Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perjuangan Bumil di Tengah Hutan Banyuwangi, Dwi Novita Melahirkan Usai Dijemput Puskesmas dan Menyeberang Sungai

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:30 WIB

SELAMAT: Mobil ambulans Puskesmas Sumberagung mengangkut ibu hamil (bumil) asal Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.
SELAMAT: Mobil ambulans Puskesmas Sumberagung mengangkut ibu hamil (bumil) asal Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID - Perjuangan seorang ibu hamil asal wilayah terpencil di Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi potret nyata tantangan layanan kesehatan di daerah pelosok.

Dwi Novita Sari, 23, warga Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, harus menempuh perjalanan tidak biasa demi bisa melahirkan dengan aman.

Keterbatasan sarana kesehatan di kampung halamannya yang berada di tengah kawasan hutan membuat Novita tidak memungkinkan menjalani persalinan di tempat tinggalnya.

Ia akhirnya melahirkan di rumah bersalin Desa Sarongan, Kamis (15/1), setelah melalui proses evakuasi yang melibatkan tenaga kesehatan, perangkat desa, hingga warga setempat.

Kepala Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Feri Nafaro, menjelaskan bahwa akses menuju dusun tersebut masih sangat terbatas.

Selain belum tersedia angkutan umum yang memadai, kondisi jalan juga rusak dan sulit dilalui kendaraan biasa.

“Novita dijemput oleh petugas dari Puskesmas Sumberagung sampai Sungai Sukamade. Dari sana perjalanan harus dilanjutkan secara manual karena kendaraan tidak bisa masuk,” terang Feri.

Digotong Warga dan Menyeberang Sungai

Setibanya di Sungai Sukamade, perjuangan belum berakhir. Meski debit air saat itu tidak terlalu besar, kondisi sungai tetap berisiko bagi ibu hamil.

Warga kemudian bergotong royong menggotong Novita menyeberangi sungai menggunakan gethek atau rakit sederhana.

“Semua pihak bahu membahu memastikan ibu hamil selamat. Alhamdulillah, proses penyeberangan lancar dan Novita bisa sampai di rumah bersalin dengan aman, begitu juga saat kembali,” ungkap Feri.

Ia menambahkan, langkah penjemputan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, khususnya di wilayah terpencil seperti Dusun Sukamade.

Dijemput Sebelum HPL

Feri mengungkapkan bahwa tim kesehatan dari Puskesmas Sumberagung telah melakukan langkah antisipatif jauh hari sebelum hari perkiraan lahir (HPL).

Novita dijemput lebih awal sebagai langkah pencegahan jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

“Sebagai tindakan preventif, bumil memang dijemput terlebih dahulu, jauh dari HPL yang seharusnya pada tanggal 22,” jelasnya.

Tak hanya dijemput, petugas puskesmas juga berinisiatif menempatkan Novita sementara di rumah keluarga di Kampung Rajegwesi.

Lokasi tersebut dinilai lebih aman dan mudah dijangkau tenaga kesehatan dibandingkan Dusun Sukamade.

“Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan maupun jika harus menunggu sendirian di lokasi terpencil,” imbuh Feri.

Lahir Bayi Laki-laki Sehat

Kondisi kesehatan Novita selama masa penantian dilaporkan baik. Hingga akhirnya, pada dini hari Rabu (21/1) pukul 00.50, Novita melahirkan seorang bayi laki-laki dengan selamat.

“Alhamdulillah, kondisi Novita sangat sehat. Bayinya lahir normal, laki-laki,” tuturnya.

Bayi tersebut diberi nama Ahmad Ubaydillah Al Fatih, dengan berat badan 2.400 gram dan panjang badan 50 sentimeter.

Setelah menjalani perawatan dan dipastikan kondisi ibu serta bayi stabil, tim kesehatan bersama relawan mulai menyiapkan proses pengantaran kembali ke kampung halaman.

Diantar Relawan Destana

Pengantaran Novita dan bayinya kembali ke Dusun Sukamade kembali melibatkan berbagai pihak.

Relawan Desa Sarongan yang tergabung dalam Destana (Desa Tangguh Bencana) turut serta memastikan perjalanan pulang berjalan aman.

“Relawan Destana ikut bertugas mengantar Novita dan buah hatinya pulang dengan selamat ke Dusun Sukamade,” pungkas Feri.

Kisah perjuangan Dwi Novita Sari ini menjadi gambaran kuat pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi, khususnya di wilayah-wilayah terpencil Banyuwangi yang masih memiliki keterbatasan akses layanan dasar. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#tengah hutan #bumil #melahirkan #banyuwangi #sarongan