General Manager ASDP Ketapang M. Yasin mengatakan, sebagai daerah penyangga, Banyuwangi harus benar-benar memberikan pengamanan yang maksimal selama berlangsungnya KTT G20. Guna memaksimalkan pengamanan di dua pelabuhan, telah terpasang 105 kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV).
Sebanyak 50 CCTV terpasang di Pelabuhan Gilimanuk dan sisanya di Pelabuhan Ketapang. Jumlah itu sudah termasuk dengan 12 CCTV tambahan yang diaktifkan selama pengamanan KTT G20. Kamera-kamera itu terkoneksi dari dua sisi, yaitu di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang. Jika ada gangguan keamanan, kedua wilayah tersebut akan sama-sama mengetahui.
Ratusan CCTV tersebut terkoneksi dengan Polda Jatim, Polda NTB, Mabes Polri, dan BAIS. Sehingga, apa yang terlihat dalam pantauan CCTV juga terlihat di tempat tersebut. ”Kamera CCTV tersebut dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah. Jika ada orang-orang tertentu yang melintas, datanya akan langsung muncul,” terangnya.
Terkait dengan arus balik kendaraan pengangkut logistik pendukung KTT G20, Yasin memprediksi akan terjadi di kisaran tanggal 25 November atau 26 November. Puncaknya bisa terjadi tanggal 27 sampai 28 November.
Sejak awal, mobil listrik, perangkat pengamanan, dan toilet portabel sudah masuk ke Bali. Agar arus penumpang tetap lancar, pihaknya menyiapkan kapal tambahan. ”Setiap hari ada 28 kapal beroperasi dan 20 kapal standby. Satu dermaga empat kapal, bisa kita tambah menjadi lima kapal,” kata Yasin. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud