RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan pembaruan terkait gangguan operasional kereta api di wilayah Jawa Tengah.
Pada Senin, 16 Februari 2026 sekitar pukul 02.50 WIB, terjadi luapan air di jalur hilir BH 46 21+9/0 pada petak jalan antara Stasiun Tegowanu dan Stasiun Brumbung.
Akibat kondisi tersebut, jalur hilir di lokasi kejadian untuk sementara waktu belum dapat dilalui kereta api, menurut keterangan PT KAI melalui media sosial resminya.
Demi menjaga keselamatan perjalanan dan memastikan operasional tetap terkendali, KAI menerapkan sistem perjalanan bergantian melalui jalur hulu.
Langkah rekayasa ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mengutamakan aspek keselamatan penumpang dan perjalanan kereta.
Meskipun terdapat potensi keterlambatan, pengaturan ini dinilai sebagai solusi terbaik untuk meminimalkan risiko di lapangan.
Petugas KAI saat ini telah berada di lokasi guna melakukan pemantauan intensif dan penanganan teknis.
Proses normalisasi jalur terus diupayakan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan lancar dan aman.
Evaluasi kondisi rel dan infrastruktur menjadi prioritas utama sebelum jalur dinyatakan layak dilintasi kembali.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan dan keterlambatan yang mungkin terjadi akibat situasi ini.
Informasi terkini terkait perkembangan penanganan akan disampaikan secara berkala melalui media sosial resmi KAI.
Editor : Lugas Rumpakaadi