Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

MudikPedia 2026 Jadi Pusat Informasi Mudik, dari Jalur hingga Cuaca

Lugas Rumpakaadi • Senin, 16 Maret 2026 | 01:15 WIB

Kemkomdigi menghadirkan MudikPedia Lebaran 2026.
Kemkomdigi menghadirkan MudikPedia Lebaran 2026.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kembali menghadirkan MudikPedia Lebaran 2026, sebuah panduan digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh berbagai informasi penting terkait perjalanan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Platform ini disiapkan sebagai pusat informasi terpadu yang dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan terorganisasi.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya mengatakan, MudikPedia menjadi upaya pemerintah untuk menghadirkan akses informasi yang lebih praktis bagi pemudik.

“Melalui MudikPedia, masyarakat bisa memperoleh informasi resmi dan terkini agar perjalanan mudik lebih aman dan nyaman,” kata Fifi dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Melalui satu tautan, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi dari sejumlah instansi pemerintah. Informasi tersebut mencakup jalur mudik dari Kementerian Perhubungan dan Bina Marga, program mudik gratis, hingga pemantauan lalu lintas secara langsung melalui kamera CCTV di jalan tol dan pelabuhan.

Selain itu, MudikPedia juga menyediakan akses ke layanan pemesanan tiket transportasi seperti kereta api dan kapal ferry, informasi lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), prakiraan cuaca dari BMKG, serta layanan penukaran uang Lebaran yang disediakan Bank Indonesia.

Kehadiran panduan digital ini menjadi semakin penting mengingat tingginya potensi mobilitas masyarakat pada musim mudik tahun ini. Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 143,91 juta orang atau 50,60 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran 2026.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Beberapa di antaranya adalah pemeriksaan kelaikan moda transportasi, penambahan armada, penyelenggaraan program mudik gratis, serta penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem contra flow dan one way di sejumlah ruas jalan.

Dengan dukungan informasi yang terintegrasi melalui MudikPedia, pemerintah berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang.

“Dengan dukungan informasi yang mudah diakses melalui MudikPedia, masyarakat diharapkan bisa merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik sehingga perjalanan berlangsung aman dan lancar,” ujar Fifi.

Di sisi lain, pemerintah juga mengantisipasi lonjakan penggunaan layanan telekomunikasi selama periode libur Lebaran. Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, menyebut trafik jaringan diperkirakan meningkat secara signifikan.

“Ini (momen libur Lebaran 2026) kurang lebih ada dua minggu. Implikasinya tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan trafik telekomunikasi yang diperkirakan sekitar 30–40 persen,” kata Ismail.

Lonjakan trafik ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran yang lebih panjang. Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah juga dinilai turut berkontribusi terhadap peningkatan penggunaan jaringan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah bersama operator seluler melakukan pemantauan dan penguatan jaringan telekomunikasi secara intensif. Upaya ini dilakukan melalui satuan tugas (satgas) di posko pemantauan telekomunikasi yang beroperasi selama periode 13 hingga 29 Maret 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#mudikpedia #lebaran 2026 #Kemkomdigi