alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Dibuka Wapres, Bupati Ipuk Paparkan Strategi Pariwisata Sehat

BANYUWANGI – Bupati Ipuk Fiestiandani memaparkan strategi dan konsep pariwisata sehat di Banyuwangi di hadapan para kepala daerah se-Indonesia. Paparan tersebut dia sampaikan dalam Forum Kabupaten/Kota Sehat Indonesia 2022 yang digelar di Semarang pada Senin (28/3/2022).

Forum Kabupaten/Kota Sehat Indonesia 2022 dibuka secara virtual oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan dihadiri kepala daerah serta perwakilan forum kabupaten/kota se-Indonesia.

Ipuk mengatakan, pandemi Covid-19 telah mendorong Banyuwangi untuk mengembangkan konsep pariwisata sehat. ”Survei UNWTO (Badan Pariwisata PBB) menyebutkan tahun 2022–2023 akan menjadi fase pemulihan. Daerah harus menyiapkan diri, termasuk kami di Banyuwangi. Ini akan menjadi momen bagi pariwisata daerah untuk bangkit,” ujarnya.

Ipuk mengatakan, pandemi membuat semua daerah terdampak, termasuk bagi daerah yang pariwisatanya sedang berkembang seperti Banyuwangi. Hal itu berpotensi mengerek laju kemiskinan secara drastis.

Namun, Banyuwangi melakukan berbagai inovasi termasuk di sektor wisata. Hasilnya, laju kenaikan kemiskinan Banyuwangi tercatat sebagai yang terendah di Jatim, yaitu hanya 0,01 persen. Pertumbuhan ekonomi juga rebound dari minus 3,58 persen pada 2020 menjadi 4,08 persen pada 2021.

Ipuk menyebut, pandemi membuat semua orang kembali ke kebutuhan dasar (basic needs) yakni makan, minum, dan kesehatan. Namun, saat pandemi mulai terkendali, orang akan kembali berburu aktivitas hiburan (leisure),  seperti berwisata dan kuliner. ”Pandemi ini telah memaksa kita untuk melakukan berbagai adaptasi, termasuk di sektor pariwisata. Maka, kita siapkan tiga strategi pariwisata Triple Track Strategy. Yakni, pariwisata yang makin digital, makin kreatif, dan makin sehat. Ini kita sebut ’tiga makin’,” bebernya.

Ipuk menjelaskan, strategi makin digital membuat pariwisata semakin mudah diakses. ”Sisi atraksi dengan sentuhan digital kita lakukan, seperti tahun lalu dengan Festival Gandrung Nusantara yang melibatkan berbagai daerah di tanah air yang berpadu dengan perhelatan di Banyuwangi,” jelasnya.

Makin kreatif, papar Ipuk, dilakukan Banyuwangi dengan terus berinovasi meningkatkan kualitas layanan untuk wisatawan. Tidak hanya destinasi yang terus direvitalisasi, namun juga atraksi wisata. ”Event-event baru terus kami kembangkan. Bahkan, akhir Mei ini Pantai G-Land Banyuwangi menjadi tuan rumah WSL, kejuaraan surfing dunia yang paling bergengsi. Berbagai skema outdoor tourism yang kini diburu wisatawan karena dinilai lebih aman dan sehat,” kata Ipuk.

Sejumlah event sport tourism juga terus digeber Banyuwangi sejak pertengahan tahun lalu. Menggabungkan atraksi wisata dan aktivitas olahraga. Adapun makin sehat, lanjut Ipuk, bukan sekadar disiplin protokol kesehatan, tapi harus melengkapi diri dengan standar festival dan pengelolaan destinasi berorientasi kesehatan. Banyuwangi juga melakukan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 untuk destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat. 

Dia menambahkan, Banyuwangi sebagai cagar biosfer dunia juga menjamin lingkungan sehat bagi wisatawan, pintu masuk memperkuat outdoor tourism, agro tourism, dan sejenisnya. 

BANYUWANGI – Bupati Ipuk Fiestiandani memaparkan strategi dan konsep pariwisata sehat di Banyuwangi di hadapan para kepala daerah se-Indonesia. Paparan tersebut dia sampaikan dalam Forum Kabupaten/Kota Sehat Indonesia 2022 yang digelar di Semarang pada Senin (28/3/2022).

Forum Kabupaten/Kota Sehat Indonesia 2022 dibuka secara virtual oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan dihadiri kepala daerah serta perwakilan forum kabupaten/kota se-Indonesia.

Ipuk mengatakan, pandemi Covid-19 telah mendorong Banyuwangi untuk mengembangkan konsep pariwisata sehat. ”Survei UNWTO (Badan Pariwisata PBB) menyebutkan tahun 2022–2023 akan menjadi fase pemulihan. Daerah harus menyiapkan diri, termasuk kami di Banyuwangi. Ini akan menjadi momen bagi pariwisata daerah untuk bangkit,” ujarnya.

Ipuk mengatakan, pandemi membuat semua daerah terdampak, termasuk bagi daerah yang pariwisatanya sedang berkembang seperti Banyuwangi. Hal itu berpotensi mengerek laju kemiskinan secara drastis.

Namun, Banyuwangi melakukan berbagai inovasi termasuk di sektor wisata. Hasilnya, laju kenaikan kemiskinan Banyuwangi tercatat sebagai yang terendah di Jatim, yaitu hanya 0,01 persen. Pertumbuhan ekonomi juga rebound dari minus 3,58 persen pada 2020 menjadi 4,08 persen pada 2021.

Ipuk menyebut, pandemi membuat semua orang kembali ke kebutuhan dasar (basic needs) yakni makan, minum, dan kesehatan. Namun, saat pandemi mulai terkendali, orang akan kembali berburu aktivitas hiburan (leisure),  seperti berwisata dan kuliner. ”Pandemi ini telah memaksa kita untuk melakukan berbagai adaptasi, termasuk di sektor pariwisata. Maka, kita siapkan tiga strategi pariwisata Triple Track Strategy. Yakni, pariwisata yang makin digital, makin kreatif, dan makin sehat. Ini kita sebut ’tiga makin’,” bebernya.

Ipuk menjelaskan, strategi makin digital membuat pariwisata semakin mudah diakses. ”Sisi atraksi dengan sentuhan digital kita lakukan, seperti tahun lalu dengan Festival Gandrung Nusantara yang melibatkan berbagai daerah di tanah air yang berpadu dengan perhelatan di Banyuwangi,” jelasnya.

Makin kreatif, papar Ipuk, dilakukan Banyuwangi dengan terus berinovasi meningkatkan kualitas layanan untuk wisatawan. Tidak hanya destinasi yang terus direvitalisasi, namun juga atraksi wisata. ”Event-event baru terus kami kembangkan. Bahkan, akhir Mei ini Pantai G-Land Banyuwangi menjadi tuan rumah WSL, kejuaraan surfing dunia yang paling bergengsi. Berbagai skema outdoor tourism yang kini diburu wisatawan karena dinilai lebih aman dan sehat,” kata Ipuk.

Sejumlah event sport tourism juga terus digeber Banyuwangi sejak pertengahan tahun lalu. Menggabungkan atraksi wisata dan aktivitas olahraga. Adapun makin sehat, lanjut Ipuk, bukan sekadar disiplin protokol kesehatan, tapi harus melengkapi diri dengan standar festival dan pengelolaan destinasi berorientasi kesehatan. Banyuwangi juga melakukan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 untuk destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat. 

Dia menambahkan, Banyuwangi sebagai cagar biosfer dunia juga menjamin lingkungan sehat bagi wisatawan, pintu masuk memperkuat outdoor tourism, agro tourism, dan sejenisnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/