RADARBANYUWANGI.ID - Para nelayan yang tinggal di pesisir Pantai Muncar, Kecamatan Muncar, menyoroti perluasan budidaya kerang mutiara yang dianggap mengganggu wilayah tangkap ikan mereka.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menemui para nelayan di Pantai Satelit, Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo pada Rabu (14/8/2025). Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Forpimka Muncar.
Para nelayan meminta agar lokasi budidaya kerang mutiara segera dicabut karena semakin melebar ke perairan yang biasa digunakan untuk menangkap ikan.
“Lahan budidaya kerang semakin lebar, wilayah mencari ikan kami semakin menyempit,” kata Ketua Kelompok Nelayan Muncar, H. Kosim.
Menurut Kosim, koordinasi awal dengan perusahaan budidaya kerang mutiara dilakukan pada 2017 dengan batas wilayah yang telah disepakati, mulai dari Teluk Biru hingga Perpat.
Namun pada 2021, area budidaya diperluas hingga Klosot. “Awalnya kami setuju dengan budidaya mutiara, tetapi harus sesuai kesepakatan awal,” jelasnya.
Perluasan tersebut juga dianggap melampaui ukuran persetujuan awal, yang hanya sekitar 45 hektare.
Saat ini, luas area budidaya bertambah sekitar dua hektare tanpa melibatkan nelayan.
“Dalam perluasan itu, kami tidak dilibatkan oleh PT Disthi Mutiara Laut terkait izin penggunaan lahan perairan tersebut,” tambah Kosim.
Kosim meminta Dinas Perikanan Banyuwangi dan instansi terkait menindaklanjuti masalah ini.
“Kami hanya ingin tahu izin perusahaan itu. Jika tidak ada izinnya, segera cabut,” ujarnya.
Suryono Bintang Samudra menyebutkan, dalam pertemuan kemarin belum ada titik temu antara nelayan dan perusahaan.
Pihaknya masih mengumpulkan aspirasi dari para nelayan sebelum diteruskan ke Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Keluhan nelayan kami tampung, nanti diteruskan ke provinsi dan KKP,” ujarnya. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan PT Disthi Mutiara Laut.
Menurut Suryono, ada 16 kelompok nelayan yang terganggu oleh perluasan budidaya kerang mutiara, dengan total sekitar 500 nelayan.
“Tempat yang biasa digunakan nelayan mencari ikan saat ini digunakan budidaya kerang. Di lokasi itu ada pusaran air yang biasanya menjadi tempat ikan berkumpul,” jelasnya.
Editor : Agung Sedana