RADAR BANYUWANGI - Ratusan sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, mengunjungi kantor UPTD Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat pada Jumat (28/3/2025) untuk mendapatkan bantuan kompensasi dari pemerintah provinsi.
Bantuan tersebut berupa uang senilai Rp1 juta dan bingkisan sembako senilai Rp500 ribu, sebagai pengganti operasional selama tujuh hari yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Bantuan ini diberikan dalam dua tahap, di mana tahap pertama disalurkan sebelum hari raya Lebaran, dan tahap kedua akan diberikan setelah Lebaran dengan jumlah yang sama.
Namun, banyak sopir angkot yang merasa bantuan tersebut belum mencukupi kebutuhan mereka selama seminggu.
Hendro (45), sopir angkot 02 Cisarua, mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan Pemprov Jabar hanya cukup untuk menutupi setoran kendaraan.
"Hanya cukup untuk setoran mobil, tapi sopir kan gak dapat apa-apa. Justru itu, bagi sopir bingungnya di situ," ujarnya dilansir dari Radar Bogor.
Ia menambahkan bahwa tidak semua sopir memiliki kendaraan pribadi, dan banyak yang bekerja dengan sistem setoran kepada pemilik angkot.
Hendro juga mengungkapkan kebingungannya mengenai bantuan yang diberikan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki angkot sendiri.
"Kita kan kerja sama orang, di sisi lain kalau kita diliburkan satu minggu, kita mau dapat bantuan seperti apa, apalagi kita punya keluarga," keluhnya.
Senada dengan Hendro, Riki (29), sopir angkot Cisarua lainnya, juga merasa bantuan yang diberikan tidak mencukupi.
"Kayanya enggak cukup karena kita ngitungnya satu minggu. Belum biaya sehari-hari, apalagi mobilnya masih ada yang angsuran," ungkapnya.
Kedua sopir tersebut berharap agar pihak Organda dan pemerintah dapat melakukan sosialisasi yang lebih baik terkait bantuan ini, agar semua sopir angkot, khususnya di jalur Cisarua, dapat memahami program yang ada dan mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. (*)
Editor : Ali Sodiqin