Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kurangi Beban TPA, Stasiun Cirebon Terapkan Pemilahan Sampah

Lugas Rumpakaadi • Senin, 16 Maret 2026 | 03:15 WIB

Cirebon jadi simpul strategis kereta api saat Nataru.
Cirebon jadi simpul strategis kereta api saat Nataru.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipasi lonjakan sampah di area transportasi publik menjelang arus mudik Lebaran 2026. Salah satunya dilakukan di Stasiun Cirebon, Jawa Barat, yang kini mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono meninjau langsung kesiapan pengelolaan sampah di stasiun tersebut pada Sabtu (14/3/2026). Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik.

“Kami dari KLH ingin fokus pada pengolahan sampah karena saat mudik pasti akan ada akumulasi sampah yang lebih banyak,” kata Diaz.

Menurutnya, lonjakan jumlah penumpang berpotensi meningkatkan volume sampah secara signifikan di area stasiun. Oleh karena itu, sistem pengelolaan sampah perlu diperkuat sejak dari sumbernya agar tidak membebani tempat pembuangan akhir (TPA).

Diaz menilai fasilitas pengelolaan sampah yang disiapkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di Stasiun Cirebon menunjukkan perkembangan positif dibandingkan sebelumnya.

Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah gedung pemilahan sampah berukuran 30 x 6 meter yang dibangun untuk memisahkan sampah sebelum dikirim ke TPA.

“Sekarang sudah ada fasilitas gedung untuk pemilahan sampah. Kami juga berdiskusi bagaimana pengelolaan sampah di sini bisa lebih optimal,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, karakteristik sampah di kawasan stasiun didominasi oleh sampah anorganik. Karena itu, Diaz mendorong kerja sama dengan bank sampah di sekitar wilayah Cirebon agar limbah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali.

“Untuk sampah yang masih punya nilai tinggi bisa diambil oleh bank sampah, sedangkan yang nilai ekonominya rendah baru dibawa ke TPA,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA milik Pemerintah Kota Cirebon. Saat ini, TPA tersebut tengah dalam proses peralihan dari sistem open dumping menuju sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.

Selain pengelolaan sampah, Diaz juga menyoroti keberadaan dispenser air minum yang disediakan di area stasiun. Fasilitas ini memungkinkan penumpang mengisi ulang air minum secara gratis.

Ia berharap keberadaan dispenser tersebut dapat mendorong masyarakat membawa tumbler sendiri sehingga penggunaan botol plastik sekali pakai dapat ditekan.

“Kalau masyarakat membawa tumbler, bisa mengisi air minum secara gratis sehingga mengurangi sampah plastik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa peningkatan pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan bagi penumpang.

Menurut Bobby, kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan menjadi aspek penting yang terus diperkuat di lingkungan stasiun.

“Kami ingin membuat model stasiun dengan pengelolaan sampah yang ideal sehingga bisa menjadi benchmark bagi lokasi publik lainnya,” kata Bobby.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#stasiun cirebon #lebaran 2026 #sampah plastik