RADARBANYUWANGI.ID - Jakarta kembali dilanda situasi yang tidak kondusif akibat rangkaian demonstrasi dan aksi vandalisme di sejumlah titik.
Merespons kondisi tersebut, Grab Indonesia mengambil langkah cepat dengan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi seluruh karyawannya sejak Jumat (29/8).
Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan bahwa kebijakan ini akan terus berlangsung hingga kondisi di Jakarta lebih aman dan stabil.
Menurutnya, penerapan WFH selaras dengan imbauan pemerintah yang mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Kami sudah menerapkan WFH dari hari Jumat kemarin. Dan kami akan terus WFH sampai situasi dan kondisi lebih baik, sesuai dengan apa yang diimbaukan oleh pemerintah,” ujar Neneng dalam konferensi pers daring pada Minggu (31/8), mengutip JawaPos.com.
Grab Indonesia menegaskan bahwa keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem perusahaan, mulai dari karyawan, mitra pengemudi, hingga pelanggan, merupakan prioritas utama.
Penerapan WFH dipandang sebagai bentuk perlindungan dari potensi risiko di tengah ketidakpastian situasi.
Kebijakan ini muncul setelah Jakarta diguncang aksi demonstrasi yang disertai tindak vandalisme.
Tercatat, tujuh halte TransJakarta mengalami kerusakan akibat aksi pembakaran.
Beberapa di antaranya adalah Halte Bundaran Senayan, Halte Pemuda Pramuka, Halte Polda Metro Jaya, serta Halte Sentral Senen.
Tidak hanya itu, layanan TransJakarta sempat dihentikan pada Sabtu (30/8) demi keamanan masyarakat.
Fasilitas transportasi lain seperti Stasiun MRT juga menjadi sasaran vandalisme.
Situasi semakin memanas ketika sejumlah rumah anggota DPR RI, termasuk milik Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, dan Nafa Urbach, menjadi korban penjarahan.
Bahkan, kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga ikut diserang massa tak dikenal pada Minggu (31/8) dini hari.
Kondisi ini memicu kekhawatiran luas sehingga beberapa toko di Jakarta memilih menutup operasional lebih cepat.
Editor : Lugas Rumpakaadi