Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Revitalisasi Sepak Bola Banyuwangi

Ali Sodiqin • Kamis, 8 Desember 2022 | 20:33 WIB
Imam Fauzi, Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.
Imam Fauzi, Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.
SEPAK bola merupakan cabang olahraga yang digemari oleh semua kalangan. Lapisan masyarakat Indonesia yang mempunyai latar belakang berbeda tidak menjadi tembok batas untuk menghalangi semangat persatuan dalam lapangan sepak bola.

Berbagai daerah di Indonesia memiliki tim/klub kesayangan yang dibanggakan seperti layaknya duta besar yang menjadi ikon kehebatan daerah tersebut. Persewangi adalah tim yang telah lahir dan besar namanya sebagai garda terdepan masyarakat Banyuwangi dalam ajang kompetisi sepak bola Indonesia.

Namun, selayaknya roda kehidupan yang berputar begitu cepat, petaka tim kesayangan masyarakat Banyuwangi jatuh pada tahun 2017 saat melakukan laga tanding dengan PSBK Blitar. Pertandingan yang diwarnai kericuhan antar pemain hingga adanya tindakan pemukulan. Ini mengakibatkan tim Persewangi mendapatkan sanksi dari komisi disiplin PSSI. Sejak kejadian tersebut terpublish ke seluruh penjuru tanah air, rasa-rasanya semangat persepakbolaan Banyuwangi mulai meredup.

Selang waktu berlalu, ghiroh masyarakat Banyuwangi muncul kembali. Setelah melewati masa corona virus covid-19, dari tahun 2021 sampai sekarang telah banyak kegiatan sepak bola di Banyuwangi yang hidup kembali. Berbagai macam pertandingan meramaikan kemeriahan sepak bola Banyuwangi. Kompetisi antar sekolah dan pertandingan antar tim desa menjadi yang paling sering ditemui.

Pertandingan yang masif di ranah akar rumput menjadi suatu pertanda bahwa sepak bola Banyuwangi tidak mati. Tarkam ialah suatu istilah yang disematkan pada perlombaan sepak bola antar kampung. Dari kompetisi tarkam tersebut sering kali muncul potensi pemain-pemain yang memiliki bakat dan kemampuan yang layak untuk disatukan dalam satu wadah tim pembinaan sepak bola Banyuwangi, sehingga diharapkan menjadi pijakan guna mencapai puncak prestasi.

Proses pembinaan tim sepak bola memerlukan modal finansial, dukungan moral serta didasari oleh program dan agenda latihan dengan landasan ilmu pengetahuan.

Pertama, modal finansial didapat melalui kinerja manajemen tim untuk memberikan peluang kerja sama sponsorship. Ditinjau dari penelitian yang dilakukan Achmad Nurdiyanto pada tahun 2018. Dia menyatakan, bahwa strategi Integrated Marketing Communication adalah salah satu cara yang efektif dan efisien guna mendapatkan sponsorship. Strategi telah terbukti oleh tim besar seperti Persebaya saat masih dipimpin oleh presiden klub Azrul Ananda. Berjalannya Integrated Marketing Communication melalui tahap perencanaan dan pelaksanaan. Dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan tersebut menggunakan strategi berupa periklanan, pemasaran langsung, promosi langsung, penjualan personal serta hubungan masyarakat.

Kedua, dukungan moral seyogyanya hadir dari pemerintah setempat, orang tua pemain, suporter, dan masyarakat umum.

Ketiga, program latihan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan. Kemajuan sepak bola modern tidak terlepas dari pemberian program latihan yang dirancang khusus dengan macam-macam tujuan peningkatan performa tim maupun individu pemain.

Pemain yang mempunyai kualitas fisik dan teknik yang baik akan menunjang performa saat bertanding. Fisik pemain dapat ditingkatkan melalui latihan yang bersumber dari kajian ilmu fisiologis manusia.

Berbagai upaya bisa dilakukan guna menunjang kemampuan fisiologis pemain seperti latihan beban untuk percepatan pertumbuhan massa otot, latihan daya tahan VO2Max, beserta latihan fisik lainnya. Apabila kemampuan fisik yang diinginkan pelatih terhadap pemainnya sudah terpenuhi, tugas selanjutnya adalah mematangkan keterampilan teknik bermain.

Ada lima teknik dasar yang perlu diperhatikan oleh setiap pemain sepak bola yaitu, passing, control, dribbling, shooting, dan heading.

Menurut penelitian Muhammad Irfan dan kawan-kawan pada tahun 2020, disebutkan bahwa permainan yang bagus membutuhkan penguasaan teknik sepak bola karena teknik menjadi sebuah pendukung dan sebuah fondasi utama seseorang dalam meraih prestasi di ajang kompetisi sepak bola.

Dari penjelasan di atas, diharapkan menjadi sebuah titik balik kebangkitan sepak bola Banyuwangi, dengan kembali memperhatikan tiga hal yang fundamental dalam membangun kemajuan tim sepak bola. Yaitu fondasi finansial, support moral, dan program latihan yang bersumber ilmu pengetahuan. (*)

*) Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Editor : Ali Sodiqin
#kolom #olahraga #artikel #refleksi #sepak bola #opini