Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menjaga Terumbu Karang, Aset Ekosistem Laut Masa Depan

Ali Sodiqin • Kamis, 7 Desember 2023 | 17:15 WIB
Oleh: AWANDA AYU FRAGRANT*
Oleh: AWANDA AYU FRAGRANT*

TERUMBU karang merupakan ekosistem penting bagi keberlanjutan kawasan pesisir dan lautan. Yayasan Nusa Dua telah memasang hampir 6.000 bintang karang di Bali.

Sedangkan di Lombok, NTB, proyek restorasi terumbu karang juga sukses menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dan perawatan pasca-pemantauan untuk karang.

Sementara itu sejak tahun 2016, Yayasan Orang Laut Papua aktif merestorasi terumbu karang bersama masyarakat lokal di Raja Ampat.

Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang kaya akan keanekaragaman hayati. Ekosistem ini memiliki manfaat besar dalam kehidupan.

Namun meski memiliki nilai tinggi, kerusakan ekosistem karang terus berlangsung dan menjadi bahan perhatian masyarakat.

Eksploitasi karang secara ilegal untuk keperluan perdagangan, berdampak pada kerusakan ekosistem terumbu karang. Ini dapat menyebabkan kepunahan spesies karang dan hilangnya fungsi ekologis ekosistem terumbu karang.

Persebaran terumbu karang di Indonesia harus terus dilestarikan. Karena ekosistem karang sangat peka dan sensitif terhadap kondisi sekitarnya. Jika rusak, terumbu karang butuh waktu lama dalam memulihkan kondisi seperti semula.

Sumber daya terumbu karang dan ekosistemnya merupakan kekayaan alam bernilai tinggi. Sehingga diperlukan pengelolaan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan transplantasi merupakan salah satu cara untuk menjaga ekosistem terumbu karang tetap terjaga. Selain transplantasi terumbu karang untuk kepentingan konservasi, juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.

Terumbu karang memiliki nilai ekspor yang tinggi. Karena jumlah permintaan karang transplan yang semakin tinggi, maka banyak oknum tak bertanggung jawab yang melakukan eksploitasi besar-besaran.

Sementara itu, ekosistem terumbu karang di Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, sangat tinggi. Luas area terumbu karang di kawasan ini mencapai 8.913 meter persegi. Akan tetapi, potensi ini terancam hilang jika melihat kondisi ekosistem sekarang. Sebab, praktik pengeboman ikan diduga masih ada.

Selain itu, kondisi perairan Sumberkencono di Selat Bali, masih dipengaruhi oleh arus laut Indonesia. Arus ini pada waktu-waktu tertentu akan membawa nutrisi cukup besar dari perairan utara.

Akibatnya kesuburan perairan akan meningkat, meningkatnya kesuburan perairan akan membawa dua kemungkinan, yakni meningkatnya jumlah ikan lemuru dan alga blooming. Jika terjadi alga blooming, maka akan mempengaruhi proses fotosintesis terumbu karang.

Kerusakan terumbu karang di Desa Sumberkencono utamanya diakibatkan oleh praktik penangkapan ikan yang merusak.

Untuk menjaga kelestarian terumbu karang dan memberi waktu kepada terumbu karang untuk restorasi, diperlukan langkah taktis. Salah satunya dengan membentuk Kawasan Perlindungan Laut (Marine Protected Area).

Sementara itu, kelompok masyarakat Bangsring di Kecamatan Wongsorejo, aktif memberikan edukasi kepada anak sekolah.

Mereka telah melakukan transplantasi karang sekitar tiga hektare. Lokasi perairan ini dicadangkan oleh Pemerintah Jawa Timur sebagai Kawasan Konservasi Perairan seluas 15 hektare.

Seperti kita ketahui, ekosistem terumbu karang berperan penting bagi biota laut dan manusia. Terumbu karang juga menjadi rumah bagi biota laut seperti ikan hias, ikan konsumsi, lobster, kepiting, serta siput. Karena itu, terumbu karang harus terus dijaga kelestariannya.

 beberapa langkah dapat dilakukan untuk menjaga terumbu karang di Banyuwangi. Antara lain hindari menghantam atau menyentuh terumbu karang.

Jangan membenturkan kapal ke terumbu karang. Karena benturan dapat mengakibatkan kerusakan serius.

Jangan memancing atau berlayar dekat kawasan terumbu karang. Jangan membuang sampah sembarangan di sungai dan laut.

Membuang benda-benda seperti jaring nelayan atau sampah umum di pantai, dapat merusak terumbu karang.

Selain itu, lakukan kegiatan snorkeling dan menyelam dengan hati-hati. Jangan membeli suvenir terumbu karang. Kita tidak boleh mengambil apa pun yang hidup dari dalam laut, atau membelinya di toko.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung rehabilitasi terumbu karang melalui transplantasi terumbu karang yang melibatkan para pemangku kepentingan setempat.

Sebab, ekosistem terumbu karang sangat berperan penting bagi biota laut dan manusia.

Transplantasi karang sebagai salah satu upaya untuk memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak.

Transplantasi karang tak hanya bertujuan untuk memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak. Transplantasi juga mendorong tumbuhnya wisata bahari, edukasi, dan penelitian.

Cara-cara pemulihan ini merupakan ikhtiar untuk keberlanjutan dan kelestarian ekosistem laut untuk masa depan. (*)

*) Pelajar MAN 1 Banyuwangi.  

Editor : Ali Sodiqin
#Nusa Dua #raja ampat #lombok #ekosistem #pesisir #bali #terumbu karang #bangsring #spesies