Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Daftar Desa Terdampak Tol Getaci di Bandung, Garut, dan Tasikmalaya, Target Konstruksi 2026

Ali Sodiqin • Minggu, 1 Maret 2026 | 17:45 WIB

Ilustrasi proyek Tol Getaci.
Ilustrasi proyek Tol Getaci.

RADARBANYUWANGI.ID - Pelaksanaan lelang proyek Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) tinggal menghitung hari.

Namun, ada perubahan signifikan dalam rencana pembangunan. Jika sebelumnya dirancang sepanjang 206,65 kilometer hingga Cilacap, kini proyek tahap awal hanya akan dibangun sampai Tasikmalaya sepanjang 95,52 kilometer.

Kepastian itu disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Willan Oktavian, kepada wartawan di sela acara ICI 2025 di Jakarta.

“Sementara (sampai Tasikmalaya baru kemudian dilanjut ke Cilacap). Eksesnya seperti itu,” ujarnya.

Tol Getaci tahap pertama ditargetkan mulai konstruksi 2026 dan beroperasi pada 2029.

Fokus Gedebage–Tasikmalaya, Cilacap Menyusul

Perubahan trase membuat proyek Tol Getaci hanya melintasi Kabupaten Bandung, Garut, dan berakhir di Tasikmalaya.

Menteri PU Dody Hanggodo sebelumnya menyebut ada empat proyek tol yang diharapkan mulai dibangun 2026. Di antaranya:

Menurut Dody, ruas Gedebage–Tasikmalaya berpotensi lebih cepat terealisasi karena memiliki daya tarik investasi dan traffic lebih tinggi.

Dengan pemangkasan rute, pembangunan tahap awal kini fokus sepanjang 95,52 km. Ruas lanjutan Tasikmalaya–Cilacap akan masuk tahap berikutnya.

Daftar Desa Terdampak di Kabupaten Bandung

Di Kabupaten Bandung, Tol Getaci akan melintasi 6 kecamatan dengan total 28 desa terdampak:

  1. Kecamatan Bojongsoang
  1. Kecamatan Rancaekek
  1. Kecamatan Solokan Jeruk
  1. Kecamatan Paseh
  1. Kecamatan Cikancung
  1. Kecamatan Cicalengka

Pembebasan lahan dan pembayaran UGR (Uang Ganti Rugi) di wilayah ini terus dikebut.

Desa Terdampak di Kabupaten Garut

Di Garut, proyek ini melintasi 7 kecamatan:

  1. Kecamatan Kadungora
    Mandalasari, Karangmulya, Karangtengah, Hegarsari, Talagasari
  2. Kecamatan Leles
    Kandangmukti, Leles, Cangkuang, Margaluyu, Sukarame
  3. Kecamatan Leuwigoong
    Margacinta
  4. Kecamatan Banyuresmi
    Sukakarya, Sukalaksana, Sukamukti, Sukaratu, Pamekarsari, Sukasenang
  5. Kecamatan Karangpawitan
    Mekarsari, Lengkongjaya, Jatisari, Karangmulya, Suci, Lebakjaya, Tanjungsari, Lebak Agung
  6. Kecamatan Garut Kota
    Cimuncang, Kota Kulon, Margawati, Sukanegla
  7. Kecamatan Cilawu
    Ngamplangsari, Ngamplang, Pasanggrahan, Cilawu, Karyamekar, Dayeuhmanggung, Sukatani, Sukamaju

Wilayah Garut menjadi salah satu titik krusial karena trase melintasi kawasan padat permukiman dan pertanian.

Desa Terdampak di Kabupaten Tasikmalaya

Di Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah desa terdampak tersebar di beberapa kecamatan:

  1. Kecamatan Salawu
  1. Kecamatan Cigalontang
    Kersamaju, Lengkongjaya, Nanggerang, Nangtang, Pusparaja, Sirnagalih, Sukamanah, Tanjungkarang, Tenjonagara
  2. Kecamatan Padakembang
  1. Kecamatan Leuwisari
  1. Kecamatan Singaparna
    Sukaherang, Cintaraja, Cikunir, Cikadongdong

Untuk Kecamatan Manonjaya, pembangunan akan masuk tahap berikutnya saat segmen Tasikmalaya–Cilacap dimulai.

Wilayah Kota Tasikmalaya Terdampak

Di Kota Tasikmalaya, terdapat empat kecamatan terdampak:

  1. Kecamatan Mangkubumi
    Karikil, Cigantang, Sambong Jaya
  2. Kecamatan Kawalu (Titik Akhir Tahap I)
    Gunung Tandala, Karang Anyar, Cilamajang, Karsamenak
  3. Kecamatan Cibeureum
    Ciherang, Ciakar
  4. Kecamatan Tamansari
    Setia Mulya, Taman Jaya, Mulya Sari, Suka Hurip, Mugar Sari, Sumelap

Catatan penting, karena tahap pertama berakhir di Kecamatan Kawalu, maka Kecamatan Cibeureum dan Tamansari kemungkinan masuk pembangunan tahap lanjutan.

Target Operasi 2029

Jika seluruh proses lelang, pembebasan lahan, dan konstruksi berjalan lancar, Tol Getaci segmen Gedebage–Tasikmalaya ditargetkan beroperasi 2029.

Tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Bandung–Tasikmalaya secara signifikan, sekaligus membuka konektivitas baru menuju Ciamis, Pangandaran, hingga Cilacap pada tahap lanjutan.

Dengan daftar panjang desa terdampak, proyek ini menjadi salah satu pembangunan infrastruktur terbesar di Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam dekade terakhir.

Kini, masyarakat di Bandung, Garut, dan Tasikmalaya tinggal menunggu dimulainya konstruksi 2026 yang akan mengubah wajah konektivitas wilayah Priangan Timur secara permanen. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Tol Getaci #lelang Tol Getaci #garut #Willan Oktavian #pembebasan lahan #tasikmalaya #bpjt #gedebage #bandung #desa terdampak tol