
RADAR BANYUWANGI — Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (6/9) pagi. Namun, aktivitas vulkanik tersebut belum menimbulkan gangguan signifikan terhadap kegiatan masyarakat. Karena itu, status Gunung Semeru hingga kini masih bertahan di Level III atau Siaga.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan erupsi merupakan aktivitas yang lazim terjadi di Gunung Semeru. Kendati demikian, masyarakat tidak boleh menganggap remeh kondisi tersebut karena potensi bahaya berupa awan panas, guguran lava, lontaran material vulkanik, hingga lahar tetap mengintai.
“Semeru erupsi itu adalah suatu hal yang normal karena memang setiap saat erupsi Semeru terjadi. Tetapi hingga hari ini belum terjadi gangguan signifikan terhadap kegiatan masyarakat,” ujar Gatot, Minggu (6/9).
Menurut Gatot, kondisi tersebut menjadi alasan status Gunung Semeru belum dinaikkan dari Level III atau Siaga. Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan sekitar gunung diminta tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan yang telah dikeluarkan pemerintah.
Warga Diminta Tak Mendekati Kawasan Rawan
Gatot menegaskan masyarakat harus mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Terutama dengan menghindari sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak langsung aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
“Disampaikan oleh PVMBG sudah ada beberapa instruksi untuk menghindari area-area yang dirasa rentan, baik itu oleh lahar dingin yang bisa ditimbulkan atau letusan yang bisa dihasilkan dari erupsi tersebut,” kata Gatot.
Rekomendasi tersebut bukan tanpa alasan. Aktivitas Gunung Semeru dapat memicu berbagai ancaman, terutama di jalur aliran sungai dan lembah yang berhulu di kawasan puncak.
PVMBG sebelumnya telah meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, hingga jarak sekitar 13 kilometer dari puncak.
Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sekitar 17 kilometer dari puncak.
Radius 5 Kilometer dari Puncak Masih Berbahaya
Ancaman lain berada di kawasan dekat puncak. Masyarakat tidak diperkenankan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Semeru karena wilayah tersebut masih rawan lontaran batu akibat aktivitas erupsi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





