Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tradisi Serba Baru Saat Lebaran

Gerda Sukarno Prayudha • Kamis, 30 Maret 2023 | 18:36 WIB
Photo
Photo
RAMADAN merupakan bulan penuh berkah. Pada akhirnya, umat muslim akan merayakan hari kemenangan yakni Idul Fitri.  Nah, Lebaran memiliki keunikan tersendiri di Indonesia. Indonesia sendiri terkenal dengan keanekaragaman tradisi dan budaya. Saking uniknya, Muslim di Indonesia berlomba dengan segala cara untuk memiliki baju baru, sandal baru, hijab baru, uang baru, bahkan rumah pun ada yang dicat dengan warna baru. Semua itu hanya untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri.

Sebenarnya hal tersebut baik untuk memeriahkan Idul Fitri. Karena berdasar sabda Rasulullah SAW, beliau menganjurkan umat Muslim untuk mengenakan pakaian terbaiknya di hari Lebaran. Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata: ‘’Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan.” (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim).

Dari hadis tersebut, dapat kita uraikan bahwa baju terbaik yang kita kenakan pada saat Lebaran tidak harus baru. Mengingat tidak semua umat muslim memiliki cukup uang untuk membeli baju baru. Maka, jelas hukum membeli baru baju Lebaran adalah sunah.

Namun nyatanya, zaman sekarang ini membeli baju baru seakan akan menjadi hal yang wajib saat Lebaran. Karena itu, banyak umat Muslim yang melakukan berbagai cara, agar bisa memiliki baju baru. Ada yang menggunakan cara menabung yang sudah disiapkan sejak lama. Ada orang yang membeli barang tersebut dengan cara membayar tunai. Ada juga yang membeli dengan kredit (utang). Bahkan mirisnya lagi, sampai ada orang yang melakukan tindakan kriminal (mencuri) hanya untuk mendapatkan baju baru.

Ada banyak faktor yang membuat masyarakat membeli baju baru jelang Lebaran. Salah satunya faktor tren terbaru. Banyak produsen mengeluarkan seri atau model pakaian terbaru menjelang Ramadan. Siapa yang tidak tahan untuk memilikinya, pasti akan membeli keluaran terbaru tersebut agar selalu tampil kekinian. Selain itu, ada juga faktor persaingan tetangga, di mana seseorang merasa tidak ingin kalah setelah melihat tetangganya membeli baju baru untuk Lebaran, hingga akhirnya ia pun ikutan membeli.

Padahal, Lebaran adalah momen di mana umat Islam akan merayakan hari kemenangan setelah menyelesaikan puasa Ramadan. Tetapi banyak juga Muslim yang lebih mementingkan membeli barang baru untuk Lebaran, daripada memperbanyak ibadah pada bulan Ramadan. Bahkan pun, ada orang yang tidak melaksanakan puasa Ramadan, tetapi orang tersebut sangat antusias membeli barang baru saat Lebaran. Hal inilah yang membuat adanya tradisi membeli barang baru di hari Lebaran seolah menjadi kewajiban bagi sebagian umat muslim Indonesia.

Memakai baju baru saat Lebaran hanya tradisi. Jika tidak ada yang baru, baju lama pun tidak masalah. Di zaman seperti ini, banyak orang membeli pakaian baru hanya demi memenuhi rasa gengsi, dan memperkuat status sosial. Tradisi beli baju Lebaran seolah memaksa masyarakat untuk mendatangi toko pakaian. Terlebih lagi, jika toko-toko tersebut mengadakan diskon besar-besaran. Ini membuat masyarakat semakin tergiur membelinya. Jadi perlu diingat, membeli baju saat Lebaran tidak perlu berlebihan. Apalagi hingga menyebabkan pemborosan.

Kalau kita perhatikan lebih jauh, sebenarnya baju baru untuk Lebaran tergolong kebutuhan atau sekadar keinginan. Meskipun pada umumnya membeli baju Lebaran adalah sebuah keinginan, namun ada pula yang menyebutnya sebagai kebutuhan. Terlepas dari apa pun yang menjadi dasar pemikiran tersebut, jangan sampai hal itu justru merusak nilai Lebaran. Karena tidak ada perintah maupun larangan yang terkait dengan membeli baju Lebaran. Akan tetapi, apabila hal tersebut bisa membangkitkan semangat untuk menjalankan ibadah puasa dengan baik, maka hal tersebut boleh saja dilakukan. Tergantung niat masing-masing orang.

Pada hakikatnya, kita dianjurkan untuk memakai pakaian yang terbaik, bukan pakaian terbaru. Memakai pakaian terbaik yaitu pakaian yang layak digunakan. Selain itu, berhias diri juga perlu. Akan tetapi dengan niat baik, dan juga memakai wewangian memang merupakan sunah Nabi Muhammad saat menyambut Idul Fitri. Siapa pun yang mengikutinya, tentu akan mendapatkan pahala.

Dengan demikian, generasi muda harus bisa memahami dan bersosialisasi di lingkungan, bahwa membeli baju baru tidaklah wajib. Melainkan hanya sebuah tradisi yang sudah melekat di Indonesia. Karena itu, kita harus mengambil sisi positifnya, agar ke depannya kita bisa hidup lebih baik. Tidak terjadi pemborosan. Daripada membeli baju baru, lebih baik digunakan untuk kebutuhan pendidikan. Karena pendidikan sangat penting untuk generasi muda ke depannya. (*)

 

*) Siswa MAN 1 Banyuwangi. Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#tulisan #artikel #pendapat #opini