Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BMKG Beberkan 13 Segmen Megathrust di Indonesia, Potensi Gempa Capai M9,2

Ali Sodiqin • Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:21 WIB

Peta sebaran Megathrust di Indonesia dan sekitarnya.
Peta sebaran Megathrust di Indonesia dan sekitarnya.

RADARBANYUWANGI.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fakta terbaru soal sumber gempa di Tanah Air.

Tercatat ada 13 segmen megathrust yang membentang di wilayah Indonesia dan berpotensi memicu gempa besar hingga magnitudo 9,2.

Meski jumlahnya terkesan banyak, BMKG menegaskan bahwa megathrust bukanlah hal baru. Zona subduksi ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu dan kerap menjadi sumber gempa di Indonesia.

Baca Juga: Apa Itu Megathrust? BMKG Bongkar Fakta! Bukan Ancaman Baru, Tapi Zona Aktif Sejak Jutaan Tahun Lalu

“Gempa yang terjadi di Indonesia belakangan ini tidak ada hubungannya dengan gempa megathrust Jepang pada Agustus 2024. Gempa kita memang banyak,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dikutip Sabtu (25/1/2025).

13 Segmen Megathrust di RI

Mengacu pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, berikut daftar segmen megathrust beserta potensi magnitudonya:

  1. Mentawai–Pagai (M8,9)

  2. Enggano (M8,4)

  3. Selat Sunda (M8,7)

  4. Jawa Barat–Jawa Tengah (M8,7)

  5. Jawa Timur (M8,7)

  6. Sumba (M8,5)

  7. Aceh–Andaman (M9,2)

  8. Nias–Simelue (M8,7)

  9. Batu (M7,8)

  10. Mentawai–Siberut (M8,9)

  11. Sulawesi Utara (M8,5)

  12. Filipina (M8,2)

  13. Papua (M8,7)

Tren Aktivitas Gempa Meningkat

Dalam webinar Resolusi 2025: Mitigasi Bencana Geologi, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan bahwa aktivitas gempa di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Baca Juga: BREAKING! BMKG Ingatkan Bahaya Gempa Megathrust, Ini 13 Zona Rawan Ancam Indonesia

Jika pada periode 1990–2008 rata-rata hanya terjadi sekitar 2.254 gempa per tahun, maka sejak 2009–2017 angka itu naik menjadi 5.389 gempa.

Bahkan, pada 2018 terjadi lonjakan hingga 12.062 kejadian, sementara 2019 tercatat 11.731 gempa.

Dwikorita menegaskan, peningkatan data ini juga dipengaruhi bertambahnya sensor.

Dari hanya sekitar 20 seismograf pada tahun 2004, kini BMKG telah memiliki 550 unit seismograf yang terhubung jaringan untuk memantau gempa secara real time.

Baca Juga: Waspada! Sulawesi Utara Terancam Gempa Megathrust M8,5, BRIN Ungkap Risiko Tsunami Dahsyat

“Tren gempa memang meningkat, dan mitigasi menjadi sangat penting. Tidak hanya untuk gempa bumi dan tsunami, tapi juga bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim,” ujarnya.

Pentingnya Mitigasi

BMKG menekankan, masyarakat perlu memahami bahwa gempa megathrust tidak bisa diprediksi kapan terjadi. Namun, kesiapsiagaan bisa menyelamatkan banyak nyawa.

“Megathrust bukan ancaman baru. Yang terpenting adalah kita siap dengan mitigasi, edukasi, dan infrastruktur yang tangguh bencana,” tegas Dwikorita. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#13 #mitigasi bencana #potensi gempa #bmkg #megathrust #segmen #tsunami