RADARBANYUWANGI.ID - Rencana pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap yang melintasi wilayah barat Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan.
Tahap awal yang akan segera direalisasikan pemerintah adalah proses pembebasan lahan di empat daerah yang terdampak langsung oleh proyek tersebut.
Empat kabupaten yang masuk dalam trase tol ini meliputi Brebes, Tegal, Banyumas, dan Cilacap.
Di antara wilayah tersebut, Kabupaten Banyumas disebut-sebut menjadi salah satu titik penting yang diharapkan dapat lebih dulu masuk tahap awal pembebasan lahan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan, pembebasan lahan Tol Pejagan–Cilacap ditargetkan mulai dilakukan paling cepat pada 2026 atau 2027.
Kepastian itu seiring dengan kesiapan pendanaan dari pemerintah pusat.
Menurut Sadewo, anggaran pembebasan lahan telah disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2026 dan 2027.
Informasi tersebut ia terima langsung dari Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Arief Rachman, saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Banyumas.
“Pembebasan lahan tol Pejagan–Cilacap dibiayai APBN dan dibagi dalam empat sesi. Saya sedang berupaya agar tahap awal dimulai dari wilayah Banyumas,” ujar Sadewo saat coffee morning bersama media, Sabtu (24/1/2026).
Dorong Banyumas Jadi Tahap Awal
Sadewo menjelaskan, dorongan agar Banyumas menjadi lokasi awal pembebasan lahan bukan tanpa alasan.
Kondisi lalu lintas di wilayah tersebut dinilai semakin padat, khususnya pada jalur-jalur penghubung antarwilayah yang selama ini menjadi akses utama menuju Purwokerto dan daerah sekitarnya.
Menurutnya, penanganan infrastruktur di Banyumas perlu dilakukan lebih cepat agar persoalan kemacetan dan keterbatasan akses dapat segera teratasi.
Sebelumnya, pemerintah sempat merencanakan agar pembebasan lahan dimulai dari wilayah Brebes, mengingat daerah tersebut berfungsi sebagai penghubung utama Tol Trans Jawa di jalur Pantura.
Namun, seiring dengan dinamika perencanaan dan kebutuhan daerah, Banyumas kini ikut didorong sebagai prioritas tahap awal.
Pembangunan Fisik Mulai 2029
Mengacu pada dokumen perencanaan Bappenas, Sadewo menyebutkan bahwa pembangunan fisik Jalan Tol Pejagan–Cilacap diproyeksikan mulai pada 2029.
Artinya, beberapa tahun ke depan akan difokuskan pada penyelesaian tahapan perencanaan teknis dan pembebasan lahan.
Jika proyek ini terealisasi, konektivitas antara wilayah pantai utara (Pantura) dan pantai selatan (Pansela) Pulau Jawa akan semakin terbuka.
Jalur ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar arus logistik, serta membuka akses baru bagi pertumbuhan kawasan industri dan pariwisata.
“Dengan jarak tempuh yang lebih singkat dan akses yang dekat dengan kawasan industri, saya optimistis pertumbuhan ekonomi Banyumas ke depan akan semakin meningkat,” jelas Sadewo.
Sempat Keluar dari Daftar PSN
Proyek Tol Pejagan–Cilacap bukan tanpa dinamika. Jalan tol ini sempat masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), meski berada pada kategori prioritas rendah pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Namun, pada 2024, proyek tersebut sempat dikeluarkan dari daftar PSN.
Meski demikian, harapan kembali terbuka setelah Tol Pejagan–Cilacap masuk kembali dalam perencanaan Bappenas pada 2025, menandakan proyek ini masih dinilai strategis untuk mendukung konektivitas regional Jawa Tengah bagian barat dan selatan.
Trase dan Exit Tol Banyumas
Di wilayah Kabupaten Banyumas, trase Tol Pejagan–Cilacap direncanakan melintasi Kecamatan Pekuncen, Ajibarang, dan Wangon.
Ketiga kecamatan tersebut diproyeksikan menjadi koridor utama yang menghubungkan jalur tol dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi lokal.
Sementara itu, pintu keluar tol (exit tol) direncanakan berada di Ajibarang.
Lokasi ini dinilai strategis untuk mendukung konektivitas lalu lintas dari dan menuju Purwokerto, sekaligus memperkuat peran Ajibarang sebagai simpul transportasi di wilayah barat Banyumas.
Dengan dimulainya tahapan pembebasan lahan dalam beberapa tahun ke depan, proyek Tol Pejagan–Cilacap diharapkan benar-benar menjadi pengungkit pembangunan wilayah, mempercepat konektivitas lintas selatan–utara Jawa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Banyumas dan daerah sekitarnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin