Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siapa Gusti Purbaya? Si Muda Ini Siap Gantikan PB XIII yang Mangkat! Pewaris Tahta Keraton Solo Tahun 2025 Mulai Menapaki Takhta

Ali Sodiqin • Minggu, 2 November 2025 | 22:44 WIB
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram. Akrab disapa Gusti Purbaya.
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram. Akrab disapa Gusti Purbaya.

RADARBANYUWANGI.ID - Duka mendalam tengah menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Raja Keraton Solo, Kanjeng Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII, wafat pada Minggu (2/11/2025) pagi di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh kerabat keraton, KPH Eddy Wirabhumi.

“Hari ini kita berduka, tadi pagi beliau tidak ada di Rumah Sakit Indriati,” ujar KPH Eddy, Minggu (2/11/2025).

Jenazah PB XIII kini sedang dipersiapkan untuk dibawa ke Keraton Surakarta guna menjalani prosesi adat sebelum dimakamkan.

Kepergian PB XIII di usia 77 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar keraton dan masyarakat Solo.

Namun di tengah duka itu, perhatian publik kini tertuju pada sosok putra mahkota, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, atau akrab disapa Gusti Purbaya — pewaris muda yang disebut-sebut akan melanjutkan tahta Keraton Kasunanan Surakarta.

Putra Mahkota yang Dipersiapkan Sejak Dini

Gusti Purbaya merupakan putra bungsu PB XIII dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono XIII, yang bernama asli Asih Winarni (KRAy Pradapaningsih).

Ia resmi dinobatkan sebagai putra mahkota pada 27 Februari 2022, bertepatan dengan Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 PB XIII di Sasana Sewaka, Keraton Surakarta.

Pada saat itu, Gusti Purbaya masih berusia 20 tahun dan berstatus mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Penobatan tersebut sekaligus menetapkan sang ibu, Asih Winarni, sebagai permaisuri dengan gelar GKR Pakubuwono XIII.

“Penobatan ini merupakan langkah regenerasi agar kepemimpinan di keraton tetap berlanjut dengan baik,” ujar seorang abdi dalem kala itu.

Penerus Darah Biru dan Harapan Baru

Gusti Purbaya lahir sekitar tahun 2003, dan kini berusia sekitar 22 tahun.

Sebagai KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, ia dikenal cerdas, kritis, serta aktif dalam kegiatan sosial dan budaya di lingkungan keraton.

Penobatannya sebagai putra mahkota dua tahun lalu dinilai sebagai langkah visioner PB XIII dalam memastikan kesinambungan tahta Kasunanan Surakarta.

Dengan wafatnya sang ayahanda, publik menilai Gusti Purbaya kini akan memegang peran penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan di Keraton.

“Keraton Surakarta membutuhkan sosok muda yang mampu menjembatani tradisi dan zaman modern,” kata seorang pengamat budaya Jawa dari UNS Solo.

Sosok Muda yang Sempat Jadi Sorotan

Gusti Purbaya juga sempat menjadi sorotan publik karena beberapa unggahan media sosialnya yang dinilai “berani dan terbuka”.

Namun, di balik itu, banyak pihak melihat sisi kepemimpinan dan semangat perubahan yang dimilikinya.

Sebagai generasi muda keraton, ia menghadapi tantangan besar: menjaga martabat Keraton Surakarta sekaligus membawa napas baru dalam tata kelola budaya dan tradisi Jawa di tengah perkembangan zaman.

Harapan untuk Era Baru Keraton Surakarta

Kepergian PB XIII menandai akhir dari satu era, namun juga membuka babak baru bagi Keraton Surakarta.

Dengan munculnya Gusti Purbaya di garis depan, publik berharap keraton bisa tampil lebih terbuka, modern, namun tetap berpegang teguh pada akar budayanya.

Gusti Purbaya diharapkan mampu meneruskan semangat ayahandanya dalam menjaga keharmonisan adat dan menjaga marwah Kasunanan Surakarta sebagai salah satu pilar budaya Jawa yang bersejarah.

“Tahta bukan sekadar warisan, tapi amanah budaya untuk dijaga,” ujar seorang abdi dalem senior usai kabar wafatnya PB XIII.

Latar Belakang dan Identitas

Penobatan & Pendidikan

Konteks Wafatnya PB XIII & Peran Gusti Purbaya

Tantangan & Sorotan Publik

Makna bagi Keraton dan Masyarakat Solo

Dengan wafatnya PB XIII, Gusti Purbaya kini menjadi tumpuan harapan masyarakat Solo dan para abdi dalem.

Sosok muda ini diyakini bisa membawa nafas baru dalam kepemimpinan Keraton Surakarta Hadiningrat, menyeimbangkan adat, budaya, dan modernitas di era baru kerajaan Jawa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#putra mahkota #gusti purbaya #Pakubuwono XIII mangkat #keraton surakarta #raja solo #Pewaris Tahta #keraton solo