alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Tanpa Pesta Kembang Api, Pemkab Banyuwangi Pilih Doa Bersama

JawaPos.com – Pemkab Banyuwangi punya cara tersendiri untuk memperingati malam pergantian tahun 2020 ke tahun 2021. Jika di tahun-tahun sebelumnya malam tahun baru selalu diperingati secara meriah dan dihadiri ribuan warga, kali ini pemkab menggeber doa bersama yang dikemas dalam refleksi akhir tahun. Acara tersebut berlangsung di Masjid Babussalam yang berada di kompleks kantor bupati.

Doa bersama yang digeber Kamis malam (31/12) ini dihadiri Kiai Thoha Muntoha dari Kecamatan Glenmore dan dai kondang Ustad Yusuf Mansur. Meski tidak mendatangkan massa dalam jumlah besar, namun masyarakat Banyuwangi dapat mengikuti pengajian sekaligus doa bersama tersebut secara virtual melalui akun YouTube resmi Pemkab Banyuwangi. Selain itu seluruh pondok pesantren se-Banyuwangi juga ikut dalam kegiatan doa bersama sekaligus refleksi akhir tahun melalui aplikasi Zoom.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, doa bersama dan refleksi akhir tahun itu diselenggarakan secara virtual agar tidak terjadi kerumunan di malam pergantian tahun. ”Sungguh ini pengalaman yang luar biasa. Pandemi ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus banyak introspeksi diri atas ujian yang kita hadapi saat ini. Pun mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita di tengah situasi yang tidak menentu ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Jangan Sampai Kecele

Anas menjelaskan, pengajian dalam rangka pergantian tahun kali ini digelar sederhana diawali dengan khataman Alquran, selawat, dan doa bersama. ”Biasanya kita gelar di alun-alun sambil ditutup kembang api, namun kali ini digelar secara sederhana,” kata dia.

Anas berharap Kabupaten Banyuwangi dapat segera bangkit dari cobaan yang diakibatkan virus korona di tahun 2021. ”Mudah-mudahan, program dari Presiden Jokowi untuk vaksinasi Covid-19 bisa berjalan lancar di Indonesia dan kita semua diberikan kesehatan. Ada hikmah yang besar di balik ini semua,” tuturnya.

Sementara itu, dalam tausiahnya Ustad Yusuf Mansyur membagi pengalaman saat dirinya sempat terpapar positif Covid-19. ”Saat saya sakit, menggerakkan kaki saja sudah ngos-ngosan. Namun, walau disekat jendela, bisa melihat istri dan anak saja sudah bahagia,” akunya.

Baca Juga :  Peringati Asura, Para Kiai Berdoa untuk Kebaikan & Kemajuan Banyuwangi

Maka dari itu, imbuh Yusuf Mansur, di masa pandemi ini refleksi akhir tahun harus dipenuhi dengan rasa syukur dan tidak bersusah hati. Sebab menurutnya banyak orang yang tidak dapat berkumpul dengan keluarga karena virus korona. ”Di refleksi akhir tahun ini jangan melihat yang besar-besar, tidak punya mobil, rumah. Tetapi lebih ke rasa bersyukur, bisa kumpul keluarga sekarang harganya mahal. Ayo kita tetap optimistis menatap masa depan,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

JawaPos.com – Pemkab Banyuwangi punya cara tersendiri untuk memperingati malam pergantian tahun 2020 ke tahun 2021. Jika di tahun-tahun sebelumnya malam tahun baru selalu diperingati secara meriah dan dihadiri ribuan warga, kali ini pemkab menggeber doa bersama yang dikemas dalam refleksi akhir tahun. Acara tersebut berlangsung di Masjid Babussalam yang berada di kompleks kantor bupati.

Doa bersama yang digeber Kamis malam (31/12) ini dihadiri Kiai Thoha Muntoha dari Kecamatan Glenmore dan dai kondang Ustad Yusuf Mansur. Meski tidak mendatangkan massa dalam jumlah besar, namun masyarakat Banyuwangi dapat mengikuti pengajian sekaligus doa bersama tersebut secara virtual melalui akun YouTube resmi Pemkab Banyuwangi. Selain itu seluruh pondok pesantren se-Banyuwangi juga ikut dalam kegiatan doa bersama sekaligus refleksi akhir tahun melalui aplikasi Zoom.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, doa bersama dan refleksi akhir tahun itu diselenggarakan secara virtual agar tidak terjadi kerumunan di malam pergantian tahun. ”Sungguh ini pengalaman yang luar biasa. Pandemi ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus banyak introspeksi diri atas ujian yang kita hadapi saat ini. Pun mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita di tengah situasi yang tidak menentu ini,” ujarnya.

Baca Juga :  YPMNU Gelar Workshop dan Deklarasi SRA

Anas menjelaskan, pengajian dalam rangka pergantian tahun kali ini digelar sederhana diawali dengan khataman Alquran, selawat, dan doa bersama. ”Biasanya kita gelar di alun-alun sambil ditutup kembang api, namun kali ini digelar secara sederhana,” kata dia.

Anas berharap Kabupaten Banyuwangi dapat segera bangkit dari cobaan yang diakibatkan virus korona di tahun 2021. ”Mudah-mudahan, program dari Presiden Jokowi untuk vaksinasi Covid-19 bisa berjalan lancar di Indonesia dan kita semua diberikan kesehatan. Ada hikmah yang besar di balik ini semua,” tuturnya.

Sementara itu, dalam tausiahnya Ustad Yusuf Mansyur membagi pengalaman saat dirinya sempat terpapar positif Covid-19. ”Saat saya sakit, menggerakkan kaki saja sudah ngos-ngosan. Namun, walau disekat jendela, bisa melihat istri dan anak saja sudah bahagia,” akunya.

Baca Juga :  Dua Pekan Dipasang, APK Pilgub Sudah Rusak

Maka dari itu, imbuh Yusuf Mansur, di masa pandemi ini refleksi akhir tahun harus dipenuhi dengan rasa syukur dan tidak bersusah hati. Sebab menurutnya banyak orang yang tidak dapat berkumpul dengan keluarga karena virus korona. ”Di refleksi akhir tahun ini jangan melihat yang besar-besar, tidak punya mobil, rumah. Tetapi lebih ke rasa bersyukur, bisa kumpul keluarga sekarang harganya mahal. Ayo kita tetap optimistis menatap masa depan,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/