Baru Dibangun 2024, Dapur Rumah Warga Cluring Banyuwangi Malah Ambruk

RADAR BANYUWANGI – Belum genap dua tahun berdiri, bangunan dapur rumah milik Moh Imam Maliki, 38, warga Dusun Krajan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, justru roboh pada Rabu malam (4/11). Diduga akibat konstruksi yang kurang kokoh, ambruknya atap dapur tersebut menyebabkan kerugian material hingga Rp 70 juta, meski beruntung tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Peristiwa itu terjadi ketika Imam sedang berada di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, untuk menjenguk orang tuanya. Saat rumah dalam keadaan kosong, bagian dapur tiba-tiba roboh dan menyisakan puing-puing bangunan.
Camat Cluring Titik Handayani membenarkan kejadian yang menimpa warganya tersebut. Dia memastikan tidak ada korban dalam insiden itu karena pemilik rumah sedang berada di luar daerah saat bangunan ambruk.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa atau luka, saat kejadian sang pemilik rumah sedang keluar," katanya.
Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana menjelaskan, kejadian tersebut diketahui setelah warga sekitar melaporkan adanya bangunan rumah yang roboh. Mendapat informasi itu, pemilik rumah langsung pulang untuk memastikan kondisi kediamannya.
Namun, setibanya di rumah, Imam mendapati bagian dapur sudah ambruk. Sejumlah tetangga yang lebih dahulu mengetahui kejadian tersebut telah berkumpul di lokasi dan berinisiatif membantu menyelamatkan barang-barang milik korban.
"Saat sampai kediamannya, pemilik melihat dapur rumah sudah roboh. Pada saat itu sejumlah tetangga sudah berkumpul dan membantu mengevakuasi barang-barang milik korban yang berada di dalam rumah untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman," jelas Putu.
Polisi, TNI, dan Warga Gotong Royong Bersihkan Puing
Setelah menerima laporan, jajaran Polsek Cluring bersama anggota Koramil dan perangkat pemerintah setempat langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka bergotong royong bersama warga membersihkan material bangunan yang berserakan sekaligus membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Penanganan dilakukan untuk memastikan kondisi sekitar rumah aman serta meminimalkan dampak lanjutan akibat robohnya bangunan tersebut.
Kapolsek Putu menyebut, kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 70 juta. Nilai tersebut merupakan taksiran kerugian material yang dialami pemilik rumah akibat bagian dapur yang ambruk.
"Kerugian material ditaksir sekitar Rp 70 juta," katanya.
Diduga Konstruksi Bangunan Kurang Kokoh
Berdasarkan keterangan awal, robohnya bagian dapur diduga dipicu konstruksi bangunan yang kurang kokoh. Padahal, rumah tersebut diperkirakan baru dibangun pada 2024.
Meski demikian, penyebab pasti keruntuhan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi dan struktur bangunan.
Pemerintah Desa Tamanagung juga berencana berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengupayakan bantuan bagi Imam Maliki. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak musibah.
"Perangkat Desa Tamanagung akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mengupayakan bantuan bagi korban yang terdampak kejadian tersebut," pungkas Putu.
Beruntung, tidak adanya korban jiwa membuat peristiwa tersebut tidak menimbulkan dampak lebih fatal. Namun, kerugian hingga puluhan juta rupiah menjadi beban tersendiri bagi pemilik rumah, terlebih bangunan dapur itu diduga roboh akibat persoalan konstruksi meski usianya belum genap dua tahun. (why/sgt)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




