidup bersih dan sehat di kalangan warga. Program ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan untuk menanamkan budaya dan kepedulian terhadap lingkungan. Seperti Green to School (sekolah adiwiyata), Green to Village (Desa/Kelurahan Berseri), dan Green Islamic Boarding School (Ekopesantren).

Peluncuran dilakukan Bupati Ipuk pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2021 di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi kemarin (1/7). Dikatakan. “Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat ikut memiliki tanggung jawab besar dalam upaya pelestarian lingkungan dan menuju pembangunan berkelanjutan,” ujar Ipuk kepada RadarBanyuwangi.id.

Selain itu, kata Ipuk, edukasi Green Living juga diwujudkan lewat layanan Bank Sampah Giat Keliling (Bagiak). Layanan mobile (keliling) Bank Sampah mendatangi permukiman sehingga memudahkan warga dalam menabung sampah. Pemkab Banyuwangi juga menggeber program menjaga mata air (Mentari). Program ini dilakukan lewat penanaman pohon berdaya serap air tinggi di wilayah bantaran sungai. “Alhamdulillah, laporan dari DLH menyebutkan total saat ini ada 8 juta pohon yang telah kita tanam,” kata dia.

Baca Juga :  Jepang Tertarik Program Smart Kampung Banyuwangi

Sementara itu, terkait aplikasi Simpling, Kepala DLH Banyuwangi Husnul Chotimah kepada RadarBanyuwangi.id menjelaskan, aplikasi itu merupakan layanan jasa pengujian kualitas lingkungan yang berbasis digital. “Ini cara kami menyiasati pandemi Covid-19 dengan melakukan pelayanan digital. Mereka yang ingin melakukan uji terkait kualitas lingkungan bisa melakukan pendaftaran lewat web dan mengirimkan samplingnya via jasa pengiriman,” tuturnya.

Simpling adalah aplikasi pelayanan laboratorium telah berbasis internet. Perusahaan yang ingin melakukan uji kualitas lingkungan cukup melakukan pendaftaran dan mengisi datanya lewat aplikasi. “Tidak hanya itu, para pengguna jasa juga bisa melihat sejauh mana proses pengujian sampling-nya berdasar time line yang ada dalam fitur. Misalnya, hari ini sudah sejauh apa prosesnya. Hasilnya nanti akan kami kirimkan via email,” terang Husnul.

Baca Juga :  2.100 Aset Pemkab Banyuwangi Sudah Tersertifikasi

Husnul menambahkan, dengan inovasi Simpling tersebut, Laboratorium DLH Banyuwangi menjadi laboratorium DLH pertama di Jawa Timur yang telah menerapkan laboratory Information Management System (LIMS). “Se-Indonesia, baru tiga laboratorium yang sudah menerapkan LIMS ini. Yakni laboratorium Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan; Kabupaten Bandung, Jawa Barat; dan Banyuwangi,” ungkapnya.

Husnul menyebut, selain melayani perusahaan di Banyuwangi, laboratorium DLH Banyuwangi juga melayani beberapa perusahaan beberapa daerah di eks karesidenan Besuki. “Layanan kami juga menyasar hingga Bali,” pungkasnya. (sgt/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/