Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Aksi Cepat untuk Solusi Kejahatan Perikanan Tangkap

Ali Sodiqin • Kamis, 23 November 2023 | 14:30 WIB
Oleh: ADINDA LUCKYTA RIZKI*
Oleh: ADINDA LUCKYTA RIZKI*

PERIKANAN tangkap ialah usaha penangkapan ikan dan organisme air lainnya di alam liar. Kehidupan organisme air di alam liar dan faktor-faktornya (biotik dan abiotik), tidak dikendalikan secara sengaja oleh manusia.

Perikanan tangkap juga bisa diartikan aktivitas penangkapan ikan di perairan laut dan perairan umum. Perairan laut terdiri dari perairan pantai dan zona laut lepas. Sementara perairan umum terdiri dari rawa, sungai, danau, dan sejenisnya.

Penangkapan ikan untuk konsumsi telah dilakukan para nelayan di Banyuwangi. Di Banyuwangi kini, konsumsi ikan telah ditingkatkan signifikan dari tahun 2021 di angka 61,25 Kilogram (Kg) per kapita, menjadi 63,57 Kg per kapita pada tahun 2022.

Sementara itu, banyak permasalahan yang terjadi di sektor perikanan tangkap saat ini. Salah satunya illegal fishing.

Illegal fishing merupakan kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan orang atau kapal asing, pada suatu perairan yurisdiksi suatu negara tanpa izin dari negara tersebut, atau bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku.

 Illegal fishing merugikan secara ekonomi yaitu kehilangan pendapatan negara yang mencapai Rp30 Triliun per tahun.

Juga hilangnya peluang satu juta ton ikan setiap tahun yang seharusnya dipanen oleh nelayan Indonesia, malah dicuri oleh nelayan asing.

Illegal fishing juga mengakibatkan terjadinya penurunan hasil tangkapan nelayan lokal, berkurangnya nilai tambah dari industri pengolahan, serta harga ikan semakin mahal.

Illegal fishing juga menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan sumber daya alam di sektor perikanan. Karena dapat merusak populasi ikan dan mempengaruhi ekosistem laut.

Setiap tahun, masalah ini masih terus ada. Bahkan mulai berdampak negatif baik bagi Pendapatan Asli Daerah maupun bagi masyarakat.

Selain itu, penggunaan potasium dan bom ikan juga termasuk ilegal. Karena cara ini melanggar ketentuan menangkap ikan yang berlaku. Dampaknya, kondisi perairan menjadi rusak karena terlalu banyak mengandung konsentrasi potassium.

Terumbu karang yang hidup di daerah tersebut juga rusak dan ini memicu ancaman pemanasan global. Sehingga illegal fishing ini membuat para nelayan kesusahan untuk mencari ikan.

Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah serta memberantas pelaku illegal fishing. Di antaranya dengan melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap wilayah perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE). Melakukan tindakan hukum yang tegas.

Meningkatkan kompetensi dan pemberdayaan nelayan tradisional. Serta melakukan pengawasan wilayah laut dan tindakan lainnya.

Banyak lagi usaha yang dapat dilakukan pemerintah seperti: penerapan sanksi penjara dan denda, penguatan penjagaan, dan lain-lain.

 Sebagai kaum muda, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan terkait illegal fishing. Tingkatkan pemahaman kita tentang illegal fishing dan dampak negatifnya terhadap ekosistem laut. Belajar tentang spesies yang terancam punah dan pentingnya keberlanjutan ekosistem laut dapat membantu kita menjadi advokat lingkungan yang lebih efektif.

Sosialisasikan masalah illegal fishing kepada teman-teman, guru, dan komunitas lainnya. Kita bisa membuat presentasi, menyelenggarakan diskusi, atau acara kesadaran lingkungan. Serta bisa memberikan informasi melalui media sosial atau blog.

Kita bisa bergabung dengan kelompok atau organisasi lingkungan di sekolah atau di komunitas yang berfokus pada perlindungan dan pelestarian laut.

Dengan bergabung, kita dapat berkolaborasi dengan orang lain yang memiliki minat yang sama untuk mengatasi masalah illegal fishing.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengampanyekan pentingnya pencegahan illegal fishing melalui poster, spanduk, dan materi lainnya. Ajak orang lain untuk mendukung upaya pelestarian dan perlindungan laut.

Caranya dengan menandatangani petisi, mengirim surat kepada pihak berwenang, atau menyebarkan informasi melalui media sosial.

Kita juga bisa berperan dengan melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga sumber daya laut.

Seperti menyelenggarakan seminar, workshop, atau pelatihan teknik penangkapan ikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Jika kita menemukan ilegal fishing di laut Banyuwangi, segera laporkan kepada otoritas yang berwenang. Berikan informasi akurat, untuk membantu penegakan hukum.

Tindakan cerdas kita terkait perusakan biota laut Banyuwangi, merupakan tanggung jawab kita semua. (*)

*) Pelajar MAN 1 Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#Air #nelayan #komunitas #sekolah #Danau #terumbu karang #Organisme #rawa #illegal fishing