
RADARBANYUWANGI.ID - Mahkamah Konstitusi akhirnya mengakui penyakit kronis sebagai bagian dari ragam disabilitas melalui putusan uji materiil Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.
Putusan ini merombak batas lama yang selama ini menempatkan penyintas dan penyandang penyakit kronis di luar perlindungan hukum, yang meski hidup dengan kelelahan berkepanjangan, nyeri akut, serta keterbatasan fisik maupun mobilitas.
Pengalaman seperti Thoracic Outlet Syndrome dan penyakit autoimun kini mendapat legitimasi sebagai disabilitas. Pengakuan ini juga membuka jalan bagi akses layanan publik dan pemenuhan hak sosial yang sebelumnya kerap terabaikan.
Di saat yang sama, putusan ini memperkuat harapan atas akses dan perlindungan yang lebih pasti. Penyintas tak lagi harus berulang kali menjelaskan kondisi yang tidak kasatmata untuk memperoleh pengakuan.
Kebutuhan mereka kini berdiri sebagai hak, memperkuat posisi dalam mendapatkan layanan inklusif sekaligus mendorong kebijakan yang lebih responsif. Dalam keterbatasan stamina, nyeri, dan kondisi yang fluktuatif, pengakuan ini tentu menjadi dasar penting bagi penyesuaian yang layak di ruang publik, pendidikan, dan dunia kerja.
Dinamika Hidden Disabilities
Pengakuan penyakit kronis sebagai ragam disabilitas tidak dapat dilepaskan dari konsep disabilitas tak tampak. Menurut Persatuan Reumatologi Indonesia, disabilitas tak tampak (hidden disabilities) merujuk pada kondisi yang tidak terlihat secara fisik namun membatasi fungsi tubuh dan aktivitas sehari-hari.
Kategori ini mencakup penyakit kronis seperti gangguan autoimun, nyeri kronis, hingga gangguan neurologis.
Karena tidak kasatmata, penyintas kerap diragukan atau dianggap sehat, sehingga kebutuhan mereka diabaikan. Di titik inilah penyakit kronis menemukan relevansinya dalam kerangka disabilitas, sebagai bentuk keterbatasan yang nyata meski tidak selalu terlihat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa disabilitas tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Banyak keterbatasan justru ada dalam kondisi yang sulit dikenali, memengaruhi stamina, konsentrasi, hingga kemampuan beraktivitas tanpa tanda fisik yang jelas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




