RADARBANYUWANGI.ID - Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan warna ibadah dan ketaatan: puasa, tilawah Al-Qur’an, salat malam, majelis ilmu, nasihat, sedekah, dan kepedulian terhadap yang membutuhkan. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Telah datang kepadamu bulan Ramadan, penghulu segala bulan. Maka hendaklah engkau ,mengucapkan selamat datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan segenap berkah di dalamnya maka hendaklah engkau memuliakannya”.
Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bulan Ramadan tahun ini umat Islam memulai puasa Ramadan pada hari yang berbeda. Warga Muhammadiyah memulai puasa dibulan Ramadan pada hari Rabu 18 Febuari 2026, sedangkan warga Nahdlatul Ulama (NU) memulai puasa di bulan Ramadan pada esok harinya, yaitu hari Selasa tanggal 19 Febuari 2026.
Perbedaan dalam beragama dan pemahaman agama merupakan suatu hal yang biasa. Hal demikian sudah terjadi sejak para sahabat Nabi terdahulu. Perbedaan akan senantiasa terjadi karena kehendak Ilahi: “….kalau sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu akan dijadikan umat yang satu…” ( QS Al-Maidah 5 ayat 48).
Oleh karena itu, perbedaan puasa saat ini tidak perlu menjadi perdebatan, justru dengan ini membuktikan bahwa umat Islam meskipun berbeda dalam menjalankan ibadah puasa namun tetap rukun. Perbedaan tidak mengganggu kekhusukan umat muslim untuk meningkatkan ibadahnya dibulan yang mulia dan penuh ampunan ini.
Sebagai bulan yang mulia dan penuh dengan ampunan, umat muslim di penjuru dunia saling berlomba-lomba berburu kebaikan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Apakah di bulan lain amalan dan perbuatan tidak mendapatkan pahala? Semua kebaikan tentu akan mendapatkan pahala dari Allah.
Sekecil apapun amalan dan perbuatan yang dilakukan pasti akan mendapatkan pahala. Misal berbuat baik antar sesama, dengan tidak saling mengejek, tidak memfitnah, itu sudah mendapatkan pahala dari Allah SWT. Namun di bulan Ramadan seperti saat ini, amalan yang sering dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.
Lantas apa saja amalan di bulan Ramadan yang dapat mendatangkan pahala? Pertama, tentu adalah melaksanakan puasa. Pada bulan Ramadan puasa menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan bagi kaum muslim yang mampu. Karena setiap amalan puasa di bulan Ramadan akan dilipat gandakan pahalanya mulai dari 10 kali lipat hingga 700 kali lipat.
Yang kedua adalah salat tarawih. Kita ketahui bersama, salat tarawih adalah ibadah sunnah yang dikerjakan hanya pada bulan Ramadan. Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dan salat di malam harinya karena iman dan mengharap pahala dan ridha dari Allah. Maka, keluarlah dosanya sebagaimana pada hari dia dilahirkan oleh ibunya ( HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi ).
Amalan di bulan Ramadan yang diganjar pahala oleh Allah yang ketiga adalah membaca Kitab suci Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan berbeda dengan hari-hari lainnya. Rasullah SAW bersabda, siapa saja membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka dia akan mendapatkan satu kebaikan. Membaca satu huruf Al-Qur’an saja bisa mendapat nilai kebaikan, bayangkan bila kita membaca Al-Qur’an sampai hatam.
Amalan yang keempat adalah Iktikaf atau berdiam diri. Iktikaf atau berdiam diri di masjid dengan tujuan ibadah, tentu akan mendapatkan pahala yang sangat besar.
Amalan dengan iktikaf ini terkait dengan akan jatuhnya malam Lailatul Qadar. Hal ini terjadi pada satu malam diantara 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Amalan yang kelima adalah Menghidupkan Malam Lailatul Qadar, malam ganjil di 10 terakhir di bulan Ramadan ini umat muslim disunnahkan memperbanyak ibadah, berdzkir, dan membaca Al-Qur’an.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huraira RA: “Barang siapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka segala dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. Itulah beberapa amalan pahala yang bisa kita buru di bulan Ramadan yang penuh dengan keberkahan ini.
Mari kita sebagai umat muslim memanfaatkan momentum bulan Ramadan ini untuk berburu pahala di bulan Ramadan. Karena di bulan Ramadan ini pintu surga dibuka oleh Allah SWT, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA: “Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu”. (*)
Editor : Ali Sodiqin