Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sopir Truk Protes Pembatasan Angkutan di Ketapang, Tak Bisa Masuk Kapal hingga Berjam-jam

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 18 Maret 2026 | 06:30 WIB

Sejumlah sopir melakukan protes terkait kebijakan Kemenhub membatasi jumlah truk yang masuk kapal di Dermaga Bulusan, Selasa (17/3).
Sejumlah sopir melakukan protes terkait kebijakan Kemenhub membatasi jumlah truk yang masuk kapal di Dermaga Bulusan, Selasa (17/3).

BANYUWANGI – Kebijakan pembatasan kendaraan truk selama masa angkutan Lebaran yang diterapkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memicu gelombang protes dari para sopir di Dermaga Bulusan, Selasa (17/3).

Puluhan sopir truk yang mayoritas berasal dari Bali meluapkan kekecewaan mereka setelah berjam-jam mengantre tanpa kepastian bisa menyeberang ke pulau asalnya.

Antre Sejak Subuh, Tak Kunjung Naik Kapal

Sekitar 50 sopir truk dilaporkan sempat terlibat adu argumen dengan petugas keamanan dan operator penyeberangan di lokasi. Mereka mempertanyakan kebijakan pembatasan yang dinilai tidak adil.

Photo
Photo

Salah satu sopir, Wayan Sudarna, mengaku telah tiba di pelabuhan sejak pukul 04.00 WIB. Namun hingga berjam-jam kemudian, kendaraannya belum juga mendapatkan giliran naik kapal.

“Kami tidak dilayani. Tapi travel dan bus di dermaga lain boleh menyeberang. Ini kan tidak adil,” ujarnya dengan nada kesal.

Menurutnya, kapal tetap beroperasi normal dan bolak-balik menurunkan muatan. Namun, truk justru dibatasi untuk masuk ke dalam kapal.

Kejar Waktu Nyepi, Justru Tertahan

Wayan menjelaskan, dirinya sengaja mengatur jadwal pengiriman lebih awal dari Bali ke Surabaya agar bisa kembali tepat waktu dan mengikuti Hari Raya Nyepi.

Namun rencana tersebut terancam gagal karena kebijakan pembatasan yang membuatnya tertahan di pelabuhan.

“Saya juga ingin ikut Nyepi. Yang dari Bali kan mau Lebaran, kita juga sama,” katanya.

Ia bahkan menyebut kondisi antrean saat ini belum dipengaruhi kemacetan arak-arakan ogoh-ogoh yang biasanya terjadi menjelang Nyepi, namun sudah cukup membuat para sopir kewalahan.

Pembatasan Dinilai Mendadak

Keluhan serupa disampaikan sopir lainnya, Komang. Ia mengaku tidak mendapatkan informasi adanya pembatasan truk selama perjalanan dari Surabaya menuju Banyuwangi.

Karena itu, ia berasumsi kendaraannya akan tetap bisa menyeberang seperti biasa.

“Dari Surabaya sampai sini tidak ada pembatasan. Jadi kami pikir bisa langsung menyeberang,” ujarnya.

Ketidakjelasan informasi tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu utama ketegangan antara sopir dan petugas di lapangan.

Sempat Memanas, Akhirnya Diizinkan Menyeberang

Situasi di Dermaga Bulusan sempat memanas akibat aksi protes para sopir. Namun setelah dilakukan komunikasi dengan petugas, akhirnya truk-truk diperbolehkan menyeberang secara bertahap.

Petugas memberlakukan skema pembatasan maksimal 10 truk untuk setiap kapal yang beroperasi.

Kebijakan ini sedikit meredakan ketegangan, meski para sopir tetap mengeluhkan lamanya waktu tunggu.

Protes Serupa Terjadi Sehari Sebelumnya

Aksi protes ternyata bukan kali pertama terjadi. Sehari sebelumnya, Senin (16/3) malam, kejadian serupa juga berlangsung di Pelabuhan LCM Ketapang.

Penyebabnya sama, yakni ketidakpastian jadwal keberangkatan bagi kendaraan truk.

Seorang sopir asal Singaraja mengaku tidak mempermasalahkan jumlah truk yang dibatasi, asalkan ada kepastian waktu keberangkatan.

“Tidak apa-apa sedikit yang berangkat, asal pasti berangkat. Kalau terlalu lama di sini, kita bisa tidak bisa merayakan Nyepi,” ujarnya.

Dampak Kebijakan Perlu Evaluasi

Kebijakan pembatasan truk selama masa angkutan Lebaran sejatinya bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan di jalur penyeberangan Jawa–Bali.

Namun di lapangan, implementasi kebijakan tersebut dinilai belum berjalan optimal karena kurangnya sosialisasi dan kepastian operasional.

Akibatnya, bukan hanya menimbulkan antrean panjang, tetapi juga memicu ketegangan antara pengguna jasa dan petugas.

Para sopir berharap ada evaluasi segera dari pihak terkait agar kebijakan yang diterapkan tetap mempertimbangkan aspek keadilan dan kepastian layanan.

Dengan demikian, mobilitas logistik tetap terjaga dan para pengemudi dapat menjalankan aktivitasnya tanpa hambatan berarti, terutama menjelang momen penting seperti Nyepi dan Lebaran. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#tbb ketapang #Dermaga Bulusan Banyuwangi #antrean truk Bali Jawa #pembatasan truk ASDP #sopir truk protes Ketapang #kebijakan Kemenhub Lebaran