Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tragedi di Ponpes Dalwa Pasuruan: Belasan Santri Terjatuh dari Tangga, Satu Tewas

Ali Sodiqin • Kamis, 30 Oktober 2025 | 02:45 WIB
Tangga di asrama Ponpes Dalwa di Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, tempat jatuhnya belasan santri, Senin (27/10).
Tangga di asrama Ponpes Dalwa di Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, tempat jatuhnya belasan santri, Senin (27/10).

RADARBANYUWANGI.ID - Dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan berduka. Tragedi memilukan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Bangil pada Senin (27/10).

Belasan santri dilaporkan jatuh dari tangga gedung asrama, satu di antaranya meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun Radar Bromo (Jawa Pos Group) menyebutkan, sebanyak 12 santri dilarikan ke IGD RSUD Bangil dalam waktu hampir bersamaan.

Para korban mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh, mulai dari patah tulang hingga cedera berat.

Humas RSUD Bangil, M. Hayat, membenarkan kedatangan belasan santri tersebut. Menurutnya, tim medis langsung memberikan penanganan cepat begitu para korban tiba.

“Benar, ada 12 pasien dari Ponpes Dalwa datang hampir bersamaan. Sebagian besar mengalami fraktur atau patah tulang,” ujarnya, Selasa (28/10).

Beberapa korban harus menjalani operasi, sementara lainnya diobservasi intensif. Ada pula santri yang diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan singkat.

“Sebagian langsung masuk ruang tindakan. Setelah itu dilakukan observasi lanjutan. Beberapa sudah diperbolehkan pulang,” jelas Hayat.

Namun, nasib tragis menimpa salah satu santri berinisial IMY (15). Remaja itu meninggal dunia sesaat setelah tiba di IGD.

“Belum sempat dilakukan tindakan apa pun karena sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” ungkap Hayat.

Dari 12 korban, enam santri menjalani rawat jalan, satu dirujuk ke rumah sakit di Gresik atas permintaan keluarga, sedangkan tiga lainnya masih dirawat intensif.

Dua santri lain masih menjalani konsultasi medis lanjutan.

Pihak kepolisian hingga kini belum memberikan keterangan detail terkait penyebab maupun kronologi insiden tersebut.

Kapolsek Rembang AKP Mulyono hanya membenarkan adanya peristiwa itu tanpa penjelasan lebih lanjut.

Hal serupa disampaikan Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno.

“Masih dalam penyelidikan,” katanya singkat saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (28/10).

Bahkan Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan ketika dikonfirmasi di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/10), juga belum bisa memberikan keterangan.

“Belum. Saya belum dapat informasi,” ujarnya saat doorstop bersama wartawan.

Upaya konfirmasi ke pihak Ponpes Dalwa juga dilakukan oleh Radar Bromo. Namun, saat tim datang ke lokasi asrama di Desa Pandean, Kecamatan Rembang, tidak tampak aktivitas santri maupun pengurus pesantren.

Pesan konfirmasi yang dikirimkan ke Ustadz Ismail Al Ayub, salah satu pengurus Ponpes Dalwa, juga belum mendapat balasan hingga berita ini ditulis. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Ponpes Dalwa Pasuruan #Terjatuh dari Tangga #santri tewas