alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum Jaga Persatuan

JawaPos.com – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan momentum seluruh rakyat untuk mewujudkan komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peringatan 1 Oktober diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan generasi penerus bangsa yang berjiwa Pancasila.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pembentukan karakter harus dimulai sejak dini agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh menjadi generasi penerus yang berjiwa Pancasila. ”Sebagai generasi penerus, anak-anak perlu dididik dengan paradigma Pancasila dan menghargai kebhinnekaan,” kata Anas usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di Taman Blambangan, Banyuwangi, Selasa (1/10).

Sumber daya manusia (SDM) unggul, kata Anas, yang tidak hanya jago teknologi, jago sains, jago sastra, dan jago matematika, melainkan juga toleran, menghargai perbedaan, dan serta menjunjung tinggi keragaman Indonesia.

Baca Juga :  Minyak Goreng Meroket dan Meroket

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut berlangsung lancar dan khidmat. Mengusung tema ”Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”, upacara ini diikuti lintas kalangan, mulai unsur TNI, Polri, pegawai negeri sipil (PNS), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemuda, mahasiswa, dan anggota Pramuka.

Momentum ini bisa menjadi pengingat seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berkomitmen menjaga Pancasila. ”Semoga Pancasila bisa menjadi perekat dan ideologi yang terus menyatukan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dengan semangat Kesaktian Pancasila, Anas juga berharap masyarakat Banyuwangi senantiasa kompak. ”Semoga Banyuwangi juga bisa terus kompak dengan Pancasila sebagai kekuatan dan kehebatan di tengah arus globalisasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Angin Kencang Landa Selat Bali, Tinggi Ombak 1,5 Meter, Pelayaran Aman

Untuk mengenang pahlawan yang gugur pada masa pemberontakan G-30-S/PKI tahun 1965, di lokasi upacara dipajang lukisan tujuh pahlawan revolusi. Mereka adalah Letjend A. Yani, Mayjend S. Parman, Mayjend M.T. Haryono, Mayjend Soeprapto, Brigjend Sutoyo, Kolonel Katamso, Letkol Sugiono, Brigjend DI Pandjaitan, dan Lettu Pierre Tendean.

JawaPos.com – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan momentum seluruh rakyat untuk mewujudkan komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peringatan 1 Oktober diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan generasi penerus bangsa yang berjiwa Pancasila.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pembentukan karakter harus dimulai sejak dini agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh menjadi generasi penerus yang berjiwa Pancasila. ”Sebagai generasi penerus, anak-anak perlu dididik dengan paradigma Pancasila dan menghargai kebhinnekaan,” kata Anas usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di Taman Blambangan, Banyuwangi, Selasa (1/10).

Sumber daya manusia (SDM) unggul, kata Anas, yang tidak hanya jago teknologi, jago sains, jago sastra, dan jago matematika, melainkan juga toleran, menghargai perbedaan, dan serta menjunjung tinggi keragaman Indonesia.

Baca Juga :  Ribuan Personel Apel Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut berlangsung lancar dan khidmat. Mengusung tema ”Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”, upacara ini diikuti lintas kalangan, mulai unsur TNI, Polri, pegawai negeri sipil (PNS), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemuda, mahasiswa, dan anggota Pramuka.

Momentum ini bisa menjadi pengingat seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berkomitmen menjaga Pancasila. ”Semoga Pancasila bisa menjadi perekat dan ideologi yang terus menyatukan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dengan semangat Kesaktian Pancasila, Anas juga berharap masyarakat Banyuwangi senantiasa kompak. ”Semoga Banyuwangi juga bisa terus kompak dengan Pancasila sebagai kekuatan dan kehebatan di tengah arus globalisasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kopdar, Driver Go-Jek Konvoi BWI–Genteng

Untuk mengenang pahlawan yang gugur pada masa pemberontakan G-30-S/PKI tahun 1965, di lokasi upacara dipajang lukisan tujuh pahlawan revolusi. Mereka adalah Letjend A. Yani, Mayjend S. Parman, Mayjend M.T. Haryono, Mayjend Soeprapto, Brigjend Sutoyo, Kolonel Katamso, Letkol Sugiono, Brigjend DI Pandjaitan, dan Lettu Pierre Tendean.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/