Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Belajar Kelompok, Salah Satu Jawaban Merdeka Belajar

Gerda Sukarno Prayudha • Minggu, 16 April 2023 | 16:12 WIB
Photo
Photo
SOEKARNO mengatakan pendidikan adalah cermin kehidupan sebuah bangsa. Pandangan ini, tidak bisa dilepaskan dari perkembangan aliran pendidikan nasional saat itu. Waktu itu, berbagai elemen masyarakat mengembangkan sistem pendidikan nasional. Bagi Soekarno, berbagai macam sistem pendidikan itu adalah bentuk sistem pendidikan nasional Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh  Dosen Universitas Bung Karno Yana Priyatna dalam Forum Diskusi Pedagogik  (FDP) IKA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bertema “Pemikiran Pendidikan Tokoh Bangsa di Ruang 104 Gedung Pascasarjana UNJ, pada 14 Agustus 2019.

Soekarno juga menekankan peran seorang guru tidak boleh menerapkan metode memaksa dalam mendidik dan mengajar. Sebab, tiap anak memiliki kesadaran. Guru harus menerapkan proses dialog dalam mendidik dan mengajar. Proses ini akan menimbulkan timbal balik pengetahuan antara guru dan murid. Guru dan murid harus saling membangun dan menerima. Ada timbal balik pengetahuan. Bung Karno belajar dari rakyat Indonesia, rakyat juga belajar dari Bung Karno.

Proses timbal balik juga bisa menumbuhkan kesadaran murid. Setelah murid memiliki kesadaran, ia memiliki kemauan. Kemauan itu berupa kemauan belajar atau kemauan untuk mencari tahu tentang suatu hal. Kemudian, muncul keinginan untuk bertindak. Tiga hal itu yang harus dibangun antara murid dan guru.

Senada dengan Soekarno, Menurut Ki Hajar Dewantara, mendidik dan mengajar  adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani.

Ki Hajar Dewantara selalu menekankan istilah kemerdekaan dalam belajar. Ki Hajar Dewantara menolak pendidikan yang mengandalkan kekerasan. Makna kemerdekaan belajar adalah bagaimana membentuk manusia harus dimulai dari mengembangkan bakat. Jadi yang memiliki kehendak adalah siswa, bukan guru. Oleh sebab itu muncul istilah Tut Wuri Handayani yang mengartikan mendorong dan menguatkan. Bakat siswa menjadi obyek yang pertama, sedangkan guru harus mampu melihatnya sekaligus mengembangkan bakat siswanya.

Berasal dari pemikiran kedua pendiri bangsa inilah, Menteri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim meluncurkan kurikulum Merdeka Belajar, pada Februrari 2022. Nadiem menjelaskan,  Merdeka Belajar merupakan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing.

Nadiem menilai, selama ini banyak peserta didik kesulitan mempelajari dan mendalami minat atau bidang pelajaran yang disukai. Oleh karena itu, Nadiem menyampaikan kebijakan Merdeka Belajar dirancang berdasarkan keinginan untuk memprioritaskan kebutuhan anak sebagai pelajar.

Ia berharap, konsep Merdeka Belajar dapat menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat. Dia mendorong guru-guru untuk merancang metode pembelajaran berbasis project untuk memacu kreativitas peserta didik.Sedangkan untuk mahasiswa, mereka sekarang mendapatkan hak untuk belajar di luar prodi dan di luar kampus untuk mengikuti program kampus merdeka.

Merdeka Belajar merupakan konsep pengembangan pendidikan di mana seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change). Para pemangku kepentingan tersebut meliputi keluarga, guru, institusi pendidikan, dunia industri, dan masyarakat.

Ada tiga indikator keberhasilan program Merdeka Belajar, yakni partisipasi siswa-siswi dalam pendidikan yang merata, pembelajaran yang efektif, dan tidak adanya ketertinggalan anak didik.

Membangun jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan hal-hal yang modern, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Menteri Nadiem memahami betul pendidikan yang direncanakan harus sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dan tidak bersifat normatif. Revolusi mental yang digagas Presiden Joko Widodo merupakan pijakannya dalam membuat program Merdeka Belajar ini sukses. Merdeka Belajar berperan untuk mengubah cara pikir, cara kerja, dan cara hidup menuju masyarakat Indonesia yang berdikari, berdaulat, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Tenaga kependidikan memiliki peranan penting dalam upaya mengimplementasikan dan menanamkan nilai-nilai revolusi mental melalui pendidikan karakter.

Pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini. Pada masa itu, nilai-nilai yang diajarkan adalah cara bersosialisasi, berkomunikasi, interaksi, dan kemampuan menjadi anak mandiri dalam segala hal. Nilai-nilai revolusi mental, etos kerja, gotong-royong, dan integritas harus dapat ditularkan kepada peserta didik sehingga membentuk karakter kuat generasi Bangsa Indonesia di kemudian hari.

Maka penulis memiliki pemikiran, ada banyak acara untuk menyukseskan Merdeka Belajar ini. Salah satunya adalah menggiatkan kembali belajar kelompok. Belajar kelompok adalah metode pembelajaran di mana sekelompok siswa atau individu belajar bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Belajar kelompok memiliki banyak keuntungan, seperti meningkatkan keterampilan sosial, meningkatkan motivasi dan meningkatkan hasil belajar. Namun, belajar kelompok juga memiliki tantangan tersendiri seperti membangun hubungan interpersonal yang sehat dan efektif.

Belajar kelompok berangkat dari tujuan, rencana dan masalah tertentu. Disini ada proses belajar antar semua anggota kelompok.  Untuk mengembangkan cara berpikir kritis dalam memecahkan masalah, mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan komunikasi, meninggikan rasa percaya diri terhadap kemampuan siswa. Selain itu, belajar kelompok juga bertujuan agar siswa dapat memahami dan menghargai orang lain.

Dengan membentuk kelompok belajar, dapat memotivasi semangat belajar antara teman satu dengan lainnya. Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman. Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi. Meringankan tugas yang diberikan karena dikerjakan bersama. Mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa dalam menanggapi suatu permasalahan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas dan bersosialisasi di luar sekolah. Belajar lebih menyenangkan karena dikerjakan secara berkelompok. Meningkatkan kualitas kepribadian, seperti adanya kerja sama, toleransi, berpikir kritis dan disiplin.

Belajar kelompok dapat memotivasi peserta dalam mengelola imajinasi, persepsi dan nalarnya, memikirkan tata kelola yang futuristik namun konstruktif. Pemikiran imajinatif mengasah kreativitas dan meningkatkan keterampilan sosial dan emosional peserta didik. Melalui Belajar Kelompok ini guru bisa mengaktifkan imajinasi mereka yang tidak aktif.

Belajar Kelompok merupakan salah satu cara untuk melonggarkan struktur kelas dan membiarkan siswa lebih berkuasa atas pekerjaan mereka, sehingga dapat mengaktifkan rasa ingin tahu para peserta didik. Melalui Belajar Kelompok ini guru dapat membalik sistem yang selama ini terjadi, sehingga siswa mengerti bahwa pembelajaran adalah untuk mereka, dan bukan guru.

Untuk pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok ini mempunyai banyak manfaat juga bagi siswanya sendiri, tentunya untuk mengembangkan cara berpikir siswa secara kritis, melatih sikap baik agar dapat bekerja sama dengan anggota kelompok yang lainnya, dan melatih jiwa kepemimpinan siswa tersebut. Karena setiap kelompok tentunya memiliki anggota kelompok dan ketua kelompok.

Setiap kelompok sendiri pastinya setiap anggota memiliki tugas masing-masing dalam pengerjaan tugas kelompok tersebut yang juga ditentukan oleh ketua kelompok. Guru juga mempunyai maksud tersendiri dalam pembentukan kelompok di dalam kelas, diantaranya mempermudah dalam pengerjaan tugas yang sangat sulit jika dilakukan secara individu.

Kerja kelompok juga memiliki hal yang sangat positif bagi siswa. Sistem pembelajaran juga memiliki berbagai cara, dengan berdiskusi, kerja kelompok, dan masih banyak lagi. cara-cara tersebut sangat efektif bagi siswa untuk meningkatkan semangat belajar bagi siswa, maka pembelajaran dapat dilakukan dengan sangat menyenangkan.

Belajar kelompok yang sangat efektif ini mempunyai maksud untuk memahami setiap mata pelajaran yang telah dijelaskan oleh guru. Mereka yang kurang paham dalam mata pelajaran tersebut, dapat didiskusikan pada saat belajar kelompok dilaksanakan. Ada beberapa strategi belajar kelompok yang efektif yang dapat membantu siswa mencapai tujuan belajar kelompok dengan lebih baik. Strategi-strategi ini meliputi:

  1. Berbagi Pengetahuan: Anggota kelompok harus berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka secara terbuka dan jujur. Dengan cara ini, siswa dapat memanfaatkan keahlian dan pengetahuan masing-masing untuk mencapai tujuan kelompok.

  2. Membagi Tugas: Setiap anggota kelompok harus diberi tugas yang sesuai dengan keahlian dan minat mereka. Dengan cara ini, setiap anggota kelompok dapat memberikan kontribusi terbaik mereka untuk mencapai tujuan kelompok.

  3. Membuat Perencanaan: Kelompok harus membuat rencana kerja yang jelas dan terperinci untuk mencapai tujuan kelompok. Rencana ini harus mencakup tugas yang harus diselesaikan, tenggat waktu yang harus dipenuhi, dan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok.

  4. Membahas Hasil Belajar: Kelompok harus membahas hasil belajar mereka secara teratur.


Belajar kelompok memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun kelompok secara keseluruhan. Beberapa manfaat belajar kelompok antara lain:

  1. Meningkatkan pemahaman dan retensi informasi


Belajar kelompok bisa membantu meningkatkan pemahaman dan memberi informasi karena anggota kelompok dapat saling menjelaskan konsep dan teori yang mungkin sulit dipahami oleh individu.

  1. Meningkatkan keterampilan sosial


Belajar kelompok dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial seperti komunikasi, kerjasama, negosiasi, dan kepemimpinan. Hal ini dapat membantu individu dalam menghadapi situasi sosial di luar kelompok belajar.

  1. Memperkaya pengalaman belajar


Belajar kelompok dapat memperkaya pengalaman belajar dengan memberikan sudut pandang yang berbeda dari sudut pandang individu. Anggota kelompok dapat membantu membuka pikiran individu tentang cara berpikir dan cara memecahkan masalah.

  1. Mengurangi rasa takut dan cemas


Belajar kelompok dapat membantu mengurangi rasa takut dan cemas yang sering dirasakan individu dalam belajar. Hal ini karena individu dapat merasa lebih nyaman dalam belajar dengan kelompok yang mendukung dan saling mendukung.

  1. Meningkatkan motivasi dan keterlibatan


Belajar kelompok dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan individu dalam belajar karena individu merasa lebih terlibat dalam proses pembelajaran dan merasa memiliki tanggung jawab terhadap kesuksesan kelompok.

Faktor lingkungan dalam komunitas Belajar Kelompok ini berpengaruh besar terutama lingkungan pergaulan, menunjukkan bahwa pergaulan teman sebaya dan motivasi belajar dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar.

Menurut saya, Belajar Kelompok adalah cara yang efektif dan efisien dalam mengembangkan kemampuan sosial dan kognitif siswa. Dalam belajar kelompok, siswa dapat belajar dari pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh anggota kelompok lainnya, serta dapat berdiskusi dan bertukar ide tentang suatu topik atau subjek tertentu. Hal ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan individu.

Belajar Kelompok juga dapat membantu membangun keterampilan interpersonal siswa. Dalam kelompok belajar, siswa harus mampu bekerja sama, berkomunikasi, dan memecahkan masalah bersama-sama dengan anggota kelompok lainnya. Hal ini dapat membantu memperbaiki keterampilan sosial dan membangun kemampuan bekerja dalam tim yang baik.

Kesimpulan, landasan Belajar Kelompok ini merupakan aplikasi dari pemikiran Presiden RI Pertama Soekarno dan Ki Hajar Dewantoro sekaligus implementasi ini dari program Revolusi Mental yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni gerakan untuk mengubah cara pikir, cara kerja, dan cara hidup bangsa, yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan, kemodernan.

Tidak itu saja, Belajar Kelompok merupakan strategi pendidikan yang harus kembali digalakkan, sebab mengarah ke pembentukan kompetensi. Belajar Kelompok merupakan strategi pendidikan untuk menghasilkan para siswa yang mampu beradaptasi di era belajar perkembangan yang luar biasa cepat ini.

Belajar Kelompok merupakan cara mengajar guru dengan jalan membimbing siswa di lapangan, atau pembelajaran yang menggunakan sumber belajar berupa alam sekitar dan bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami sendiri secara langsung, kemudian mentransfer pengetahuan berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Pembelajaran ini merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kapasitas belajar anak, disini anak dapat belajar secara lebih mendalam, melalui objek-objek yang dihadapi dari pada jika belajar di dalam kelas yang memiliki banyak keterbatasan.

Belajar di luar kelas dapat menolong siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dengan kenyataan yang ada di lingkungan sekitar, karena proses pembelajaran itu, bukan saja di kelas, tetapi juga bisa dilakukan di luar kelas. (*)

*) Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi Jurusan Teknik Manufaktur Kapal

 

 

 

 

 

  Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#perkapalan #poliwangi #tulisan #artikel #pendapat #opini