RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan rencana pembentukan satuan tugas (Satgas) bersama tim perkeretaapian guna mengantisipasi banjir yang melimpah ke jalur rel.
Langkah ini dinilai penting untuk menjamin kelancaran arus mudik Lebaran, khususnya di wilayah Pantura Jawa Tengah yang kerap terdampak genangan.
Dalam kunjungannya di Semarang, Jawa Tengah, Dody menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian menjadi kunci agar peristiwa rel terendam seperti yang terjadi di Pekalongan dan Grobogan tidak terulang.
Kereta api, menurutnya, merupakan moda transportasi utama bagi masyarakat yang mudik ke arah Jawa dan Jakarta, sehingga keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan harus dijaga.
Ia juga berencana menyurati Menteri Perhubungan untuk memperkuat sinergi antara Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan.
Penanganan banjir di jalur rel dinilai tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kerja bersama, mulai dari perbaikan drainase, normalisasi saluran air, hingga evaluasi struktur jalur di titik rawan banjir.
Sebelumnya, jalur kereta antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi sempat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 10 sentimeter di atas kepala rel.
Akibatnya, sejumlah perjalanan yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus dibatalkan atau dialihkan dengan pola operasi memutar.
Setelah air surut, jalur tersebut kembali dapat dilintasi dengan pembatasan kecepatan 10 kilometer per jam.
Ke depan, pembentukan Satgas diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang agar jalur rel tetap aman meskipun diguyur hujan deras.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan mudik Lebaran berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Editor : Lugas Rumpakaadi