alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

APBD 2022 Defisit Rp 100 Miliar, Pemkab Situbondo Fokus Dongkrak PAD

SITUBONDO – Bupati Situbondo Drs Karna Suswandi mengaku akan berusaha terus menggenjot perolehan pendapatan asli daerah (PAD). Ini sebagai salah satu upaya mengimbangi adanya pengurangan anggaran transfer dari pemerintah pusat dengan jumlah yang sangat signifikan.

Sebagaimana diketahui, Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Pemkab Situbondo tahun ini berkurang sebesar Rp 68 miliar. Demikian juga Dana Insentif Daerah (DID) berkurang Rp 23 miliar. Keadaan inilah yang menyebabkan alokasi anggaran di APBD 2022 mengalami penurunan hingga Rp 100 miliar (bukan Rp 1 triliun sebagaimana diberitakan kemarin).

Saat menyampaikan sambutan dalam peringatan HUT KORPRI, Senin (29/11) lalu,  Bupati Situbondo Karna Suswandi menyampaikan jika alokasi anggaran di APBD 2022 hanya Rp 1,6 triliun. Sedangkan APBD 2021 mencapai Rp 1,7 triliun. Dari anggaran Rp 1,6 triliun, sebanyak Rp 1,3 triliun hanya dipergunakan untuk biaya operasional.

“Berkurangnya belanja modal hari ini bukan karena banyaknya biaya operasional, tetapi karena memang pengurangan dana transfer yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Kalau biaya operasional, kita sekarang justru sudah mulai berkurang meski belum signifikan,” terang Bupati Situbondo, Drs Karna Suswandi usai pelaksanaan paripurna penetapan APBD 2022, Selasa (30/11).

Dia menjelaskan, ketersediaaan anggaran Kabupaten Situbondo memang sangat bergantung kepada pemerintah pusat. Karena itulah, upaya yang harus  dilakukan saat ini adalah bagaimana pendapatan asli daerah (PAD) Situbondo semakin lama bisa semakin meningkat. “Ini untuk  mengimbangi penurunan karena berkurangnya dana transfer pemerintah pusat,” terang Bupati.

Lebih jauh Bupati menerangkan, agar dana transfer pemerintah pusat semakin lama tidak berkurang, maka butuh partisipasi seluruh masyarakat Situbondo. Yakni, bagaimana Covid 19 tidak terjadi di masa masa yang akan datang. Sehingga, pajak, pendapatan pemerintah pusat akan terus meningkat.

“Dengan begitu, dana transfer juga akan makin menikat. Namun, ini juga lah yang menjadi persoalan. Sebab, sampai hari ini capaian vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Situbondo masih sangat rendah. Ini perlu didodorng oleh semua pihak,” tandas Bupati Karna. (jon/pri)

SITUBONDO – Bupati Situbondo Drs Karna Suswandi mengaku akan berusaha terus menggenjot perolehan pendapatan asli daerah (PAD). Ini sebagai salah satu upaya mengimbangi adanya pengurangan anggaran transfer dari pemerintah pusat dengan jumlah yang sangat signifikan.

Sebagaimana diketahui, Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Pemkab Situbondo tahun ini berkurang sebesar Rp 68 miliar. Demikian juga Dana Insentif Daerah (DID) berkurang Rp 23 miliar. Keadaan inilah yang menyebabkan alokasi anggaran di APBD 2022 mengalami penurunan hingga Rp 100 miliar (bukan Rp 1 triliun sebagaimana diberitakan kemarin).

Saat menyampaikan sambutan dalam peringatan HUT KORPRI, Senin (29/11) lalu,  Bupati Situbondo Karna Suswandi menyampaikan jika alokasi anggaran di APBD 2022 hanya Rp 1,6 triliun. Sedangkan APBD 2021 mencapai Rp 1,7 triliun. Dari anggaran Rp 1,6 triliun, sebanyak Rp 1,3 triliun hanya dipergunakan untuk biaya operasional.

“Berkurangnya belanja modal hari ini bukan karena banyaknya biaya operasional, tetapi karena memang pengurangan dana transfer yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Kalau biaya operasional, kita sekarang justru sudah mulai berkurang meski belum signifikan,” terang Bupati Situbondo, Drs Karna Suswandi usai pelaksanaan paripurna penetapan APBD 2022, Selasa (30/11).

Dia menjelaskan, ketersediaaan anggaran Kabupaten Situbondo memang sangat bergantung kepada pemerintah pusat. Karena itulah, upaya yang harus  dilakukan saat ini adalah bagaimana pendapatan asli daerah (PAD) Situbondo semakin lama bisa semakin meningkat. “Ini untuk  mengimbangi penurunan karena berkurangnya dana transfer pemerintah pusat,” terang Bupati.

Lebih jauh Bupati menerangkan, agar dana transfer pemerintah pusat semakin lama tidak berkurang, maka butuh partisipasi seluruh masyarakat Situbondo. Yakni, bagaimana Covid 19 tidak terjadi di masa masa yang akan datang. Sehingga, pajak, pendapatan pemerintah pusat akan terus meningkat.

“Dengan begitu, dana transfer juga akan makin menikat. Namun, ini juga lah yang menjadi persoalan. Sebab, sampai hari ini capaian vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Situbondo masih sangat rendah. Ini perlu didodorng oleh semua pihak,” tandas Bupati Karna. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/