alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Smart Kampung Jadi Sasaran Kunjungan

BANYUWANGI – Prestasi dan penghargaan yang diraih Banyuwangi menjadi magnet tersendiri bagi sejumlah instansi/lembaga. Banyak lembaga yang datang ke Bumi Blambangan untuk menimba ilmu.

Kedatangan rombongan tamu dari instansi/ lembaga tersebut guna melakukan studi banding maupun studi tiru tentang pengelolaan pemerintahan. Mulai dari perencanaan pembangunan, pengembangan pariwisata, hingga penataan kota.

Para tamu rombongan kedinasan ini juga ingin tahu lebih jauh tentang bagaimana Pemkab Banyuwangi mempromosikan daerahnya dan bagaimana cara bupati menggerakkan seluruh pegawai dan masyarakatnya sehingga bisa bersinergi dengan baik untuk mendukung perkembangan daerah.

Kepala Bagian Humas dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Banyuwangi Yusdi Irawan mengatakan, para tamu dari instansi/lembaga selain mengunjungi kantor Pemkab Banyuwangi juga ada yang langsung berkunjung ke kantor desa, terutama desa yang sudah masuk dalam program ”Smart Kampung.”

Smart Kampung adalah program yang mendorong desa untuk atraktif dalam berbagai hal dengan ditopang fasilitas teknologi informasi. Mereka datang dari sejumlah daerah di Indonesia. Sejumlah lembaga/instansi yang berkunjung di antaranya berbagai kampus dari Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Jakarta, Jogjakarta, Bogor, dan Palembang. Adapun dari pemerintah daerah datang dari berbagai kota/kabupaten/provinsi di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Papua, Bali, dan Kalimantan.

Pemkab Banyuwangi sendiri, lanjut Yusdi, dengan senang hati menerima para delegasi tersebut. ”Kami juga menerima banyak input dari mereka, termasuk menghasilkan sinergi untuk beberapa program,” jelasnya.

Kedatangan puluhan ribu orang dalam delegasi tersebut dengan sendirinya juga menggairahkan industri pariwisata di Banyuwangi. Permintaan kamar hotel, kuliner, dan produk kerajinan untuk oleh-oleh meningkat.

Berdasar catatan Pemkab Banyuwangi, rata-rata tiap delegasi berada di Banyuwangi selama dua hari. Ini adalah model wisata studi yang melengkapi pesona Banyuwangi sebagai destinasi wisata alam dan budaya. ”Kami berterima kasih atas kunjungan tersebut, dan tentu di dalamnya kami juga bisa terinspirasi dari program-program di daerah masing-masing berdasar hasil diskusi yang dilakukan. Selain itu, kunjungan tersebut telah ikut mendorong kemajuan sektor penunjang pariwisata di Banyuwangi,” pungkas Yusdi. 

BANYUWANGI – Prestasi dan penghargaan yang diraih Banyuwangi menjadi magnet tersendiri bagi sejumlah instansi/lembaga. Banyak lembaga yang datang ke Bumi Blambangan untuk menimba ilmu.

Kedatangan rombongan tamu dari instansi/ lembaga tersebut guna melakukan studi banding maupun studi tiru tentang pengelolaan pemerintahan. Mulai dari perencanaan pembangunan, pengembangan pariwisata, hingga penataan kota.

Para tamu rombongan kedinasan ini juga ingin tahu lebih jauh tentang bagaimana Pemkab Banyuwangi mempromosikan daerahnya dan bagaimana cara bupati menggerakkan seluruh pegawai dan masyarakatnya sehingga bisa bersinergi dengan baik untuk mendukung perkembangan daerah.

Kepala Bagian Humas dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Banyuwangi Yusdi Irawan mengatakan, para tamu dari instansi/lembaga selain mengunjungi kantor Pemkab Banyuwangi juga ada yang langsung berkunjung ke kantor desa, terutama desa yang sudah masuk dalam program ”Smart Kampung.”

Smart Kampung adalah program yang mendorong desa untuk atraktif dalam berbagai hal dengan ditopang fasilitas teknologi informasi. Mereka datang dari sejumlah daerah di Indonesia. Sejumlah lembaga/instansi yang berkunjung di antaranya berbagai kampus dari Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Jakarta, Jogjakarta, Bogor, dan Palembang. Adapun dari pemerintah daerah datang dari berbagai kota/kabupaten/provinsi di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Papua, Bali, dan Kalimantan.

Pemkab Banyuwangi sendiri, lanjut Yusdi, dengan senang hati menerima para delegasi tersebut. ”Kami juga menerima banyak input dari mereka, termasuk menghasilkan sinergi untuk beberapa program,” jelasnya.

Kedatangan puluhan ribu orang dalam delegasi tersebut dengan sendirinya juga menggairahkan industri pariwisata di Banyuwangi. Permintaan kamar hotel, kuliner, dan produk kerajinan untuk oleh-oleh meningkat.

Berdasar catatan Pemkab Banyuwangi, rata-rata tiap delegasi berada di Banyuwangi selama dua hari. Ini adalah model wisata studi yang melengkapi pesona Banyuwangi sebagai destinasi wisata alam dan budaya. ”Kami berterima kasih atas kunjungan tersebut, dan tentu di dalamnya kami juga bisa terinspirasi dari program-program di daerah masing-masing berdasar hasil diskusi yang dilakukan. Selain itu, kunjungan tersebut telah ikut mendorong kemajuan sektor penunjang pariwisata di Banyuwangi,” pungkas Yusdi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/