Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keluarga Cemara yang Nyata atau Hanya Drama?

Ali Sodiqin • Kamis, 22 Juni 2023 | 18:14 WIB
Oleh: Chearen Asta Triyana Ningrum*
Oleh: Chearen Asta Triyana Ningrum*

KITA sering mendengar kata “Keluarga Cemara” terutama pada film drama Indonesia yang diangkat dari novel karya Arswendo Atmowiloto. Tetapi kita juga tidak tahu, apa arti keluarga cemara. Lalu, keluarga cemara itu apa?

Keluarga cemara mengandung makna istimewa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keluarga mengandung arti ibu dan bapak beserta anak-anak dan seisi rumah. Sementara itu, cemara berarti jenis pohon dengan batang yang lurus dan tinggi layaknya tiang, daun pohon tersebut kecil-kecil dan mirip dengan jarum atau lidi.

Jika diartikan secara jelas, kata cemara dan keluarga memang tidak memiliki keterkaitan. Meskipun demikian, kedua kata tersebut memiliki pengertian khusus lain. Keluarga cemara artinya sebuah keluarga yang hijau sepanjang tahun bagaikan pohon cemara dan tumbuh dalam kasih sayang sebagai sesama anggota keluarga, serta erat satu dengan lainnya.

Nah, pada penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa keluarga cemara mengarah pada keluarga yang anggotanya saling menyayangi dan mengayomi satu sama lain, sehingga hidup harmonis. Tidak heran jika membangun keluarga yang cemara memiliki tantangan tersendiri. Khususnya untuk orang tua pun harus sama-sama mau untuk mengesampingkan egonya. Sehingga tidak menjadikan anak sebagai korban dalam setiap masalah.

Tentunya, orang tua memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan agar anak-anaknya dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat. Baik secara fisik atau pun mental. Berikut beberapa alasan pentingnya keluarga cemara untuk kesehatan mental anak:

Pertama, anak merasa nyaman di dalamnya. Hidup dengan nyaman sudah pasti menjadi harapan bagi semua anak tanpa terkecuali. Tentu saja anak akan lebih sering menghabiskan waktu di rumah. Sehingga rumah yang semestinya jadi tempat ternyaman. Hal ini bukan sebatas rumah yang nyaman untuk anak tinggal, namun juga orang-orang di dalamnya. Apabila orang tua mampu menciptakan keluarga harmonis, maka anak-anak pun akan nyaman berada di dalamnya. Kehangatan dan kenyamanan keluarga seolah akan menciptakan kondisi mental yang baik untuk anak.

Kedua, anak akan lebih merasa aman di setiap waktu. Keluarga yang harmonis tentunya dapat membuat anak senantiasa terus merasa aman dalam menjalani aktivitas. Dengan demikian, anak tidak akan tumbuh dengan ketakutan atau kekhawatiran. Anak semakin terbuka dalam menceritakan keluh kesah dalam menjalani aktivitas keseharian. Entah itu dalam lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat, biasanya anak-anak memiliki banyak cerita yang ingin dibagikan pada orang tua. Hal ini terasa sulit dilakukan oleh anak-anak yang tidak tumbuh dari keluarga harmonis. Dampaknya membuat anak jadi terus-menerus menyimpan masalahnya sendirian. Tak heran jika keberadaan keluarga harmonis sangat membantu anak untuk nyaman dalam bercerita.

Ketiga, rumah di saat galau gundah gulana, sama halnya dengan orang dewasa yang mungkin memiliki pasang surut dalam aktivitas, anak-anak pun demikian. Mereka juga pasti pernah mengalami perubahan mood yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Entah saat sedih atau pun senang, rumah akan seolah menjadi tempat untuk kembali. Namun, hal ini mungkin akan berbeda pada anak yang berasal dari keluarga tidak harmonis. Rumah mungkin menjadi tempat yang hanya akan semakin menambah beban bagi dirinya.

Keempat, keluarga adalah tempat anak untuk belajar hal baru dalam hidup. Anak-anak berada pada masa-masa yang dipenuhi dengan keingintahuan tinggi. Hal ini membuat anak selalu penasaran untuk mencoba banyak hal baru dalam hidupnya. Tak hanya melakukan hal tersebut di luar rumah, namun anak juga dapat belajar hal baru saat di rumah. Keluarga kemudian akan menjadi tempat bagi anak untuk belajar banyak hal baru bersama-sama. Tentunya, orang tua harus dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung. Sehingga anak dapat mengeksplorasi banyak hal secara menyenangkan.

Dari beberapa pengaruh penting keluarga cemara bagi kesehatan mental anak, seharusnya orang tua menyadari untuk membangun keharmonisan dan kenyamanan pada keluarga, guna untuk menjaga kesehatan mental anak.

Ayo membangun keluarga cemara untuk kehidupan yang lebih baik. Buat masa depan yang cerah untuk anak-anak kita. Mau dari siapa lagi kalau bukan dari kesadaran diri kita sendiri. (*)

*) Mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#harmonis #kamus #arswendo atmowiloto #keluarga cemara #bahasa indonesia